
Anaya memasukkan puding yang sudah dia bawa kedalam tas nya, hari ini memang hari libur, tapi Anaya berniat pergi kerumah Raya bersama Bara dan Kris.
tok... tok... tok...
Suara pintu rumah Anaya diketuk, dengan setengah berlari Anaya membuka pintu itu, Kris sudah ada didepannya dengan helm yang tidak dia buka.
"Mau pergi sekarang?" tanya Kris
Anaya mengangguk lalu bergegas keluar rumah, membuat Kris sedikit menyipit melihatnya.
"Kenapa?" tanya Anaya sambil mengunci pintu rumah
"Manis," gumam Kris
"Hah? gak kedengeran," ucap Anaya setelah mengunci pintu
Kris yang menyadari gumamannya segera menggeleng dan tersenyum, membuat Anaya mendecak malas.
"Ayo," ajak Anaya
Kris mengangguk lalu memberikan satu helm pada Anaya, Anaya langsung memakai helm itu dan duduk dibelakang Kris.
"Udah?" tanya Kris
"Apanya?" canda Anaya
"Duduknya," balas Kris
"Duduk dimana?" tanya Anaya
"Anayaaaa," Kris terkekeh pelan
"hahaha iya udah," ucap Anaya
"Woy cepetan! Pacaran Mulu!" teriak Bara dari sebrang
"Siapa juga yang pacaran," ucap Anaya
"Kita emangnya gak pacaran?" tanya Kris
"Apaan sih udah ayo jalan," ajak Anaya
Kris hanya terkekeh begitu melihat wajah Anaya yang bersemu dari spionnya, setelah itu, mereka pun pergi kerumah Raya.
***
"I'M FEELING GOOD," suara yang begitu nyaring terdengar dari kamar Raya, ya begitulah Raya, tiap kali dirinya sendiri dirumah selalu saja karaokean sepuasnya sampai tetangga sebelah menegurnya.
tok... tok... tok...
Suara pintu rumah Raya diketuk, membuat Raya yang tengah karaokean berdecak sebal.
"Tumben pak Usop mau negur ketuk pintu dulu," ucap Raya
Raya kemudian bergegas menuju pintu rumah lalu membukakan pintu. Betapa terkejutnya Raya begitu melihat Bara, Kris, dan Anaya.
tunggu!
"AAAAAAAAAAAA," teriak Raya begitu sadar kalau dirinya hanya memakai tank top
Tanpa mempersilahkan mereka untuk masuk terlebih dahulu, Raya berlari kedalam rumah, mencari baju yang tadi dia pakai.
Tak lama kemudian, Raya keluar dengan menggunakan kaus pendeknya.
"Ray, gue baru percaya kalau lu cewek," kekeh Bara begitu melihat Raya
"Apaan sih, dasar otak kotor," kesal Raya
Raya lalu menatap Anaya dengan berbinar, sungguh, Raya sangat merindukan Anaya.
"Raya, maafin gue," ucap Anaya
tanpa membalas, Raya langsung memeluk Anaya dengan erat sambil tersenyum haru, ternyata rindunya selama ini bisa terbayar.
"Gue kangen," ucap Anaya
"Gue lebih kangen," balas Raya sambil melepas pelukan
"Kris gue kangen," ucap Bara menirukan Anaya
"Ga nanya," balas Kris sambil menjulurkan lidahnya
"Yeu dasar lu," Bara memukul bahu Kris pelan
"Masuk buruan," ucap Raya
Mereka pun masuk ke rumah Raya, Anaya dan Kris terkejut karna rumah Raya yang luarnya terlihat minimalis ternyata dalamnya sangat besar, Raya pun terkekeh melihat Anaya dan Kris yang sedang melongo.
"Mangkanya segala sesuatu tuh jangan diliat dari cover," ledek Bara, Raya hanya menggeleng mendengarnya
"Perasaan gue, lu juga sama pas kesini kaget," ucap Raya
"Skak mat," bisik Kris ditelinga Bara
"Ih apa sih geli," Bara mengibaskan tangannya disamping telinga
"Ray, gak nawarin minum?" tanya Anaya, Raya berpangku tangan sambil menatap Anaya
"Heh, emangnya gue babu?" tanya Raya
"Tamu adalah raja," ucap Anaya
"Mana ada Raja kayak lu Nay," Raya menggelengkan kepalanya dan langsung dihadiahi lemparan bantal sofa dari Anaya, namun Raya berhasil menangkapnya.
"Nice," ucap Bara mengapresiasi tangkapan Raya
"Lebay skip," ucap Anaya dan Raya bersamaan, Bara hanya bisa mengelus dada
"Mau minum apa teman-teman seperanjiran ku?" tanya Raya
"Gue jus jeruk," ucap Kris
"Sama," timpal Bara
"Gue susu coklat aja," ucap Anaya
Raya menatap teman-temannya dengan tatapan datar, ini rumah Raya bukan kedai yang menyediakan semua minuman.
"Yaudahlah air putih aja," ucap Raya sambil melenggang kedapur
"Gak ada akhlak," ucap Kris
"Ray, keluarga lu kemana?" tanya Anaya
"Lagi keluar," balas Raya dari dapur
Anaya bangkit lalu menghampiri Raya yang sedang menuangkan air putih. Anaya membuka kulkas Raya tanpa permisi, seolah-olah di rumahnya sendiri.
"Bagus ya, anggap aja rumah nyokap lu," ucap Raya, Anaya terkekeh
Namun Anaya tidak menemukan apa-apa dikulkas selain sirup dan beberapa bahan untuk masak.
"Lah gak ada camilan?" tanya Anaya, Raya terkekeh menang tidak sia-sia dia menyembunyikan camilannya
"Camilan gue markasnya disini," ucap Raya sambil membuka salah satu lemari piring yang ternyata isinya camilan semua.
"Banyak banget," ucap Anaya
"Ambil aja semua," balas Raya
Anaya lalu menarik keranjang jumbo itu dan membawanya.
"***** beneran diambil semua, padahal niatnya bercanda," ringis Raya, Anaya hanya meleletkan lidahnya.
Anaya dan Raya bergegas ke ruangan, Raya membawa 4 gelas air putih dan Anaya membawa sekantung camilan.
"Wih camilan tuh," ucap Bara sambil berbinar menatap keranjang yang dibawa Anaya
Kris langsung beranjak dan mengambil camilan yang dibawa Anaya. Membuat Raya yang melihatnya baper seketika.
"Coba ya Bara, lu tuh kaya si Kris perhatian dikit," ucap Raya kearah Bara yang sibuk mengganti channel tv
"Siapa lu?" tanya Bara, membuat Raya geram ingin menerkam
Mereka lalu duduk melingkar mengelingi camilan.
"So, Nay, sejak kapan lu sadar?" tanya Raya sambil terkekeh membuat Anaya tersenyum malu
"Sebenernya udah agak lama, cuma karna ada something gue pura-pura masih musuhan sama kalian," ucap Anaya
"Kok lu gak bilang-bilang?" tanya Raya
"Gue yang suruh," balas Kris, Raya menatap Anaya, dan Anaya hanya mengedikkan bahu sebagai jawaban
"Udah ketahuan siapa yang nyebar?" tanya Bara, Anaya mengangguk
"Sabrina," balas Anaya
"Hah?! Sabrina?! Kok bisa? bukannya dia care banget ya sama lu? Yakin bukan Risa yang nyebar?" tanya Raya
"Gue denger sendiri kali ini," balas Anaya
"Ihhhh ngeselin banget sih Sabrina tuh," kesal Raya
"Tapi dia cuma suruhan," ucap Kris
Semua yang semula fokus pada pemikiran masing-masing langsung beralih menatap Kris.
"Maksudnya?" tanya Raya
"Ya dia disuruh orang buat lakuin itu," balas Anaya
"Siapa yang suruh?" tanya Bara
"Justru itu kita kesini," Ucap Anaya dan Kris bersamaan
"Lu aja yang ngomong," kekeh Kris, Anaya mengangguk
"Jadi ye, Sabrina tuh kedengeran ya terpaksa deh ngelakuin itu, soalnya dia diancam juga," ucap Anaya
Bara dan Raya mengangguk-angguk, sekarang mereka mulai paham.
"Terus?" tanya Raya
"Gue kesini mau minta bantuan sama Lo, sama Bara," balas Anaya
"Bantuan apa?" tanya Bara mengernyit heran
"Lu berdua kan jago ya soal nyelidikin sesuatu," ucap Kris
"Nah kita minta tolong, lu selidikin apa yang terjadi sama Sabrina sebenernya," lanjut Kris
"Urusan gampang," kekeh Bara
"Jangan gegabah Bara, kita sama sekali gatau siapa Sabrina," ucap Raya, Anaya mengangguk-angguk mengiyakan.
"Informasi apa kira-kira yang bakal fokus kita gali? soalnya kan gak mungkin kita nguntit si Sabrina kemana aja," ucap Raya
Anaya berpikir sejenak, kalau tidak salah ancamannya itu tentang ibu Sabrina.
"Selidikin ibu nya bisa gak?" tanya Anaya, Raya tergelak mendengarnya
"Kita ada urusan sama Sabrina, bukan sama ibunya," ucap Raya
"Yeu dengerin dulu, jadi waktu itu Sabrina diancam kalau gak mau ngelakuin ibunya gak akan dibantu lagi," Anaya menerangkan, kedua temannya itu ber-oh ria saja
"Nanti kita selidikin, sekarang kita makan camilan dulu," ucap Bara sambil membuka salah satu snack
Anaya langsung teringat puding yang dibuatnya dan langsung membukanya.
"Nih gue bawa puding," ucap Anaya
Semua tergelak begitu melihat puding yang Anaya buat, bentuknya sangat tidak oke.
"Puding apa bentuknya gitu," tawa Kris meledak
Anaya yang gemas terhadap Kris langsung menyuapi Kris tanpa izin, membuat Kris terpaksa mengunyah pudingnya.
"Lah kok bisa enak banget," ucap Kris
"Masa sih?" tanya Raya sambil mencicipi puding itu
"Mangkanya jangan diliat dari bentuknya," balas Bara
"Tadi juga lu ikutan ketawa padahal," Anaya menggelengkan kepalanya
Semuanya tergelak, sedangkan Bara hanya mengusap dadanya.