
Entah kenapa hari ini banyak yang mengerumuni Green dan bertanya kapan dia selesai melakukan acara tersebut. Green masih menjawab seadanya, setelah mengisi acara. Para kaum hawa mulai terlihat aneh. Mereka menatap Green seperti piranha yang sedang menatap mangsanya dengan ganas dan siap kapan saja untuk menyantap. Tatapannya begitu liar. Green berjalan berdua dengan Karrel yang terus-menerus tertawa kecil sambil menatap layar datarnya. Green merasa sangat terganggu.
"Bisa gak lo berhenti ketawa?"
"Gak bisa, soalnya lucu banget sih."
Green menepuk dahi dengan kesal. Lantas kembali menatap lurus perjalanannya. Hingga dia menemukan sekelompok wanita yang sedang menunggu sambil membawa ponsel masing-masing.
Saat berada tepat lima langkah lagi dari kaum hawa itu, mereka menoleh dan langsung tersenyum lebar saat melihat Green datang. Sesak dalam dada mulai merasuki Green tatkala dikerumuni banyaknya orang. Sekaligus mengernyit heran kenapa semua orang jadi beringas seperti itu? Green mencoba untuk tersenyum sebisa mungkin. Saat seseorang meminta foto dengan Green ia menerima dengan senang hati tapi ekspresi gadis itu langsung berubah dan berkata.
"Green jadi pacar gue!"
Pacar? Sejak kapan dia nembak perempuan itu? Kenal saja tidak. Kalau untuk foto bareng saja Green pasti akan mengabulkan hal itu.
Junior yang tadi sempat memberi simbol cinta pun turut hadir. Dia yang paling antusias dan mendorong semuanya demi dekat dengan Green. Percayalah, Green sangat tidak nyaman berada di posisi seperti ini. Sampai semua pertanyaannya terjawab saat salah satu mereka memperlihatkan isi dari ponselnya.
"Kak Green, lihat foto ini!"
Matanya menyipit membentuk garis tipis memperjelas penglihatannya pada layar pipih tersebut. Ia menangkap beberapa kata pada caption yang membuat Green naik darah. Ditambah dengan nama akun yang tak asing baginya membuat Green menoleh tajam ke sebelah kanan. Kemudian ia kembali mengambil ponsel gadis itu dan melihat caption yang disertai foto Green.
@karrelganteng

♥ 267.980likes 💬 1.670coment
Dapatkan segera lelaki tampan dengan bakat alami dengan harta dimana-mana. Tertarik untuk mendapatkan lelaki limitted edition ini. Penyanyang, baik, lemah lembut, jago masak. Sempurna! Tidak ada yang kurang sama sekali. Jika kamu minat memiliki pria ini, wajib memenuhi syarat sebagai berikut:
Berpenampilan menarik.
Diusahakan sedang tidak menjalani hubungan alias jones.
Biar lebih lengkap, ajak foto bareng dia.
Dan yang sudah lengkap memenuhi syarat tersebut. Kamu secara resmi berpacaran dengan Green. Ingat! Siapa cepat dia yang dapat. SECARA GRATIS!!!
Sekian -karrelganteng 😎
Rasanya Green ingin sekali memblokir seluruh sosial media yang bernama Karrel. Pria berambut ikal itu menyamakan Green dengan barang endorse yang sering Green lakukan di akun instagram-nya.
Green jadi tak heran kenapa banyak dari orang-orang yang tidak dikenal. Bahkan para senior pun ikut mengerumuni Green. Green terus mengutuk Karrel dalam hati. Saking paniknya melihat sudah ada yang mendapat foto bersama Green membuat mereka yang ada di belakang mendorong dengan kencang sampai Green kehilangan keseimbangan. Bahkan Karrel pun tak ada niatan untuk membantu.
"Green! Gue cabut dulu ya!"
Sejak kapan Karrel ada di seberang sana? Sambil melambai-lambai dan berteriak, "semoga berhasil!"
"Karrel sialan!" umpatnya.
Dengan pelan-pelan Green menjelaskan pada mereka bahwa dia ada urusan. Sampai salah satu dari mereka dengan galaknya mengatakan seolah tidak percaya.
"Kak Green jangan banyak alasan. Ayo cepat! Aku pastiin Kak Green akan bahagia bersamaku."
Enak saja lo, gue yang duluan ngasih info itu. Jadi Green sama gue saja.
Enggak, enggak! Kalian semua jelek, masih cantikan gue kemana-mana.
GREEN GUE BAKAL KASIH SEMUA YANG GUE PUNYA. MOBIL, RUMAH, HAPE, MOTOR, DAN UANG! SEMUANYA TULIS SAJA LO BUTUH BERAPA!
Gue rela mati sekarang juga kalau lo mau jadi pendamping hidup gue Green!
Semua hening terkecuali Green yang ingin tertawa mendengar kalimat tersebut. Apa Green memang terlalu spesial, membuat mereka rela melakukan apapaun?
"Kak Green gimana kalau kiㅡ"
Belum sempat menyelesaikan kalimat selanjutnya, Green sudah lari terlebih dahulu. Mereka semua panik, dan junior genit itu juga ikut lari mengejar Green didampingi orang-orang di belakangnya.
***
Napasnya tersengal dengan kaki yang masih terus mempercepat lajunya melangkah. Dada-nya kian menipis. Pasokan udara pun rasanya sulit untuk Green hirup. Saat berlari ia memikirkan dunia dingin yang memasuki kerongkongan serta menghapus peluh yang ada di dahinya. Berpikir seperti itu membuat Green semakin pelan dalam berlari. Hingga dia mampu disusul oleh kerumunan itu yang siap memangsa Green.
Cewek itu benar-benar punya dua kemampuan. batin Green.
Setiap lima detik sekali Green menoleh ke belakang, sempat dimaki karena menabrak orang di depan tanpa meminta maaf. Demi bertahan hidup, Green hanya tahu cara bagaimana menghindar dari mereka. Sampai ia pun melupakan untuk bersikap sopan pada yang lebih tua. Green berlalu saat menabrak kakek tua yang sedang berjalan dengan tongkatnya. Misi yang Green tahu saat ini adalah. Dimana dia harus menjauh sejauh mungkin dari kawasan pemangsa daging.
Green kembali menoleh, dan berbeda saat menyenggol orang-orang. Green menabrak dengan kencang waktu pria berkacamata tebal tersebut masih menoleh ke arah belakang. Dadanya cukup dingin dan sakit di bagian bokongnya.
"Baju gue," keluh Green.
Tanpa sadar, Green menabrak seorang wanita berambut panjang bergelombang berwarna hitam sekelam malam. Saat itu juga mereka berhasil menyusul Green. Wanita tersebut terduduk dengan tangan yang berusaha menyangga tubuhnya. Mereka yang menyusul tidak membantu Green ataupun wanita yang sedang terduduk, melainkan semakin maju dan semakin mengerumuni keduanya. Green kaget bukan main saat salah satu kaki yang menggunakan heels dengan tinggi dua senti menginjak tangan gadis itu. Seketika ia melupakan bajunya yang sudah berubah warna menjadi cokelat dan berbau manis.
"Arrggghh!" teriaknya.
Green mendengar erangan kesakitan, saat itu juga Green mencoba untuk berdiri secepat mungkin dan membantu wanita berkaos pink tersebut.
Green mengulurkan tangan dan berkata,
"sini gue bantu berdiri dan gue yang bakal bayar pengobatan tangan lo."
Dengan cepat dia menepis tawaran Green. "Gak! Gue gak butuh bantuan lo! Pergi," ucapnya sedikit lemah dan penuh penekanan.
Green cukup tercengan dan melihat gadis tersebut dibopong temannya masuk ke dalam Cafe bernuansakan cokelat. Dia langsung menoleh, berkacak pinggang tanpa berkata apapun. Membuat mereka pun sedikit takut melihat ekspresi Green yang tidak biasanya. Lantas tanpa peduli dengan mereka, Green ikut masuk ke dalam.
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡ