
Kris sudah rapi memakai Hoodie hitamnya, kemudian ia menyambar kunci motornya dan keluar kamar dengan sangat cepat.
"Kris mau kemana kamu?" tanya Papa, Kris hanya melenggang pergi tanpa mengindahkan papanya.
"KRIS!" bentak papanya Kris langsung berbalik menghadap pria paruh baya itu dengan alis terangkat
"Papa tanya kamu mau kemana?" tanya papa sambil mendekati Kris
"Mau ngabulin satu permintaan Kris yang gak pernah bisa papa wujudin," balas Kris
"Jangan bilang kamu... Mau cari Hana?!" tebak papa, tebakan yang pas, Kris mengangguk
"Mama Hana, mama Kandung Kris, dan Kris berhak ketemu mama," ucap Kris sambil mundur beberapa langkah
"Kris! Kamu..." tiba-tiba saja papanya memegang dadanya dengan pergerakan kaku
Kris terbelalak dan langsung menghampiri papanya, tak lama kemudian Alia, ibu tiri Kris datang dan menepuk-nepuk pipi Reno, papa Kris.
"Mas Reno! Mas! Minggir kamu Kris, anak pembawa sial!" desis Alia sambil terus menepuk pipi Reno
"HARUSNYA KRIS YANG BILANG GITU SAMA TANTE! CEWEK PEMBAWA SIAL!" bentak Kria, membuat Alia tersentak
"Lihat? papa kamu lagi begini bahkan kamu teriak-teriak," decak Alia
Kris mengacak rambutnya frustasi, sambil melihat kearah jam dinding, sudah pukul 18.35, itu berarti 25 menit lagi Kris harus sampai dirumah Moyra.
"Harusnya Tante gak ngerebut kebahagiaan Kris, harusnya Tante sama papa gak pernah pacaran. selamat Tante, Tante berhasil ngebuat Kris jadi anak broken home, dan bikin keluarga Kris hancur berantakan," ucap Kris
"Tetep aja ini salah kamu Kris! Karna yang bikin Tante sama papa kamu kaya gini itu, Kamu sama Moyra, coba kalau kamu sama Moyra gak Deket," elak Alia
Namun tiba-tiba wajah Reno memucat, Reno terus memegangi dadanya yang semakin sesak mendengar perdebatan Kris dan Alia.
"Pergi kamu Kris! Papa kamu makin buruk kondisinya kalau lihat kamu," ucap Alia sambil menatap Kris dengan tatapan jijik.
Kris tersenyum perih begitu mendengarnya, namun sedetik kemudian Kris langsung pergi meninggalkan Alia yang tengah menelpon ambulans.
Kris menghela nafasnya begitu dia sudah berada diatas motor, Kris sebenarnya tidak tega meninggalkan Reno sendirian, tapi jika ia disamping Reno, yang ada ia akan berdebat dengan Alia terus menerus.
Kris memakai helm nya kemudian pergi meninggalkan rumahnya, tujuannya saat ini hanya satu, pergi ke rumah Moyra lalu menemukan mamanya, Kris benar-benar rindu.
***
Moyra menunggu didepan gerbang sambil terus melihat kearah jam tangannya, 5 menit lagi Kris akan datang, namun sepertinya Moyra sangat membutuhkan 'Obat' nya itu.
Saat Moyra hendak meninggalkan halaman rumahnya, motor Kris tiba, membuat Moyra kembali pada posisi semula.
Setelah Kris berhenti, Kris langsung melihat kearah jam tangannya.
"Gue gak telat," Kris mengedikkan bahunya
"I-iya, gue tau," balas Moyra
"Yaudah sekarang lu naek terus tunjukkin ke gue dimana mama gue," perintah Kris sambil menepuk jok motornya
"Gue belum makan, gue lapar sekarang, maksud gue kita makan dulu, baru kita ke mama lu," ucap Moyra sambil menggigiti kukunya dengan gelisah
Moyra mengumpat sejadi-jadinya karna dengan bodoh dirinya terjun ke dunia gelap dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang yang membuatnya selalu gelisah jika tidak mengkonsumsinya.
"Moyra? lu kenapa sih gelisah banget? lu gak bohong kan sama gue?" tanya Kris sambil menatap Moyra dengan tajam
"G-gue gak apa-apa, kan udah gue bilang! Gue cuma lapar," bentak Moyra membuat Kris menautkan alisnya
"Yaudah buruan naek, di pinggir jalan aja ya makannya," ucap Kris, Moyra mengangguk setuju
"Tumben," batin Kris
Moyra dengan cepat merebut helm dari Kris dan langsung memakainya.
Jangan yang jauh-jauh ya? Deket sini aja," ucap Moyra dengan terburu-buru seolah ini sangat mendesak, Kris mengangguk.
Beberapa meter Kris memajukan motornya, mereka langsung berhenti disebuah kios bakso, Moyra pun langsung melompat turun. membuat Kris sedikit menahan motornya agar tidak limbung.
"Mas ada toilet?" tanya Moyra, mas penjual pun mengangguk
"Disana," mas penjual itu menunjuk pintu berwarna coklat, tanpa bilang terimakasih Moyra langsung menghambur kearah toilet itu.
"Anak muda jaman sekarang," Mas penjual tersebut menggelengkan kepalanya
"Maaf ya mas, dia emang gitu," ucap Kris, si mas hanya mengangguk-angguk.
Sementara itu, Moyra kini sedang mengeluarkan semua isi tasnya kelantai kamar mandi, namun tak dia temukan barang yang dia inginkan.
"Argh! Kenapa sih? Dimana sih?!" tanya Moyra, dengan gelisah ia mengobrak-abrik tasnya sambil memegangi tubuhnya yang mulai panas dingin
"Ah ketemu!" Moyra mengangkat pil berwarna putih kemudian meneguknya tanpa minum, sedetik kemudian Moyra menjadi bugar kembali, walaupun sekarang kepalanya agak berat namun rasanya ia senang sekali.
Moyra keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri Kris dengan wajah berseri-seri membuat Kris mengernyit heran.
"Udah gue pesenin, buruan makan, abis itu anterin gue ke tempat mama," ucap Kris Moyra mengangguk.
Moyra memakan baksonya tanpa minat, sudah menjadi hal lumrah baginya jika sudah mengkonsumsi obat itu dia akan kehilangan nafsu makan.
"Kenyang," ucap Moyra sambil mendorong mangkuknya tanpa minat
"Lu kenapa sih? Cuma Ngulur waktu?" tanya Kris sambil memandang Moyra dengan penuh curiga, Moyra hanya tersenyum lebar
"Bayarin, cepet, gue langsung anterin lu sekarang," ucap Moyra, kali ini Kris mengerlingkan bola matanya
Setelah membayar pesanan Moyra, Kris dan Moyra langsung menaiki motor dan pergi ketempat yang benar-benar ingin Kris kunjungi.
"Masih jauh?" tanya Kris setelah beberapa Km ia berkendara
"Berhenti disana," balas Moyra sambil menunjuk sebuah rumah sakit
"Lu gila? Lu mau kerumah sakit?" tanya Kris dengan nada sedikit menyentak, membuat Moyra terkejut
"Bukan gue, mama lu," balas Moyra, membuat Kris membuatnya mengerem dadakan.
"Kebiasaan deh kalau mau gue peluk pasti rem mendadak," ucap Moyra dengan gaya sok tersipu, membuat Kris hampir saja muntah jijik
"Maksud lu apa bilang mama ada disana?" tanya Kris, Moyra menghela nafas sambil memijat dahinya
"Kalau lu penasaran, tanya aja sama dia langsung, lu kira gue petugas rumah sakit tau semua tentang ibu lu?! Gak penting juga buat gue!" bentak Moyra, membuat Kris mengernyitkan dahinya, seketika Moyra menutup mulutnya
"Turun lu, Moyra!" ucap Kris dingin dengan penekanan disetiap katanya
"Kris, gue gak bermaksud–"
"Turun Moyra!"
"Tapi lu gak tau ruang rawatnya—"
"GUA BILANG TURUN! PERLU GUA BANTING?!" bentak Kris membuat jantung Moyra hampir melompat dari tempatnya
"I-iya," Moyra turun dari motor Kris
tanpa melirik lagi, Kris meninggalkan Moyra dipinggir jalan.
Sesampainya Kris dirumah sakit, Kris langsung menuju meja perawat.
"Mbak, ada pasien bernama Hana Marianisa?" tanya Kris
"tunggu sebentar," ucap perawat itu sambil membuka data ruangan pasien
"Oh ini ada, Hana Marianisa dirawat di kamar anggrek nomor 4," ucap perawat itu lagi, setelah mengucapkan terimakasih, Kris langsung berlari mencari ruangan tersebut
Setelah menemukan ruangannya, Kris membuka pintunya perlahan, namun matanya membulat saat melihat apa yang ada diruangan itu.
"Mama?!"
***
Tunggu kelanjutannya yaaaa like & komennya readers biar aku nya semakin semangat nulis 😙