Different With You

Different With You
Hal tak terduga



jam sudah menunjukan pukul 07.45 malam, Anaya sudah siap dengan hoodie kesayangannya berwarna hijau tua dengan dekorasi panda ditengah hoodienya.


Anaya menyelempangkan tasnya dan perlahan keluar dari kamarnya.


"Mau kemana non?" tanya asisten rumah Anaya, bi Sum


"Eh bi Sum, Anaya mau ke rumah temen nih, hehe," balas Anaya


"Berangkat sama siapa?" tanya mama dari belakang tubuh Anaya


Anaya merasa dirinya dikepung sekarang padahal untuk anak lain biasanya jam 07.45 malam belum terlalu malam kan untuk berpergian? Ah mungkin ini karna Anaya anak terakhir.


"Sama Kris ma, iya, mau kerumah Raya," balas Anaya yang tentu saja membual


"Yaudah, jangan kelamaan, jam 9 harus udah pulang lagi ya? kecuali kalau emang mau nginep dirumah Raya," pinta mama


"Iya ma," balas Anaya


Untunglah mama tidak mengantarkan Anaya sampai kedepan rumah, jadi secepatnya Anaya menaiki angkutan umum.


Anaya melihat google maps, sekitar 15 menit untuk sampai ke alamat yang dikirim Moyra.


Tak lama kemudian Anaya turun dari angkutan umum, kemudian berlari menuju gerbang rumah Moyra.


"Pak, saya mau bertemu dengan Moyra," ucap Anaya dengan nafas tersengal


"Anaya lu lagi ngapain?!" tanya Kris yang tiba-tiba sudah ada di samping Anaya dengan Tote bag yang dia jinjing


Anaya terbelalak kaget, seraya menelan salivanya dengan susah payah, bagaimana ini? Anaya melihat Moyra yang sedang menuruni tangganya, dan berjalan menuju Anaya, Anaya tidak memiliki banyak waktu untuk menjelaskan semuanya.


"Kris, gue mohon lu bawa motor lu jangan sampai Moyra lihat," pinta Anaya dengan wajah yang mulai dibanjiri keringat


"Tapi kenapa?" tanya Kris curiga


"Kris percaya sama gue," pinta Anaya, Kris lalu mengangguk mungkin keadaannya benar-benar mendesak


Kris lalu membawa motornya sedikit menjauh dari rumah Moyra, dan dia menemukan persembunyian yang pas untuk tetap mengawasi Anaya.


cklek


Gerbang rumah Moyra terbuka, terlihat jelas Moyra yang sedikit berantakan dengan rambut yang mencuat kemana-mana, mulutnya bau alkohol, serta langkah yang sedikit oleng.


"Datang tepat waktu ternyata," Moyra terkekeh, sedangkan Anaya malah menunjukkan senyum lega karna Moyra datang setelah Kris pergi


"Hey, senyum lu kenapa? Lu nyembunyiin sesuatu dari gue?" tanya Moyra, Anaya menggeleng sambil berekspresi datar


"Oh lu bisu?" Moyra terkekeh pelan "Bisanya cuma ngangguk, geleng sama senyum ya?" tanya Moyra


"Udah lah ya Moyra, sekarang juga bebasin Raya sama Bara," ucap Anaya dengan kesal, membuat tawa miris dari Moyra mengisi keheningan dan dinginnya malam


"Maksud Lo? sesuai perjanjian?" tanya Moyra sambil menyandarkan tubuhnya di pinggiran pagar rumah


"Kenapa? Lu mau ingkar janji? Lu bukan pecundang kan?" tanya Anaya sambil berpangku tangan agar terlihat lebih menantang


"Oh! Anaya lu yang gak nepatin janji lu, dan kata pecundang itu pantas buat lu," Moyra menggoyang-goyangkan jarinya


deg


Entah kenapa perasaan tak enak muncul dibenak Anaya, firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu padanya.


sedetik kemudian, Moyra menarik Anaya masuk dengan kasar, Moyra lalu mengambil pisau daging dan mengarahkannya ke leher Anaya.


"KRIS KELUAR LU! GUE TAU LU LAGI SEMBUNYI DIHALAMAN GUE!" teriak Moyra, namun Kris tak kunjung datang juga, Moyra lalu tersenyum bodoh, tentu saja, Moyra tidak akan melupakan ancaman jitunya


"Moyra lepasin gue," pinta Anaya sambil berusaha menyikut tubuh Moyra


"Diam, atau leher lu robek sekarang?!" tanya Moyra setengah berbisik membuat Anaya yang memberontak menjadi diam kaku


"KRIS SINI LU! ATAU LU GAK AKAN PERNAH BISA LIAT ANAYA LAGI," ancam Moyra


Benar saja, tak lama kemudian Kris muncul dengan langkah tergesa-gesa, membuat Anaya membelalakan matanya, Kris pasti gila, bukannya Anaya menyuruhnya pergi tadi


Moyra tersenyum penuh kemenangan, jebakannya berhasil! Kris terus berjalan pelan mendekati Moyra.


"Semakin maju lu kesini, semakin deket pisau ini ke leher Anaya," ancam Moyra, membuat langkah Kris terhenti.


"Oke, mau lu apa?" tanya Kris, Moyra menyeringai penuh kemenangan mendengar hal itu


"Tapi—" ucapan Kris terhenti begitu tangan Moyra menggoreskan luka dileher Anaya


"Aw," erang Anaya kesakitan


"MOYRA LU UDAH GILA?!" tanya Kris dengan suara menggelegar


"satu bantahan, satu goresan, bayaran yang setimpal," ucap Moyra sambil sedikit menjauhkan pisau itu, nafas Kris menderu mendengarnya


"Oke! Kalau lu mau gue, gue siap, tapi bebasin Anaya sama temen-temen gue yang lain," ucap Kris, dengan cepat Moyra melemparkan kunci rumahnya pada Kris


"di ruang bawah tanah, kamar paling pojok," ucap Moyra, Kris menyambar kunci itu.


"Lepasin Anaya!" ucap Kris, Moyra menggeleng


"Gue bakal suruh dia pulang duluan," ucap Moyra


"Gue yang bakal anter dia pulang," bantah Kris


cres


satu goresan dari pisau, berhasil melukai leher Anaya lagi, membuat Anaya mengerang tertahan.


"Udah gue bilang, satu bantahan satu goresan," balas Moyra


"Kris, cepet cari Raya sama Bara," pinta Anaya


Setelah mendecak, Kris langsung berlari menuju rumah Moyra untuk mencari Bara dan Raya.


Anaya dilepaskan begitu saja oleh Moyra, Anaya membuka Hoodie nya untuk menutupi lukanya.


"Pulang lu! dan inget, sedikit aja lu deketin Kris, gue gak akan segan-segan buat hancurin lu," ancam Moyra


"Oke! Selamat menikmati hubungan tanpa perasaan," ucap Anaya sambil menaiki salah satu angkutan umum


***


Kris terus mencari didalam rumah Moyra, Kris menemukan kamar di paling pojok ruangan, buru-buru Kris membukanya. Benar saja, Raya dan Bara tengah terkulai lemas disana.


"RAYA! BARA!" panggil Kris sambil membuka ikatan tangan mereka


Disekujur tubuh Bara ada banyak luka yang menghitam akibat luka lama yang tak disembuhkan.


Bara pun bangkit, Kris menggendong Raya yang sudah sangat lemas.


"Kalian gak dikasih makan?" tanya Kris, Bara menggeleng


"Tadinya iya, tapi karna kita nyoba kabur, kita gak dikasih apa-apa," balas Bara sambil terkekeh


"Jangan kerumah sakit, ke kantor polisi aja," ucap Raya sambil terisak dipunggung Kris


"Ya bener, aduin aja gue ke polisi, paling juga nge Boomerang kekalian, karna gue punya pengacara yang handal," ucap Moyra setengah menyombong


"Cewek sampah," ucap Raya sambil berlalu, membuat lidah Moyra tiba-tiba menjadi kelu


Kris menggendong Raya sampai sebuah taksi menghampiri mereka, Kris mendudukan Raya kedalam taksi tersebut. Kris lalu memberikan uang pada Raya untuk nanti ia membayar taksi.


"Bara, ibu lu ada dirumah, jadi kita pulang ke rumah gue aja ya?" ajak Kris


"Terserah deh, kemana aja, asalkan gak disini," ucap Bara, Kris mengangguk


Kris lalu membawa motornya untuk membawa Bara kerumahnya.


"Bara maafin gue, gue telat, gue buntu mikirin dimana kalian dikurung," ucap Kris, Bara menoyor kepala Kris


"Lu bisa minta maaf es?" tanya Bara, Kris mengedikan bahu tak acuh


"Suka-suka gue dong," balas Kris membuat Bara menyesal telah mengatakannya


"Eh Anaya gak ikut?" tanya Bara, Kris tersenyum miris mendengarnya


"Dia yang sebenernya nyelamatin kalian berdua, nanti gue ceritain,"


***