Different With You

Different With You
A Big Problem



Pagi ini Anaya kesekolah seperti biasanya, seolah tak pernah ada kejadian apa-apa. Diujung lorong, langkah Anaya tethenti begitu melihat Sabrina.


"Pagi Sabrina," ucap Anaya


"Pagi," balas Sabrina datar sambil berlenggang hendak meninggalkan Anaya, namun Anaya menarik tangan Sabrina, membuat langkah gadis itu terhenti.


"Ada apa?" tanya Sabrina


"Yang lu kirim kemarin itu, betulan kan?" tanya Anaya


Sabrina hanya terkekeh sambil menepukan tangannya seolah Anaya tengah bergurau.


"Menurut lu? untungnya gue bohong apaan?" tanya Sabrina, Anaya menggeleng


"Ngga Sab, gue cuma tanya," balas Anaya


Sabrina yang menyadari nada bicaranya sedikit kasar pun buru-buru berdehem lalu digantikan senyuman manis.


"Maaf Nay kalau gue nyinggung lu, gue lagi badmood hari ini," ucap Sabrina, Anaya tersenyum, dan mengangguk, lalu pergi.


***


Tangan Kris ditarik begitu saja oleh Bara kebelakang sekolah, membuat Kris yang terkejut sedikit terhuyung.


"Apaan sih Bar?" tanya Kris sambil melepas cengkraman Bara


"Apaan-apaan lu, lu yang nyebar gosip Anaya?" tanya Bara, Kris tertawa meledak mendengarnya


Seingat Kris ini bukan hari ulangtahunnya atau hari spesial apapun, Kris berpikir kenapa dia mendapat prank konyol seperti ini.


"Jawab gue, gue serius," ucap Bara sambil menatap tajam Kris


"Jangankan nyebar gosip, urusan orang lain aja gak pernah gue campurin," balas Kris dengan dingin


"Jangan bohong," ucap Bara sambil menahan emosinya yang hampir meluap


"Gue harus sumpah? Kemaren aja gue gak masuk sekolah, dan kemaren gue sibuk ngurusin sponsor buat Pensi," balas Kris sambil melipat tangan diatas dada


"Lu yakin?" tanya Bara


"Lu lebih percaya sama omongan simpang siur itu daripada sama sahabat lu sendiri yang udah lama deket?" tanya Kris


"Tapi gue ada buktinya," ucap Bara


"Mana? apaan?" tanya Kris


"ss an lu chat sama orang lain yang isinya gibahin masa lalu Anaya dan lu gak setuju kalau ada orang kayak Anaya sekolah disini," balas Bara, membuat Kris menatap Bara dengan dalam.


"Lu yakin itu bukan Fake Chat? bukan editan?" tanya Kris


"100% bukan hasil editan atau Fake Chat, Anaya sendiri yang periksa," balas Bara


"Buktinya ada disiapa?" tanya Kris


"Di si Anaya lah," balas Bara


Kris menepuk kepalanya, rumit urusannya kalau begini, bagaimana nanti Kris bisa menjelaskan kalau ini hanya sebuah kesalahpahaman?


***


Saat Anaya hendak melanjutkan langkahnya lagi, Anaya dihadang oleh Nadya dan Aufa, tiba-tiba saja jantung Anaya berdegup kencang, kejadian kemarin masih terbayang diotaknya, keringat dingin pun mulai bercucuran.


"INI NIH GUYS ANAK TUKANG KORUPTOR YANG DULUNYA TUKANG BULLY ORANG," teriak Aufa dengan lantang


Anaya terkejut, tenggorokannya tercekat, bagaimana Aufa dan Nadya bisa tau? Padahal kemarin Anaya hanya membocorkannya pada Raya, Bara dan Sabrina, tunggu setelah Anaya cerita Risa datang bukan?


Anaya menggelengkan kepalanya sambil mundur perlahan, dia tak menyangka semua orang pada akhirnya akan mengetahui keburukan dirinya juga. Perlahan banyak orang yang mengelilingi Anaya.


"Tukang bully, di bully balik langsung baringan di UKS," ucap Nadya tajam


"Pindah sekolah lu," ucap salah satu siswi sambil mendorong Anaya


"Dikasih makan duit haram, kelakuannya pasti haram juga hahaha," tawa Aufa meledak


plak


Sabrina yang muncul ditengah kerumunan tiba-tiba menampar Aufa, membuat Aufa ternganga dan sedikit terhuyung.


"Lu gak usah cari masalah, bisa?" tanya Sabrina sambil menggenggam tangan Anaya


Sabrina lalu menarik Anaya dari kerumunan. Bara, Raya dan Kris segera berlari menghampiri Anaya dengan wajah penuh khawatir.


"Nay, lu gak apa-apa?" tanya Bara sambil menyentuh pundak Anaya, namun Anaya menepis tangan Bara


"Nay lu kenapa?" tanya Raya


"Kalian dari tadi kemana? kenapa ngebiarin Anaya sendiri?" tanya Sabrina


Anaya hanya menatap Sabrina dengan Risih lalu berjalan meninggalkan semuanya.


"Ck," decak Sabrina lalu segera mengejar Anaya


"Anaya kenapa lagi sih?" tanya Bara


Raya lalu menarik salah satu siswi yang tadi ikut mengerumuni Anaya.


"Lu tau gak tadi Anaya kenapa sampe dikerubungin gitu?" tanya Raya


"Tadi kata Aufa sih Anaya itu anak Koruptor terus dulunya dia itu tukang bully orang, jauhin dia Raya, tar lu ikutan dibenci orang-orang lagi," ucap perempuan itu sambil meninggalkan Raya


Raya yang mendengarnya hanya membelalakan matanya sambil menganga, itu kan baru saja Anaya ceritakan kemarin, kenapa bisa menyebar? pantas saja Anaya menjauh. Begitulah pikiran Raya saat mendengarnya.


"Kemaren di UKS ada siapa aja?" tanya Raya


"Gue, Lu, Risa, Sabrina, Anaya," balas Bara


"Lu gak ngebocorin apa yang Anaya bilang kemaren kan?" tanya Raya


"Buat apa?" tanya Bara, Raya mendecak benar juga untuk apa Bara menyebarkan hal seperti itu


"Berarti kita punya dua tersangka," ucap Bara


"Sabrina, sama Risa," tambah Raya


Kris menggeleng cepat, sambil terus menatap lurus, begitulah Kris kalau sedang serius.


"Kalau kayak gitu kita bakal lambat nemuinnya karna kalaupun salah satu mereka yang ngerekam, gue yakin gosip ini pertama nyebar bukan dari Risa ataupun Sabrina," ucap Kris, Raya dan Bara mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Risa emang jahat tapi dia gak cerdik," ucap Kris


"Kejam lu," tanggap Bara sambil tertawa, Kris hanya menjitak kepala Bara dengan tangannya


Anaya yang baru datang pun menjadi tambah salah paham melihat Bara yang tertawa, padahal Anaya tidak tahu apa sebabnya.


"Sabar ya," ucap Sabrina sambil mengusap pundak Anaya


"Kalau emang mereka temenan sama lu cuma buat ngehancurin lu, gue bakal selalu siap ada buat lu," lanjut Sabrina sambil tersenyum


Anaya cukup senang mendengarnya, setidaknya Anaya tidak merasa sendiri di sekolah ini.


Anaya masih saja memperhatikan Bara, Raya, dan Kris yang kini tampak tak ada wajah bercanda lagi, semuanya terlihat serius.


"Mereka rencanain apalagi sih?" tanya Sabrina sambil mengepalkan tangannya


"Udahlah, Sabrina, gak usah peduliin mereka," Anaya menarik tangan Sabrina


Sabrina hanya mengikuti arah Anaya, namun Sabrina menyimpan senyum yang menggantung, artinya tergantung orang yang melihatnya.


"Anaya, lu yakin mau ngejauh dari Raya, Bara, sama Kris?" tanya Sabrina, Anaya terdiam, ia belum siap membahasnya


"Gue butuh waktu, buat ngertiin dan ngebuktiin dugaan gue bener apa salah, dan gue berharap dugaan gue salah," balas Anaya jujur


"Caranya?" tanya Sabrina sambil melipat tangan diatas dada


"Gatau, belum gue pikirin yang jelas gue lagi butuh pemikiran yang jernih," balas Anaya


Raut wajah Sabrina sedikit lebih masam dari yang tadi, Sabrina bingung kenapa Anaya sangat misterius.


"Kalau emang Raya, Bara, sama Kris yang salah?" tanya Sabrina


"Gue bakal tanya alesan mereka," balas Anaya


"Kalau alesannya karna mereka gak suka sama lu?" tanya Sabrina, Anaya tergelak mendengarnya


"Sab, lu kenapa malah nanya-nanya gituan sih?" tanya Anaya


Sabrina pun hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.