
pulang sekolah, setelah mengantar Anaya pulang, Raya dan Bara pergi ke warung mbok Jum, tempat biasanya anak-anak mengobrol dan nongkrong.
"Ray, lu nimbrung sama cewek-cewek disana, gue sama cowok-cowok disini," ucap Bara, Raya mengangguk.
Setelah itu mereka berpencar, Bara bergabung bersama anak laki-laki, dan Raya bergabung dengan anak perempuan.
"Eh Ray, tumben nongkrong, gak belajar Lo?" ledek seorang wanita yang sedang menyesap kopinya
Tidak ada yang merokok disana, mbok Jum pantang menjual rokok pada anak sekolah.
"Kenapa? warung ini punya mbok Jum bukan punya lu astrid, jadi free aja," ucap Raya, wanita tadi hanya mengeram menahan kesal.
"Mbok jum, Raya mau teh herbal," ucap Raya
Perempuan bernama Astrid tadi langsung tertawa begitu mendengar pesanan Raya.
"Teh herbal? Lu anak muda apa nenek-nenek?" tanya Astrid, Raya mengedikkan bahu
"Lu belum cobain teh herbal mbok Jum jadi gak usah komen," ucap Raya sambil terkekeh, membuat Astrid mengeram kesal lagi
tak lama, pesanan Raya datang, setelah itu Raya langsung cepat-cepat menyesap teh nya.
"Disa, lu tau gak? Kalau gosip si Anaya itu disebarinnya sama Kris?" ucap perempuan berkacamata dipojok warung
Hal itu Sontak, membuat Raya tersedak teh nya, namun dia berusaha menahan batuknya, agar tidak mengganggu pembicaraan dua anak tadi.
Sementara itu, Bara tengah menyesap kopi nya sambil berbincang bersama ipeng dan Adri.
"Peng, Dri, lu denger gosip tentang Anaya?" tanya Bara, Ipeng dan Adri mengangguk sebagai jawaban
"Gak penting tapinya itu juga kan salah orang tuanya bukan salah Anaya," ucap Ipeng
"Bener, gue gak nyangka Kris ngelakuin hal sepicik itu," timpal Adri
"Kris?! Kok temen gue dibawa-bawa?" tanya Bara yang mulai terpancing emosi
"Lu gak tau?" tanya Adri
"Apaan?" tanya Bara sambil mengerutkan keningnya
"Kris yang nyebar berita Anaya," bisik Ipeng
Bara langsung melotot dan menarik kerah Ipeng, membuat Ipeng sedikit tercekik.
"Maksud Lo apa peng?" tanya Bara, semua yang ada disitu refleks melihat Bara dan Ipeng
Tak lama, Raya menepuk bahu Bara dan menyuruh Bara mundur.
"Mundur Lo, anak orang bisa mati," ucap Raya
Bara langsung menghempaskan tubuh Ipeng dengan nafas menderu, kekesalannya sangat bertumpuk sekarang.
"Lu gak ngerti masalahnya kenapa gue sampe nyekik Ipeng," ucap Raya, Raya hanya menghela nafas lelah, lalu maju menghampiri Ipeng.
Dak!
Raya menendang tulang kering Ipeng sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Ini Bar, yang Lo mau?" tanya Raya, Bara hanya menghela nafas, tindakan Raya tadi telah menyadarkannya kekerasan tidak menyelesaikan masalah
"Ayo cepet," ucap Raya sambil menarik Bara keluar dari warung mbok Jum
"Gimana? Lu tau siapa yang nyebarin berita tentang Anaya?" tanya Bara, Raya mengangguk
"Jawabannya sama kaya apa yang dikasih tau Ipeng sama lu," balas Raya
Bara mengacak rambutnya dengan kesal, tidak mungkin Kris melakukan itu, lagi pula apa untungnya berbuat seperti itu?
"Lu percaya?" tanya Bara
"Gue gatau Bar, gue lagi gak mau percaya siapa-siapa sekarang, siapapun yang nyebar ini bakal gue bongkar," ucap Raya
Bara lalu memasangkan helm pada kepala Raya dan mereka langsung menaiki motor milik Bara.
***
Anaya menenggelamkan wajahnya di Boneka beruang pemberian dari Almarhum papanya, Boneka itu lembut, putih, dan sangat besar, membuat Anaya selalu nyaman jika dia memeluk boneka itu.
tok... tok... tok...
"Lu yang ngomong," Raya mendorong Bara
"Lu aja," ucap Bara
"Lu cowok gentle dong," timpal Raya
"Lu temen deketnya," balas Bara
"Masuk dulu aja," ucap Anaya
Bara dan Raya masuk kedalam kamar Anaya. Dikamar Anaya terdapat banyak sekali camilan, kalau soal makanan Anaya memang siap sedia.
"Lu apa gue yang ngomong?" tanya Bara sambil membuka salah satu camilan
"Gue aja," ucap Raya sambil meminum minuman botol milik Anaya
Anaya yang melihat kedua temannya yang tak tahu diri hanya mengulum tawa, Anaya bersyukur memiliki teman seperti mereka, walaupun tak punya malu tapi mereka masih punya perasaan dan pikiran yang bersih.
"Oke Nay gue gak tau harus mulai darimana," ucap Raya sambil tersenyum hambar
"To the point aja," balas Anaya
"Gue takut lu malah salah paham," ucap Raya
"Raya, lu kaya belum kenal gue aja," balas Anaya
Raya hanya menghela nafas panjang lalu memeluk Anaya.
"Lu tau gak siapa yang nyebar gosip itu?" tanya Raya, Anaya menggeleng
"Kris," balas Raya, membuat Anaya membulatkan matanya
"Anaya jangan salah paham, siapa tau ini cuma gosip juga," ucap Bara
"Gimana kalau gosip itu bener? Dan dia punya alesan yang kuat buat ngelakuin ini ke gue?" tanya Anaya
Bara dan Raya hanya saling lempar pandang, bahkan gosip mengenai orang tua Anaya pun benar, bagaimana jika memang Kris yang menyebarkannya?
"Tapi Nay, kita belum punya bukti," ucap Bara
Anaya bergegas mengambil ponselnya lalu memperlihatkan sebuah pesan yang mengirimkan sebuah screenshot an.
"What?!" Bara terkejut ketika melihatnya
screenshot nya berisi chattan bara dengan orang lain yang membicarakan masalah Anaya, bahkan kata-katanya pun terbilang kasar.
"Kris gak mungkin kaya gini," ucap Raya, Bara mengangguk setuju
"Tapi ini ada SS nya, dan ini bukan fake chat," ucap Anaya
Bara dan Raya hanya mendengus kecewa, berarti kemungkinan besar betul Kris adalah penyebarnya.
"Ah gatau kenapa gue tetep curiga sama Risa," ucap Raya
"Seseorang gak bisa dinilai dari covernya," balas Anaya
"Salah besar ya kalau gue anak koruptor walaupun itu masa lalu, dan papa gue udah nebus segalanya," ucap Anaya
"ngga, lu gak salah, cuman yah namanya juga manusia lebih suka nilai dari apa yang mereka denger bukan apa yang mereka liat sendiri," balas Raya sambil mengusap-usap punggung Anaya
"Gue harus pindah sekolah lagi?" tanya Anaya, Raya menggeleng
"Kalau lu pindah, lu bakal ngalamin hal yang sama nantinya, jadi mendingan sekarang kita selesain masalahnya, gue sama Bara bakal bantu," ucap Raya
"Eh ss an tadi siapa yang kirim?" tanya Bara
"Sabrina," balas Anaya
"Perasaan Sabrina sama Kris gak pernah ngobrol masa iya chattingan," ucap Bara
"Itu juga katanya dari grup gibah terus dia kasih ke gue," balas Anaya
"Tapi, semoga aja bukan Kris yang nyebarin itu," lanjut Anaya, Bara dan Raya mengangguk setuju
Namun dalam hati Anaya sudah membenci Kris jika memang Kris yang menyebarkan gosip itu. Anaya berpikir Kris tidak ada bedanya dengan Rangga, pacar Anaya dulu, keduanya hanya mendekati Anaya untuk mengambil bersenang-senang saja.