
Andrea sedari tak memalingkan wajahnya dari sosok Nayra yangs selalu mengejar langkah Abian. Perempuan itu menghembuskan nafasnya pelan kala Nayra balik badan kembali ke kelas setelah lelah mengikuti Abian.
Andrea mencekal lengan Nayra yang masuk dengan wajah masamnya, "Nayra, lo ngapain ngintilin Abian mulu?" To the point dengan apa yang ingin ia katakan kepada Nayra.
"Apaan sih Ya?" Menepis tangan Andrea yang mencekalnya.
Andrea bersedekap dada dengan tatapan mata yang terarah pada Nayra, "Lo gak tahu kalau Keyla udah jadian sama Abian? Lo kan cuma masa lalunya doang" Mengatakannya dengan begitu serius.
"Ya gue cuma--"
"Gue ga level ya temenan sama cewek gatel, asal lo tahu" Memotong dengan langsung.
Nayra diam mendengar apa yang Andrea katakan padanya, ia lalu berdecih memandang pada Andrea dengan tatapan tajam, "Dan asal lo tahu, Keyla itu cewek gatel" Berkata dengan sarkas.
"Gak tuh" Andrea menyahut, "...dia kan deketin Abian emang pas Abiannya aja gak punya cewek. Lah elo?" Memandang Nayra dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan, "Mending lo jauhin deh Abian, dia juga udah gak tertarik lagi sama lo" Andrea melangkah menjauhi Nayra namun berhenti du langkah ketiganya dan menatap pada Nayra.
"Gue udah cukup bersabar pas tahu kenapa kalian putus, gue udah sabar lho Nay. Dan sekarang lo dengan seenak jidatnya pengen Abian balik ke lo. Gue yang bakal nolak duluan" Memperingati perempuan itu dengan nada serius.
. . .
Setelah kejadian Keyla menemukan foto kebersamaan Abian dan Nayra, hubungannya dengan perempuan itu menjadi tak baik. Nayra terus menerus menatapnya tak suka dimana pun dan kapan pun.
"Sasimo lo? Deket ama Rama jadian ama Abian." Keyla yang saat itu baru balik dari kelas Abian kembali mendengar cibiran dari mulut Nayra.
"Gue meragukan lo cewek baik-baik." Ucap perempuan itu lagi pada Keyla yang hanya diam di tempatnya berdiri, "Gue nggak terlalu masalah ya Key pas deket ama Rama, tapi ini Abian. Lo berurusan sama gue."
"Lo siapanya Abian emang?" Keyla berkata jujur ia muak dengan omongan yang Nayra lontarkan padanya. Perempuan itu menyilangkan tangannya di depan dada,"Ceweknya? Bukan. Istrinya? Moga cepet bangun deh lo dari mimpi."
Mata Nayra mrmbulat mendengar ucapan Keyla yang sudah berani menjawabnya, "Udah berani ya lo sekarang." Mendorong bahu perempuan mungil itu.
"Gue gak takut sama lo." Bertahan di posisinya, "Jangan lo pikir gue nggak bisa ngelawan, gue gak suka sama yang main tangan." Kini Keyla maju, ia membalas mendorong bahu Nayra.
"Bit*h" Menatap semakin tak suka pada Keyla.
"Buktinya lo mau-mau aja ngasih badan lo ke Abian." Berkata setelah ia tak sengaja melihat Abian yang mencium Keyla di taman.
Keyla diam sejenak, ia tak sangka bahkan hal yang mereka lakukan di luar sekolah bisa Nayra ketahui, "Lah gue ceweknya, punya masalah apa lo? Kalau gue murahan emang ngerugiin lo? Kalau gue kasih badan gue ke Abian emang lo bakal bangkrut? Nggak kan?" Tak kehilangan kata-kata untuk menjawab Nayra.
"Lo--"
"Apa yang gue lakuin sama Abian bukan urusan lo sama sekali." Ucap Keyla lalu pergi dari situ.
Kantin...
"Aduh kalau mau jadi pelakor gak usah cantik-cantik banget kali. Cukup punya kemampuan gatel dah cocok tuh." Nayra terdiam kala suara Andrea menyambutnya di kantin dengan suaranya yang nyaring. Ia tahu jikalau yang Andrea sindir adalaj dirinya.
"Susah ya, kalau cewek gatel pengennya digaruk mulu ama cowok orang. Upssie" Mengatakannya dengan wajah angkuh. Andrea kemudian menatap pada sahabat-sahabatnya yang lain, "Pengen punya pacar gak? Jagain nih cowok orang, tipsnya tinggal tingkatin skill gatel doang kok" Ucapnya seakan memberikan tips yang bermanfaat.
"Emm, boleh tuh. Ada bapak Keenan yang mau gue deketin." Olivia berkata sembari menatap pada Keenan yang sedari tadi hanya diam menyimak.
"Dih kagak usah bawa bokap gue ya sialan" Keenan menatap kesal pada Olivia.
"Eh bapaknya Keenan beneran ganteng, gue ada follow instagramnya lhoo"
"Unfollow gak? Gue lempar lo ya pake nih sendok" Keenan berancang-ancang melempar sendok yang ia pegang.
"Apa siiih nak? Calon mama baru lo nih gue" Olivia menoel dagu Keenan menggoda.
"Najis iyuhh, muka lo masih kek babu di rumah gue."
Olivia membulatkan matanya mendengar itu, "Sialan lo ya Nan" Mencubiti pinggang lelaki itu.
Nayra, perempuan itu tampak menatap iri pada meja yang ditempati oleh circle Andrea. Ia kemudian memandang pada couple Abian-Keyla yang tampak seru berbincang. Ia iri.