Different With You

Different With You
Janji Moyra



"Anaya gue–" ucapan Kris terpotong oleh suara nyaring


"Anaya gue mau ngomong," teriak Risa sambil berlari dan duduk dihadapan Anaya


Kris hanya mengeratkan gigi saat Risa dengan seenaknya memotong ucapan Kris.


"Kenapa Risa?" tanya Anaya lembut


"Kris lu enyah dulu sebentar," pinta Risa, Kris menatap Risa datar. Enyah? kejam sekali


"Buruan Krisean Samudra ganteng seantero SMA," pinta Risa ngawur, Kris pun hanya menurutinya, Kris keluar kelas meninggalkan mereka


Risa pun terkikik saat melihat Kris yang berjalan sambil malas-malasan. Terlihat sekali cowok itu tidak mau berjauhan dengan Anaya.


"Gantengnya, masa depan lu Nay," ucap Risa, Anaya melotot, namun sebenarnya dalam hati Anaya mengaminkan


"Gue Nyerah sama Kris," ucap Risa sambil duduk disebelah Anaya


"Kenapa?" tanya Anaya sambil menatap Risa dengan alis tertaut, dia pikir Risa sama saja seperti Moyra, tapi ternyata tidak


Risa balas menatap Anaya dengan tatapan yang dia buat galak, tapi malah terlihat lucu, membuat Anaya sedikit terkekeh.


"Heh, gue Nyerah bukan karna lu ya, kalau karna lu, gue bisa aja nyingkirin lu," ucap Risa, Anaya masih terkekeh sambil tersenyum, ya tetap saja masih Risa yang sombong


"Oke, jadi karna apa?" tanya Anaya "Karna Bagas?" sambung Anaya, tiba-tiba pipi Risa bersemu


"Tau dari mana lu?" tanya Risa sambil memelankan suaranya


"Sebenernya nebak, tapi udah pasti sih, Bagas dari dulu, udah keliatan suka sama lu, sedangkan lu nya cuek banget," balas Anaya


"Heh, lu juga sering perhatiin Bagas?" tanya Risa, Anaya menggeleng


"Semua orang juga tau Bagas suka sama lu, lu nya aja yang gak peka," balas Anaya "Eh btw, lu mau ngomong apa?" tanya Anaya


Kris sudah kembali dari luar dengan membawa 3 botol teh.


"Nih," ucap Kris sambil menaruh 2 botol itu di hadapan Anaya dan Risa


"Kris, Sono lagi, gue belum selesai ngomongnya," pinta Risa


"Males ah, minggir lu Risa, gue mau duduk disitu, gue bakal pake earphone gak akan ganggu kalian," pinta Kris


Risa mengerling malas, lalu bangkit dari duduk nya dan menduduki kursi kosong di depan Anaya.


"Jadi?" Anaya mengulang pertanyaannya membuat Risa mendecak sebal


"Gak Kris, gak lu, keknya pengen banget gue pergi, biar apa? biar kalian bisa berduaan?" tanya Risa sambil mencak-mencak tidak jelas


"Gak kok haha, bukan gitu, gue penasaran aja sepenting apa lu sampe mau ngobrol 4 mata sama gue," ucap Anaya, sedangkan Kris sedang menenggelamkan kepalanya diatas lipatan tangan, dengan earphone yang menyumbat telinga


"Yaudah, gue to the point' aja ya kayanya?" tanya Risa, Anaya mengangguk dua kali


"Gue emmm," Risa menatap Anaya ragu, mungkin Risa gengsi mengatakannya


"Ya?" tanya Anaya


"Gue, mau minta maaf," ucap Risa dengan nada yang pelan


"Hah?!" tanya Kris yang langsung terduduk dengan tegap


"Heh! Lu ngedenger?" tanya Risa, kini wajahnya memerah


"Ngomong apa lu? Ulang lebih kenceng," tantang Kris


"Gue minta maaf, ucap Risa lebih mengencangkan volume suaranya


"Ah masih kencengan teriakan si Raya," ledek Kris sambil memancing Risa, dan benar saja Risa terpancing, sedangkan Anaya menatap keduanya dengan bingung


"ANAYA, GUE MINTA MAAF," teriak Risa, membuat hampir semua orang yang ada dikelas menengok kearahnya


"HEH! KRIS GARA-GARA LU INI," ucap Risa sambil memukul bahu Kris yang sedang terangkat


"Anaya gue minta maaf, gue salah, gue pernah bully lu, gue yang suruh Aufa sama Nadya buat sandiwara, biar nama gue gak ikutan jelek, tapi jujur bukan gue yang nyebarin gosip tentang bokap lu," ucap Risa dengan malunya, Anaya mengangguk


"Gak apa-apa, gue juga minta maaf sering buat lu jengkel," pinta Anaya, Risa menggeleng


"Lu gak salah sebenernya, gue nya aja yang kebaperan sama si Kris, btw gue juga tau yang nyebarin gosip lu ternyata Sabrina," ucap Risa dengan kesalnya


"Tapi sebagian orang gak suka gosip itu kesebar, jadj, sebagian orang gak suka gue, dan sebagian lagi gak suka sama lu," kesal Risa


"Bukan Ris, bukan Sabrina yang nyebar," ucap Anaya "Dia cuma suruhan, itu juga terpaksa," sambung Anaya, Risa seketika terperanjat


"Suruhan siapa?" tanya Risa, namun suara bel pertanda kelas akan dimulai, membuat Risa mendengus kecewa


"Gue balik dulu kekelas," pinta Risa, Anaya mengangguk saja.


***


Kring... Kring... Kring....


Bel pulang sekolah berbunyi, membuat sebagian siswa bersorak kegirangan, karna sudah lama sekali mereka menangi bel surga ini.


Kris ingin sekali mengutarakannya pada Anaya, namun selalu saja gagal, semoga kali ini dia bisa mengutarakannya.


"Ayo pulang," Kris menarik tangan Anaya yang baru saja menggendong tasnya


tak butuh waktu lama, mereka sampai di parkiran, Kris berfikir dia akan mengutarakan perasaannya dijalan saja, dengan begitu tidak akan ada yang mengganggu.


"Nih pake," Kris menyerahkan helmnya pada Anaya dan memakai helm untuk diri sendiri


"Buru-buru amat?" tanya Anaya keheranan, kali ini Anaya tidak menyadari Kris akan mengutarakan sesuatu


"Iya, udah naek aja," balas Kris, sambil menepuk jok dibelakangnya, Anaya pun langsung menaikinya


Mereka pun melesat meninggalkan sekolah, Kris menunggu sampai tidak terlihat lagi teman-temannya, kemudian Kris mulai melambatkan laju motor.


"Anaya," panggil Kris


"Ya?" tanya Anaya


"Tolong dengerin gue, karna gue gak akan ngulang ini," ucap Kris, jantungnya berdegup kencang saat akan mengatakannya


"I-iya," balas Anaya dengan gugup juga, karna Anaya sadar apa yang akan dikatakan Kris, kali ini dia juga harus menolak seorang Kris


"Jadi—" ucapan Kris terhenti oleh nada dering hp milik Anaya


"Bentar ya Kris," pinta Anaya yang sedikit girang, karna ucapan Kris terpotong lagi


"Hallo," sapa Anaya


"Hallo, Anaya, gimana udah nolak Krisnya?" tanya Moyra dengan suara halusnya


"Iya," balas Anaya singkat


"Yaudah, jam 8 malem lu datang kesini, nanti gue kasih alamatnya, dan jangan bawa siapa-siapa, kalau lu bawa orang siapapun itu," ancam Moyra "gue gak akan segan-segan buat bikin Raya sama Bara terluka,"


"Iya," balas Anaya, setelah itu telpon mati


"Dari siapa?" tanya Kris yang sudah menyerah, mungkin dia tidak bisa mengatakannya hari ini


"Enggak," balas Anaya, Kris langsung paham mungkin itu telpon hambar yang membuat Anaya seketika seperti orang bimbang.


Kris pun mengantar Anaya sampai kerumahnya, ada perasaan yang sedikit khawatir begitu melihat Anaya yang akan masuk kerumahnya, setahu Kris perempuan suka kejutan, ya dulu saat bersama Moyra, Kris memberi gadis itu banyak kejutan.


Kris tersenyum saat memiliki sebuah ide membuat kejutan untuk Anaya.


***


jadwal Update dirubah ya jadi 2 hari sekali, terimakasih untuk readers semua ^^