Different With You

Different With You
Masa Lalu Kris



Anaya dan Kris berada di rooftop rumah sakit sekarang. Mereka sudah memeriksa gudang yang ada di rooftop namun tidak menemukan Raya ataupun Bara disana.


Kris yang lelah hanya terduduk pada kursi kayu yang ada di pinggiran Rooftop. Anaya lalu terduduk disamping Kris.


"Jadi, Moyra itu siapa?" tanya Anaya sambil menatap lurus Kris, namun Kris tidak membalas tatapannya, Kris hanya melihat ke langit yang mulai meredup karna hari tampak mulai sore


"Moyra?" Kris tertawa begitu dia menyebutnya


"Dia salah satu orang dari ribuan cewek centil, tapi sayangnya dia juga mantan gue," balas Kris sambil tersenyum hambar, Anaya menyentuh pundak Kris sambil tersenyum


"Gue bakal ceritain semuanya sama lu," ucap Kris


******Flashback On


*Moyra adalah anak broken home, Moyra jarang berkumpul bersama keluarganya, sekalinya berkumpul papa dan mamanya akan berdebat. Jadi selama papa dan mamanya sibuk bekerja, Moyra tinggal bersama bibinya, yang bernama Alia.


Kris, Moyra, dan Bara merupakan sahabat yang tidak bisa dipisahkan, karna mereka memang sudah bersahabat sejak kecil*.


Awalnya Moyra adalah anak yang periang, namun saat dia mulai mengenal kekuasaan dan materi, Moyra sedikit tamak, semua hal yang diinginkannya harus terkabul apapun itu, karna dia adalah anak pemilik rumah sakit Kenangan, dan anak dari CEO Dark Gold


Bara dan Kris tidak menyadari hal itu, mereka dibutakan atas nama persahabatan, tanpa mereka sadari, merekapun menjadi salah satu 'ajang pamer' pada teman-temannya. Apalagi setelah Moyra terpilih menjadi Queen off the School, dan dia menjadi populer.


*Bara dan Kris sama-sama menyukai Moyra, namun yang mendapatkan Moyra adalah Kris.


Tak lama setelah Moyra dan Kris menjadi sepasang kekasih, Kris dihadapkan oleh permasalahan ekonomi keluarga nya, perusahaan papa Kris diambang kehancuran*.


Moyra lalu memperkenalkan papa Kris pada Alia, bibinya, sebagai partner bisnis, sejak saat itu, perekonomian keluarga Kris membaik, namun papanya pun menjadi jarang sekali pulang.


*Suatu hari, sudah lama sekali papa Kris tidak pulang kerumah, telpon papanya pun tak aktif, Kris pun khawatir dan langsung mencari papanya.


Kris mencari papanya kemana-mana, namun nihil, Kris tidak menemukan papanya dimana pun.


Akhirnya Kris memilih untuk meminta bantuan Moyra, Kris menelpon Moyra, namun handphone Moyra pun tak aktif hal ini mendorong Kris untuk pergi ke rumah Alia untuk menemui Moyra.


Sesampainya disana, Kris sangat terkejut begitu melihat papanya yang tampak sangat mesra dengan Alia, Moyra pun ada dihadapan mereka berdua sambil sesekali memotret kemesraan papanya dengan Alia.


Kris pun buru-buru menerobos pagar rumah Alia.


"Papa? Jadi selama ini papa kaya gini?" tanya Kris dengan wajah jijik*


"*K-kris? Papa lagi mau ada urusan bisnis, dan kita sibuk banget jadi papa belum sempat pulang, ucap papa mencoba mengelak


"Kerja sama apa yang pakai baju santai sambil mesra? Kerja sama buat poligami?" tanya Kris yang langsung dihadiahi tamparan keras dari papanya


"Kris!!" jerit Moyra sambil mengusap pipi Kris yang memerah, namun Kris menepis tangan Moyra


"Lu juga sama aja ya? Lu deketin gue cuma mau ngambil papa dari gue kan? ambil, gue gak butuh," ucap Kris penuh penekanan


Moyra menahan tangan Kris, namun Kris malah mendorongnya sampai terjatuh.


"Mulai sekarang, gue gak kenal lagi sama cewek yang namanya Moyra Sarilintang, dan kita putus," ucap Kris sambil meninggalkan Moyra


Tak lama kemudian, papa Kris pulang kerumah, namun tidak sedikitpun mendapat sambutan dari istrinya maupun anaknya, karna mereka sudah tahu faktanya.


Dari kamarnya, Kris bisa mendengar dua orang dewasa sedang bercakap-cakap*.


"Ngapain kamu pulang?" tanya mama


"Ini rumah saya, saya bebas pulang kapan saja," balas papa


"Kamu pasti sudah mendengar dari Kris, perlu saya tegaskan?" tanya papa*


"Jadi itu semua bener?" tanya mama dengan nada bergetar


"*Iya, dan saya kesini hanya mau minta tanda tangan kamu diatas surat perceraian," ucap papa Kris


Kris seolah ditampar oleh sesuatu yang tak kasat mata begitu papanya mengucapkan kata perceraian, mungkin dunianya akan runtuh mulai sekarang, dan keluarganya tak lagi utuh.


"hak asuh, aku yang pegang," tegas Mama Kris


"Mau kamu kasih makan apa Kris? mau kamu biayain pake apa dia sekolah? kamu punya penghasilan dari mana?" tanya papa Kris setengah meledek*


"Oke, mungkin sekarang hak asuh kamu yang pegang, tapi liat aja, aku bakal kembali setelah sukses, buat jemput anakku," ucap mama berikrar


Kris terkejut, mamanya pasti mau pergi, Kris lalu menendang pintu, namun gagal, pintunya terkunci, berkali-kali Kris menghantam pintu dengan tubuhnya, namun tetap saja gagal, pintunya tak kunjung terbuka


Tiba-tiba saja sebuah notif membuat Kris sesegera mungkinmerogoh sakunya untuk mengecek ponselnya, ada pesan dari mana disana.


Mama 🌿


>>Kris, jadi Anak baik ya, jangan chat mama ke nomor ini lagi, papa gak bolehin mama bawa ponsel, kartu pun gak boleh hehe, kata papamu mama boleh menemui kamu kalau mama sudah berhasil mencari uang


Itulah pesan singkat terkakhir yang diterima Kris sebelum mamanya pergi meninggalkannya.


Kris mengusap wajahnya pelan, berusaha untuk menetralisir rasa emosi yang menggebu dalam tubuhnya, tak lama sebuah notif masuk lagi, membuat Kris cepat-cepat membukanya, namun itu ternyata pesan sial dari Moyra.


Moyra Sarilintang🍶


>> Kris maafin gue, gue cuma mau ngerasain gimana rasanya punya ayah ibu yang utuh walaupun bibi gue sama papa lu bukan ayah ibu kandung gue


Namun, Kris hanya membacanya, seegois itulah Moyra, demi mendapatkan rasa kasih sayang, dirinya rela merusak keluarga orang yang dia sayang.


******Flashback OFF


Tanpa sadar, Kris bersandar pada bahu Anaya dan Anaya mengelus rambut Kris dengan perlahan, membuat emosi pemuda itu sedikit melunak.


"Ah, gue cerita sama lu, Sorry Nay," ucap Kris sambil tersenyum, Anaya menggeleng


"Gapapa," kekeh Anaya sambil terus mengusap rambut Kris


"Kris, Lu pengen banget ketemu sama mama lu?" tanya Anaya, Kris mengangguk Pasti


"Berarti lu mau balik sama Moyra?" tanya Anaya, Kris bungkam, Kris ingin memeluk ibunya, namun dia juga ingin bersama Anaya


ya memang, saat Rasa cinta mulai tumbuh, badai besar datang membuat akar cintanya goyah.


"Kris gak usah bingung, apapun yang menurut lu terbaik, lakuin, apalagi itu ibu lu," ucap Anaya, membuat Kris terhenyak, ada ternyata perempuan se pengertian Anaya, pikirnya


Kris lalu melipat tangan diatas dada sambil menatap langit yang berwarna oranye.


"Kalau gue suka sama lu gimana?" " tanya Kris


"Kris siapapun yang lu suka, percuma kalau bukan takdir lu gak bisa maksa," balas Anaya, sorot matanya meredup, membuat Kris menyimpulkan Anaya pun merasakan hal yang sama.


"Lu dewasa Nay, gue suka," ucap Kris


"Lu baik banget Kris, gue suka," balas Anaya