Different With You

Different With You
Kehadiran Moyra



Pagi ini, Raya memutuskan untuk langsung pergi ke sekolah, walaupun keadaannya masih sedikit buruk, tapi di sekolah setidaknya dia tidak merasakan kesepian.


Raya berangkat bersama Anaya, kini mereka sudah berada di koridor sekolah, ramai orang berbisik-bisik, tapi bukan karna Raya atau Anaya.


"Kenapa sih?" tanya Raya sambil menautkan alisnya


"Gatau, udah ayo jalan aja," balas Anaya, sekarang Anaya sudah tidak terlalu memperdulikan ucapan orang lain, karna Anaya belajar dari pengalamannya, terlalu percaya pada orang lain, itu juga buruk.


Raya dan Anaya terus berjalan di koridor, sampai diujung lorong mereka berhadapan dengan seorang perempuan yang membuat mereka terpaksa menghentikan langkah.


Ya, perempuan itu adalah Moyra, Anaya langsung menatap tajam pada Moyra, sedangkan Raya beringsut mundur ke belakang Anaya, mungkin Raya masih trauma.


"Permisi, kita mau lewat," ucap Anaya, namun Moyra bergeming, ia malah melipat tangannya diatas dada, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Anaya


"Lu tau kan? Kris udah milik gue?" tanya Moyra dengan nada yang cukup keras, membuat semua orang yang ada di sekitar mereka refleks menoleh


Anaya merasakan sesuatu yang baru dia rasakan, berdesir di hati namun diiringi rasa nyeri, singkatnya cemburu. Ketika Moyra mengklaim Kris miliknya.


"Fisik Kris milik lu, tapi hatinya?" tanya Anaya sambil menaikkan dagunya


"Bersama gak berarti apa-apa kalau tanpa rasa bahagia," sambung Anaya


saat Anaya hendak meninggalkan Moyra, tangannya ditahan oleh Moyra, Anaya bisa merasakan nafas Moyra yang menderu, namun wajahnya masih tetap setenang air, bagaimana bisa?


"Gimana kalau gue bisa bikin Kris jatuh cinta lagi?" tanya Moyra


Deg!


hal itulah yang selalu ditakutkan Anaya, namun dengan gaya setenang angin Anaya melepaskan cekakan Moyra dengan susah payah.


"Kris bukan orang bodoh yang bakal jatuh dua kali ke orang yang salah," ucap Anaya setelah itu Anaya menuntun Raya untuk masuk kedalam kelas


Sesampainya dikelas, mereka pun duduk bersamaan.


"Anaya tumben lu keren," ucap Raya


"Apasih? Tadi itu gue ngomongnya sambil gemeteran," balas Anaya sambil terkekeh


"Pantes waktu pegangan tangan, tangan lu dingin banget," cibir Raya, Anaya tertawa


***


Moyra menghadap cermin besar yang ada diatasnya wastafel sekolah, Moyra lalu mengeluarkan semua make up yang ia bawa dan menaruhnya dinakas kecil disebelah wastafel.


Moyra memoles bedak pada wajahnya, padahal tadi pagi dia sudah memoles wajahnya berkali-kali.


"Gue cantik, gue bisa lakukan apapun," ucap Moyra sambil terus mendandani dirinya


Namun, saat memakai lipstik, lipstiknya mencuat, membuat dirinya geram. Moyra menjatuhkan semua barang yang dia bawa.


"ARGH!!" ucap Moyra setelah semua barangnya jatuh.


Moyra lalu menggigit bibir bawahnya sambil mencari-cari sesuatu dalam tasnya, tubuhnya gemetar, kemudian Moyra menemukan obatnya. Moyra tersenyum puas


Moyra melihat kanan kirinya tidak ada siapapun yang mengawasinya, kemudian Moyra meminum obat itu.


Tiba-tiba saja wajahnya berubah menjadi ceria lagi Moyra juga memunguti kembali alat make up yang sempat dia jatuhkan tadi, tentu saja dipungut untuk dibuang.


Setelah dibuang Moyra melihat ke arah kanan, Moyra terkejut begitu melihat Sabrina yang juga terkejut melihat ke arahnya.


"Mo-Moyra?" ucap Sabrina dengan nada takut membuat Moyra mendengus malas


"Lu pindah kesini?" tanya Sabrina, kemudian Moyra berpangku tangan sambil menyandarkan tubuhnya di wastafel.


"Kenapa? Gak suka?" tanya Moyra, Sabrina hanya menunduk sebagai tanggapan


"Pengen tau banget ya? urusan gue lah obat apa," balas Moyra kemudian menarik tasnya dan pergi meninggalkan Sabrina.


***


Kris yang baru datang langsung menghampiri Anaya yang sedang asik berbincang dengan Raya.


"Nay, leher lu?" tanya Kris sambil menunjuk leher Anaya, Anaya pun langsung mengerti apa yang ditanyakan oleh Kris


"Leher gue gak apa-apa, udah diobatin juga sama Raya tadi malem, ya kan Ray?" tanya Anaya, Raya mengangguk


"Bara mana?" tanya Raya sambil celingukan


"Hmm nyariin mulu nih," balas Kris sambil tersenyum jahil, membuat Raya takjub, Kris bisa jahil juga, tapi Anaya tidak terkejut karna dia sering melihat kejahilan Kris


"Ekhem!" Kris berdehem pelan, Kris juga bingung kenapa sifat jahilnya mendadak muncul lagi.


"Bara tadi gak ikut dia masih mau istirahat, badannya masih sakit dikit," ucap Kris


"Duduk sendiri dong," ucap Moyra yang tiba-tiba berada disamping Kris, membuat Kris hampir terlonjak, namun membuat kaum Adam dikelas itu menahan nafas


"Cantik," ucap seorang laki-laki dikelas mereka


"Cantik karna make up," kekeh temannya, membuat seisi kelas tertawa mendengarnya, Kris juga mengulum tawa


Moyra mengedarkan pandangannya dengan mata menyipit, membuat yang tertawa langsung bungkam begitu saja.


"Lu ngapain disini?" tanya Kris sambil sedikit menjauhi Moyra


"Gue pindah sekolah lah, biar gue bisa awasin lu terus," balas Moyra sambil mengalihkan pandangannya kearah Anaya


Kris hanya memasang tampang jijik lalu setelah itu Kris berlenggang untuk duduk di bangkunya, tentu saja Moyra ikut Kris duduk.


"Kapan lu mau kasih tau gue dimana mama gue?" tanya Kris menagih janji


"Tante Rani baik-baik aja kok, pulang sekolah gimana? tapi sebelumnya kita nge date dulu atau nganter gue shopping atau nganter gue ke salon at—" ucapan Moyra terpotong begitu melihat ekspresi Kris yang tanpa minat


"Oke nonton aja," Moyra memutuskan sendiri, Kris hanya mengerlingkan matanya lalu beralih menatap Anaya yang sedang membaca komik


Moyra mengalihkan pandangannya untuk melihat Anaya juga, setelah itu Moyra merebut komik milik Anak yang duduk dibelakang nya, setelah itu mulai membacanya juga, namun tetap saja pandangan Kris tak teralihkan.


"Kris," Moyra mengguncang tubuh Kris, membuat Kris menolehkan pandangannya dengan malas


"Panas ya?" tanya Moyra sambil mengumpulkan rambutnya di satu bahu dan mengibas-ngibaskan tangannya


Kris tidak menanggapinya, setelah itu pun Kris mengalihkan pandangannya ke arah Anaya lagi, namun kali ini Anaya tertangkap sedang menatap Kris, membuat Kris mengulum senyum.


Anaya dan Kris menunduk bersamaan dengan pipi bersemu, malu karena keduanya saling memandang dalam diam.


Namun, disini yang tersenyum puas adalah Moyra, dia mengira Kris menunduk malu karena dirinya, padahal sama sekali bukan.


"Lu kalau nunduk malu gitu lucu deh Kris," ucap Moyra membuat Kris tersadar, cepat-cepat dia memasang muka masam


"Selow aja kali Kris, gue tau lu tertarik sama gue sejak—" ucapan Moyra terpotong lagi, Kris merebahkan kepalanya di meja dengan hoodie yang menutup seluruh bagian kepalanya.


"Kris dengerin gue dong," pinta Moyra, namun Kris malah menyumpalkan earphone di telinganya


"Gue ngantuk," ucap Kris sambil memejamkan matanya


Moyra mendecak kesal melihat Kris seperti itu, dulu Kris hangat sekali padanya, bahkan jika Moyra mengatakan satu kata maka Kris akan membalas dengan sebuah kalimat, tidak seperti sekarang.


"Lo berubah sekarang," ucap Moyra kini dengan nada normal


"Lu yang bikin diri gue jadi monster," balas Kris yang terdengar seperti gumaman