
Kris sedari tadi hanya mengecek handphone nya berharap mendapat balasan dari Bara, karna kata ibunya Bara, Bara belum pulang sejak kemarin.
Kris lalu mengalihkan pandangannya pada Anaya yang juga sibuk berkutat dengan handphone, sesekali matanya mengarah pada pintu kelas berharap seseorang datang.
Kris lalu bangkit dan duduk disebelah Anaya, Kris sudah tidak peduli dengan drama atau sandiwara mereka lagi, yang pasti satu hal, Bara hilang, dan sepertinya Anaya pun sedang memikirkan sesuatu.
"Nay lu mikirin apa?" tanya Kris, Anaya yang sedari tadi melamun pun cepat-cepat menoleh ke arah Kris
"Eh, itu Kris, gue dari kemaren ngehubungin Raya, tapi hp nya gak aktif," ucap Anaya, Kris seketika membelalakan matanya
"Raya juga ilang?" tanya Kris terkejut
"Hah?" tanya Anaya sambil mengernyitkan dahinya
"Nay, Bara sejak kemaren gak pulang ke rumah, hp nya juga gak aktif," ucap Kris, gantian kali ini Anaya yang terbelalak
"Kok bisa? Terus? ini Raya juga ilang?" tanya Anaya
"Kayaknya gitu Nay, kita coba cari aja," balas Kris sambil memijat pelipisnya
"Gimana kalau pulang sekolah kita selidikin apa yang diselidikin sama Raya dan Bara kemaren," usul Anaya
"Boleh juga sih, tapi kita gatau apa-apa tentang rencana mata-mata mereka," ucap Kris, Anaya mempout bibirnya
Anaya menjentikkan jari lalu mendekat kearah kuping Kris hendak membisikkan sesuatu, namun Kris yang terkejut malah menghindar, mengira Anaya akan berbuat hal lain.
"Heh? kenapa malah jauhan? Sini mau ngebisik," ucap Anaya kesal
Kris pun terkekeh pelan, sepertinya otak Kris ketularan otak kotor Bara. Kris pun mendekatkan telinganya kepada Anaya.
"Kita ikutin Sabrina pulang sekolah," usul Anaya
"Setuju," Kris mengangguk sambil tersenyum.
***
Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, Anaya dan Kris cepat-cepat keluar kelas menuju parkiran, mereka benar-benar akan membuntuti Sabrina.
Tak lama, Sabrina datang dan langsung mengendarai motornya, lalu Kris dan Anaya membuntutinya dari belakang.
"Kris jangan terlalu deket, nanti dia curiga," pinta Anaya, Kris mengangguk
Kris memelankan laju motornya dan membuat motor Sabrina jauh didepannya.
Tak lama kemudian, mereka akhirnya sampai disebuah rumah sakit, yang cukup besar, namun mampu membuat raut wajah Kris berubah menjadi keruh.
"Kris kenapa?" tanya Anaya, Kris yang tersadar hanya menggeleng, wajahnya masih terlihat keruh
Mereka lalu melangkah kedalam mengikuti Sabrina, namun mereka kehilangan jejak Sabrina, membuat mereka kebingungan harus mencari kemana di rumah sakit sebesar ini.
"Kris mau mencar aja?" tanya Anaya, tujuannya agar Sabrina lebih cepat ketemu
Namun, Kris menggeleng sambil menggenggam tangan Anaya.
"Kita harus kemana-mana barengan, jangan sampe kepisah," ucap Kris
mereka pun terus berjalan untuk mencari Sabrina, mereka pun menemukan Sabrina yang baru saja masuk ke salah satu kamar rawat inap.
Saat Kris hendak meraih Knop pintu, seseorang membuka pintu itu dari dalam, saat orang itu sudah nampak Kris langsung tercengang dibuatnya.
"Hallo Kris," ucap Moyra yang baru saja keluar dari ruang rawat inap itu.
Sapaan manis dari Moyra tidak Kris indahkan, Kris hanya menatap datar Moyra.
"Ngapain Lo disini?" tanya Kris dingin, Moyra mengedikan bahu sambil bersandar di dinding
"Karna Lo," balas Moyra disertai senyuman
"Gue gak mau balikan sama lo," ucap Kris dingin, dia tahu apa maksud Moyra
"Ssstt, jangan terburu-buru ambil keputusan," Moyra menempelkan telunjuknya di bibir Kris, dan Kris langsung menepis tangan Moyra
Moyra lalu tersenyum mengabaikan Kris yang mulai termakan emosi, Moyra lalu mendekat kearah Anaya dan memerhatikan Anaya dari kepala sampai kaki.
"Temen Lo yang satu ini gak bisa minta maaf kayanya," ucap Moyra sambil tertawa sinis
"Maksudnya apa?" tanya Anaya tak menyangka akan dituduh seperti itu
Moyra melangkah lebih dekat ke Anaya yang lebih pendek darinya, membuat Moyra lebih mudah untuk merendahkan Anaya.
"Di Uks lu pernah nabrak gue kan?" tanya Moyra
Anaya mematung, jadi waktu itu dia menabrak wanita ini dan terjatuh? dan bodohnya karna terlalu fokus pada Sabrina, dia malah pergi tanpa melihat Moyra terlebih dahulu.
"Bisu Lo?" tanya Moyra pada Anaya yang hanya diam melamun, namun buru-buru Anaya menatapnya dengan tajam
Seumur-umur, Moyra tidak pernah ditatap tajam apalagi oleh perempuan kecil seperti Anaya.
"Nantang?" tanya Moyra, Anaya masih tidak menjawab dia masih menatap Moyra dengan tajam, hal ini membuat Moyra mendecih
"Belum cukup sengsara lo, sama kejadian kemaren?" tanya Moyra pada Anaya
"Kejadian kemaren? jadi lu yang nyebar gosip gue?" tanya Anaya datar tanpa emosi diwajahnya
"Yah kelepasan," ucap Moyra seolah dia tak sengaja mengatakannya
"Oh," balas Anaya sambil berlenggang hendak meninggalkan Moyra, yang kemudian disusul oleh Kris
"Anaya? Urusan lu sama gue belum selesai," teriak Moyra, Anaya berbalik
dengan santainya Anaya mengerlingkan mata dan menghela nafas panjang.
"Gue gak suka berurusan sama cewek manja dan pengecut dimana kalau punya urusan diselesainnya sama orang lain," ucap Anaya membuat Moyra sedikit jengkel
Kris tersenyum puas sambil menatap Anaya kagum, Anaya memang setenang air dikolam, tapi kata-kata nya kadang sedahsyat ombak dilautan, begitulah pikiran Kris yang sedikit ngawur.
"Oh, jadi lu mau gue langsung yang nyelesain ini semua?" tanya Moyra sambil melipat tangan diatas dada
"Mau gimana pun juga lu gak akan pernah bisa mandiri," balas Anaya
"Nay, ayo pergi aja," ajak Kris, namun saat hendak melangkah, sebuah kalimat menghentikan gerakan mereka berdua
"Bara sama Raya, gue yang kurung," ucap Moyra, well Moyra kamu bermain-main dengan Anaya dan Kris
Anaya dan Kris berbalik dan mengedikkan bahu tidak peduli.
"Lu? Kalau lu yang nyulik, gue gak harus bingung nyari kemana," ucap Kris sambil tersenyum miring
Dulu, saat Moyra masih bersama Kris, Moyra sering memberikan kejutan pada Kris dengan menyembunyikan hadiah di sebuah tempat, namun pasti tempat utamanya itu pasti di rooftop.
Moyra tertawa, sedikit senang karena ternyata Kris masih mengingat tentangnya.
"Okay, mungkin lu bener tentang itu," kekeh Moyra
"Tapi Kris satu hal, mama lu, gue tahu dia ada dimana," kali ini Moyra menyeringai tajam
Kris seketika merasa beku ditempat, sudah lama sekali Kris ingin bertemu mamanya yang pergi bertahun-tahun lamanya, Kris rindu.
Anaya mengernyit heran apa Kris sudah lama terpisah dari mamanya?
"Pembohong," ucap Kris dengan tajam
"Ya, yang penting gue udah nawarin kalaupun lu gak mau yaudah," ucap Moyra
"Tinggal pilih, mau cewek itu, apa mama lu?" Moyra menyeringai tajam
"Pikirin baik-baik, jangan buru-buru, oh ya, Bara sama Raya aman gak usah khawatir, gue cuma mau mereka gak ganggu gue buat sementara waktu," kekeh Moyra sambil melenggang meninggalkan Kris dan Anaya
Kris menunduk dengan tangan terkepal, Kris gemas ingin menghabisi Moyra hari itu juga.
"Kris?" Anaya mengguncang tubuh Kris, Kris mengalihkan pandangannya pada Anaya yang tersenyum manis pada Kris, membuat Kris ikut tersenyum, dan sedikit lebih tenang.