
Motor milik Kris sudah terparkir di halaman sekolah, begitu pula disebelahnya sudah ada motor milik Bara.
Bara dan Kris lalu berjalan beriringan menuju kelas, setiap melewati teman sekolahnya, Kris selalu menjadi pusat perhatian. Kali ini terdapat tatapan berbeda dari teman-temannya. Kris agak risih mendapat tatapan seperti itu.
"Ngapain pada ngeliatin Kris kaya gitu?" tanya suara perempuan dibelakang Kris, membuat Kris cepat-cepat menoleh, sayangnya bukan Anaya, itu hanya Risa.
semua anak yang tadinya menatap Kris langsung mengalihkan pandangan, mereka takut berurusan dengan Risa, si anak kepala sekolah.
"Kris ayo jalan, malah bengong," ucap Risa sambil berjalan di depan Kris, Kris bingung kenapa hari ini Risa terlihat jutek, lalu mengikuti langkah Risa.
Risa tersenyum senang setelah Kris mengikuti langkah kakinya.
"Ini pasti gara-gara artikel yang dimuat sama Anaya," ucap Risa sambil pura-pura berdecak sebal
"Kan yang nyuruh elu," ucap Bara dengan penekanan disetiap kata-katanya. Bara tak terima Anaya dituding seperti itu.
"Iya yang nyuruh kan elu," ucap Raya yang tiba-tiba ada di sebelah Bara, Bara pun mengerjap kaget.
"Kebiasaan muncul tiba-tiba," gerutu Bara
"Hey Hey Hey, jadi lu pada nyalahin gue gitu? Anaya nya aja yang mau-an, lagian dia juga gak minta ganti topik," ucap Risa sambil berhenti lalu menghadap Bara dan Raya.
"Lu liat gak Anaya sempet nolak, lu gatau kan Anaya sampe sakit gara-gara mikirin tuh artikel?" tanya Raya sambil melotot ke arah Risa
"Fisiknya aja yang lemah baru segitu udah tepar," bentak Risa
"Jadi lu ngehina Anaya gitu? Lu keliatannya benci banget sih sama Anaya? Punya masalah apa sih lu sama dia?" tanya Raya matanya berkilat marah
"Oh, gue tau, lu suka sama Kris kan? lu takut kalau Kris sama Anaya ja—" belum sempat Raya menyelesaikan kalimatnya, Raya sudah dihadiahi tamparan keras dari Risa
Semua orang menatap ngeri ke arah mereka, Risa pun jadi gelagapan, dia menampakkan dirinya yang asli didepan Kris. Raya mendengus kesal, dia maju, hendak menampar Risa, namun Risa menghindar, membuat Raya terhuyung.
Raya tersenyum, lalu bangkit dan menatap Risa dengan lekat.
"Lu berani jelekin Anaya lagi, kita Liat apa yang bakal terjadi," ucap Raya sambil meninggalkan Risa, diikuti oleh Bara dan Kris.
Namun langkah Kris terhenti, tangannya di tahan oleh Risa yang sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca, berusaha membuat Kris kasihan padanya.
"Gue gak bermaksud gitu, lu pasti ngerti, gue lagi emosi aja hari ini—" ucapan Risa terhenti begitu Kris memegang tangannya dan melepaskan tangan Risa yang memegang erat tangan Kris.
"Semerdeka Lo aja," ucap Kris lalu meninggalkan Risa yang beberapa kali meneriaki Kris.
Risa lalu menghapus air mata buaya nya, Risa pun buru-buru menelpon seseorang.
"Halo?" sapa Risa
"Kenapa nona manis?" tanya seseorang di sebrang telpon
"Gue mau minta bantuan Lo," balas Risa
"Ada apa lagi hm?"
"Gue minta lu ancurin seseorang gimana pun caranya,"
"Oke sebut aja namanya,"
"Gue kirim lewat Massage,"
setelah itu pun telponnya ditutup dan Risa mulai mengetikan nama seseorang.
***
Kring... Kring... Kring...
Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa mulai berhamburan meninggalkan kelas mereka masing-masing. Namun Kris, Bara, dan Raya sepertinya sedang membicarakan sesuatu.
"Gue kangen Anaya," ucap Raya, Kris lalu mengangguk
"Heh? Kris, Lu juga kangen Anaya?" tanya Raya menatap Kris dengan tatapan Jail
Kris yang sadar atas tindakannya pun menggeleng cepat, menyembunyikan hal yang sebenarnya.
"Gue cuma lagi denger musik nih, enak banget," ucap Kris sambil kembali mengangguk-angguk
"Tapi Kris, earphone lu sama hp lu gak nyambung," ucap Bara sambil menahan tawa
Kris pun melotot melihat earphone nya yang tidak tersambung dengan handphone nya, terbongkar sudah.
"Ah tau ah rese," ucap Kris sambil menggendong tas nya, membuat Bara dan Raya tertawa
"Kita mau jengukin Anaya, lu mau ikut apa ngga?" tanya Bara, Kris hanya mengangkat kedua bahunya
"Gue ikut, tapi cuma sebatas nemenin Bara, kasian dia cowok sendiri ngadepin dua cewe," ucap Kris lagi-lagi menutup Fakta
"Nye Nye Nye," balas Raya
Namun saat mereka hendak keluar kelas, langkah Kris terhadang oleh Risa.
"Kris, kumpul OSIS sekarang," ucap Risa setengah panik
"Gak ada jadwal rapat hari ini," Kris mengedikkan bahunya tak acuh
"Dadakan Kris, Bu Ely langsung yang minta," ucap Risa
"Gue mau jenguk Anaya," ucap Kris tegas sambil melangkahkan kakinya, namun tangannya ditahan oleh Bara
"Urusin dulu OSIS Kris, gue yakin, Anaya bakal ngerti," ucap Bara
Kris beralih menatap Raya yang hanya terdiam dan mengalihkan pandangan.
"Yaudah, cepetan," Kris langsung berjalan mendahului Risa.
Raya dan Bara buru-buru melangkah ke lapangan parkir. Bara dan Raya langsung menaiki motor Bara, dan Bara mulai mengendarai motornya.
"Ray?" tanya Bara disela keheningan diantara mereka berdua
"Bukannya Lo sama Risa itu sepupu an?" tanya Bara
"Terus? menurut lu gue harus belain sepupu gue gitu? yang udah jelas-jelas salah," kesal Raya
Tak lama, mereka pun sampai di rumah Anaya, Raya dan Bara buru-buru menghambur untuk mengetuk pintu rumah Anaya.
cklek
Pintu rumah Anaya pun terbuka menampakan wanita cantik dewasa, wajahnya sedikit mirip dengan Anaya, Raya dan Bara berfikir itu kakak Anaya.
"Assalamualaikum kak," ucap Raya dan Bara lalu mencium tangan mama Anaya.
"Kak? ini mama Anaya," Mama terkekeh, lalu Raya dan Bara berpandangan sambil tersenyum canggung
"Maaf Tante," ucap Raya sambil terkekeh
"Abisnya awet muda," timpal Bara
"gak apa-apa, panggil mama aja ya, ayo masuk," ucap mama Anaya sambil mempersilahkan.
"Kamar Anaya itu sebelahnya foto keluarga," ucap mama sambil meninggalkan mereka
"Makasih ma,"
Raya dan Bara langsung setengah berlari ke kamar Anaya dan membuka pintu kamar Anaya, Anaya yang semula berbaring pun langsung terduduk.
"Anaya gue kangen," ucap Raya sambil memeluk Anaya
"Anayaaa," Bara merentangkan tangannya hendak memeluk Anaya juga
"Bukan muhrim," Raya melotot, Anaya terkehkeh saja, setelah itu, Anaya celingukan seperti mencari sesuatu
"Kalian berdua aja?" tanya Anaya
"Kenapa? ngarepin Kris ikut?" tanya Bara damn tersenyum jahil
"Eh enggak kok, apaan sih," Anaya menggelengkan kepalanya seolah mengelak, tapi pipinya bersemu membuat kebohongannya terpancar jelas.
Tak lama pintu kamar Anaya terbuka lagi, mama nya membawa beberapa camilan dan jus lalu diletakkan di nakas Anaya.
"Thanks mom," ucap Anaya, Mama nya lalu tersenyum
"aduh mama, gak usah begini, kan aku jadi seneng," ucap Bara yang tanpa malunya mengambil jus yang sudah dibuatkan mama
"Hahaha siapa dulu? mama, yaudah mama tinggal ya," ucap mama sambil keluar kamar
"Kalau aja Kris tau mama lu sebaik dan sesupel ini, dia bakal sering datang ke sini," ucap Bara sambil menyeruput minumannya
"Hah?" tanya Anaya dan Raya barengan membuat Bara tersadar, lalu menggigit bibirnya
"Nothing," balasnya sambil tertawa garing.
***
Kris sudah sering melihat jam nya, namun bu Ely belum menampakkan dirinya, padahal Bu Ely adalah orang yang tepat waktu dan tepat janji.
"Risa, Bu Ely nya mana? kok lama banget?" tanya Kris sambil melihat jam tangannya dengan gusar
"Lah siapa yang bilang Bu Ely mau ikut rapat?" tanya Risa sambil tersenyum jahil, mata Kris sudah melotot, jarinya pun dikepal kuat
"Bu Ely yang minta ada rapat hari ini, maksud gue tuh lu yang mulai rapatnya," ucap Risa sambil menggeleng
"Kenapa gak bilang dari tadi?" tanya Kris sambil mengacak rambutnya sendiri
"Lu nya aja gak nanya," balas Risa sambil terkekeh
Kris lalu menyambar jaket dan kunci motornya, setelah itu, dia bergegas meninggalkan Risa dan anak OSIS lainnya.
"Kris! Lu mau kemana? ini rapatnya gimana?!" teriak Risa, sedangkan Kris hanya mengedikkan bahunya enteng
Dia lalu melesat meninggalkan sekolah, tujuannya saat ini adalah, rumah Anaya.
Sesampainya dirumah Anaya, Kris buru-buru mengetuk pintu rumah Anaya, kali ini pintu dibukakan oleh Adlan, kakak Anaya.
"Masuk, yang lain ada di kamar Anaya, kamarnya yang dideket foto keluarga," ucap Adlan sambil mempersilahkan
"Makasih,"
Kris langsung berjalan ke kamar Anaya, saat membuka pintu, dia melihat Anaya, dan Raya sedang tertidur sambil berpelukan, sedangkan Bara tertidur di karpet dengan komik menutupi wajahnya.
Kris tersenyum melihat Anaya yang tertidur dengan pulas, bahkan saat tertidur pun bibir Anaya tersenyum sempurna.
"Kris?" tanya Anaya, namun matanya terpejam
"Apa?" tanya Kris dibuat sedatar mungkin
"Kris," panggil Anaya lagi, mungkin Anaya mengigau
Kris cepat-cepat menyentuh dahi Anaya, untuk memastikan suhu Anaya tidak tinggi, namun, begitu tangan Kris menyentuh dahi Anaya, Anaya terbangun.
"Kris, ngapain?" tanya Anaya, buru-buru Kris mengangkat tangannya
"Ada nyamuk," balas Kris sambil berdehem
Situasi menjadi canggung, namun Kris buru-buru menghampiri Bara dan membangunkannya.
"Bro, udah sore, pulang," ucap Kris sambil mengguncang tubuh Bara, Bara pun terbangun
"**** ketiduran, ayo pulang," ajak Bara pada Kris
"Anaya, gue pinjem komik lu ya?" pinta Bara, Anaya mengangguk sambil tersenyum, Bara pun bangkit dari duduknya
"Bar, itu Raya gimana?" tanya Kris
"Mau nginep katanya," balas Bara sambil meninggalkan kamar Anaya
"Nay, cepet masuk sekolah," ucap Kris sambil mengikuti Bara.
Setelah Kris dan Bara tidak terlihat, Anaya tersenyum lebar lalu kembali memejamkan matanya.