Different With You

Different With You
Penjelasan Sabrina



Kris dan Anaya bergandengan tangan menelusuri lorong rumah sakit, yang mulai menggelap, jam besuk sebentar lagi ditutup, jadi lorongnya terasa sangat sepi, tiba-tiba Anaya berhenti.


"Kris? Bisa pergi duluan?" tanya Anaya "Gue mau ngobrol sama Sabrina sebentar," pinta Anaya


"Gue tunggu didepan," ucap Kris sambil melepas genggaman tangannya


"Gak usah nunggu, nanti lama," pinta Anaya, Kris menggeleng


"Pokoknya gue tunggu didepan, lu kalau ada apa-apa telpon gue," ucap Kris sambil meninggalkan Anaya


Anaya membuka pintu rumah sakit, menampakkan Sabrina yang sedang menunggui Ibunya.


"Cepet sembuh bu," ucap Sabrina sambil mengecup kening ibunya, lalu bangkit dari duduknya seolah dia sudah tau Anaya akan menemuinya "Nay, duduk sini," Sabrina menuntun Anaya untuk duduk di sofa bersamanya


"Ibu kamu sakit apa?" tanya Anaya


"Ginjal ibuku sebelah kanan gak berfungsi dengan baik," balas Sabrina singkat sambil menatap kosong ke depan


"Gue jahat kan? manfaatin orang lain buat penghasilan aku sendiri?" tanya Sabrina sambil mengusap air mata yang mulai mengalir


"Maksud lu? gimana?" tanya Anaya


"Gue ngehancurin lu sama sahabat-sahabat lu, itu karna Moyra bayar biaya rumah sakit ibu gue," balas Sabrina sambil memejamkan matanya, takut ditampar Anaya


Anaya menyentuh pipi Sabrina dengan lembut, kemudian memeluk Sabrina dengan erat. Sabrina terkejut sebentar, namun balas memeluk Anaya.


"Anaya gue minta maaf," pinta Sabrina, Anaya menggeleng


"Lu udah nanggung beban berat, gue juga pasti lakuin hal yang sama kalau gue ada di posisi lu," ucap Anaya sambil menghapus air mata Sabrina


"Gak cuma lu Nay, Risa juga, gue ancurin sama Nadya dan Aufa, Moyra gak suka siapapun yang deketin Kris," ucap Sabrina


"Apa lu punya cara lain?" tanya Anaya, Sabrina menggeleng


"Gue kerja paruh waktu tapi uangnya gak akan cukup," balas Sabrina "Tapi gue gak akan ngelakuin ini lagi, gue mau kerja lebih keras," sambung Sabrina


Anaya tersenyum, Sabrina memang gadis yang baik, gadis mana yang mau mengakui kesalahannya dengan gamblang seperti ini


"Gue tahu semuanya tentang apa yang terjadi sama lu," ucap Sabrina


"Lu gak harus cerita kalau lu gak bisa," kata Anaya


"Enggak, gue mau cerita, gue itu sejak awal emang udah jadi suruhan Moyra, gue pake akun dan nomor beda di gc gibah, jadi gak ada yang tau kalau itu gue," ucap Sabrina, sejenak ia menghela nafas


"Gue yang bikin gosip tentang papa lu, gue kerjasama sama Vano dan Risa. Walaupun Risa sama sekali gak ikutan mengenai masalah jeleknya nama baik lu disekolah, tapi Risa pengen ngehancurin lu, dia sering suruh Vano, akhirnya gue sama Vano punya rencana, dan Vano punya kesempatan megang hp Kris dan bikin chat palsu sama gue, seolah gue lagi ngobrol sama Kris, setelah itu gue sebar dan gue bikin Risa, Aufa, dan Nadia musuhan, supaya Risa sama lu bisa hancur bareng-bareng, tapi gue gak sanggup bikin lu beneran hancur dan pindah sekolah," ucap Sabrina sambil menahan tangisnya, dia merasa kotor dan buruk


"Lu tulus, lu terlalu tulus, gue bingung kenapa gue gak bisa tega sama lu, tapi semenjak ada lu, gue sadar gue salah," ucap Sabrina, Anaya menepuk-nepuk bahu Sabrina dengan lembut


"Lu suka ngelakuin ini semua?" tanya Anaya, Sabrina tertawa meremehkan dirinya sendiri


"Mana ada orang yang suka sama kerjaan buruk," Sabrina tersenyum kecut lalu melihat kearah ibunya yang terbaring lemah


"Kalau gitu, berhenti aja, kalau ada rezeki gue bakal bantu lu," ucap Anaya


"Makasih Nay," ucap Sabrina, walaupun merasa bersalah pada Anaya, tapi tetap saja saat ini Sabrina benar-benar butuh uang, setelah itu Anaya pamit pulang.


***


Anaya sudah sampai di parkiran motor, namun langkahnya terhenti begitu melihat Moyra yang sedang berbincang dengan Kris, entah kenapa tersirat rasa cemburu begitu melihatnya.


"Hey, Anaya, sadar dia bukan siapa-siapa lu," gumam Anaya pada dirinya


Anaya melangkahkan kakinya mendekat kearah Kris, Moyra yang menyadarinya langsung merangkul pundak Kris, Kris hanya melotot kearah Moyra.


"Kris pulang bareng gue," ucap Moyra sambil menatap Anaya dengan angkuh


"Yaudah gue naek angkot aja ya?" ucap Anaya


Kris menarik tangan Anaya dan memakaikan Anaya helm, setelah itu Kris menaiki motornya.


"Anaya, naik," ucap Kris, Anaya melihat kearah Moyra yang wajahnya tampak marah


"Tapi Moyra–" ucapan Anaya terhenti oleh Kris yang menarik pelan tangannya


"Udah gue pesenin ojek online," kata Kris


Anaya kemudian menaiki motor Kris tanpa menatap wajah Moyra lagi.


Kris membawa motor dengan kecepatan penuh, membuat Anaya sedikit ketakutan, tapi tentu saja tidak seperti drama-drama dimana perempuan memeluk laki-lakinya, karna Kris bukan cowoknya Anaya. Anaya lebih memilih memegang jok didepannya.


"K-Kris jangan ngebut, gue takut," ucap Anaya sambil memejamkan matanya


Kris yang tersadar membawa motornya dengan kecepatan tinggi pun langsung memelankan laju motornya.


"Sorry Nay, gue gak sadar," ucap Kris sambil terus memelankan laju motornya


"Gapapa, gue tau lu kalut, tapi nyawa lu lebih penting daripada emosi lu," ucap Anaya, Kris tersenyum seumur-umur dia belum pernah dipanggil 'Berharga' oleh seseorang yang disayanginya, baru kali ini saja


"Gue berharga buat lu?" tanya Kris sambil terkekeh dengan niat menggoda Anaya


"Iyalah kan lu temen gue," balas Anaya sambil menekankan kata 'Temen' membuat Kris mencibir kesal


"Nyebelin lu," kesal Kris, sedangkan Anaya tertawa pelan


Tak lama kemudian, Anaya dan Kris sampai didepan rumahnya, dihalaman, tampak mama Anaya yang sedang mondar-mandir ditemani ART yang sedang menyiram tanaman.


Saat melihat kedatangan Anaya, mama langsung menghambur menghampiri Anaya.


"Anaya kamu kemana aja sayang? tumben kamu pulang malam gak bilang dulu kemana sama mama, mama khawatir," ucap mama sambil menggenggam tangan Anaya


Fakta mengejutkan dari Anaya yang selalu Kris pandang dewasa, ternyata Anaya juga anak mama yang sering dimanja, ya bagaimana pun Kris iri pada Anaya yang dipedulikan mamanya.


"Eh? Iya mah, hehe maaf ya, Anaya belum bilang, Anaya tadi sama Kris abis ketemen," ucap Anaya


"Yaudah, lain kali bilang, kamu Kris?" tanya mama pada Kris, Kris mengangguk sambil tersenyum, andai mama Kris tidak pernah pergi, ah sudahlah


"Tampan ya, pasti ibunya cantik," ucap mama sambil menepuk-nepuk bahu Kris, sedangkan Anaya hanya mengerlingkan mata jahil


"Haha, Tante bisa aja, Tante juga cantik," Kris terkekeh


"Kamu yang bisa aja, panggil aja mama ya Kris gak usah Tante," ucap mama, senyum Kris semakin lebar tentu saja dia mau


"Iya ma," balas Kris langsung


"Mau masuk dulu? Mama udah siapin makan malam," tawar mama


"Gak usah ma, Kris langsung pulang aja," pamit Kris, sambil melambai, dibalas lambaian tangan dari Anaya


"Kris, hati-hati," ucap Anaya sambil tersenyum, setelah mengacungkan jempol, Kris langsung meninggalkan pelataran rumah Anaya


"Orang yang kamu bilang nyebelin?" tanya mama pada Anaya


"Ish mama," Anaya berlagak manja, membuat mama nya tertawa