Different With You

Different With You
Siapa sebenarnya?



Hari ini, Anaya mulai menjalankan apa rencananya kemarin dengan Kris, Anaya masih belum bertegur sapa dengan Raya, karna Kris yang menyuruh Anaya untuk tetap terlihat masih belum berbaikan.


Bel pulang sekllah berbunyi, Anaya bergegas menemui Sabrina di UKS karna hari ini hari piket UKS Sabrina.


Namun saat hendak menuju UKS, Risa menghadangnya membuat langkah Anaya terpaksa terhenti.


"Mau kemana Lo?" tanya Risa


"Mau ke Sabrina," balas Anaya


"Hahaha kasian, dibuang ya sama Kris, Bara, Raya? Anak koruptor sih!" ledek Risa


Deg!


Anaya merasa lemah dan payah setiap kali ada yang memanggilnya anak koruptor, Anaya yang bahkan tidak tahu apa-apa harus menanggung ini semua.


Tapi Anaya tersadar, ini bukan saatnya dia untuk berduka, justru ini kesempatan untuknya mengulik Risa.


"Ris, lu benci banget ya sama gue?" tanya Anaya, Risa mengedikkan bahu


"Gue gak benci sama lu sebenernya, tapi lu nya aja yang deketin Kris, bikin gue muak," balas Risa


Anaya tersenyum dia merasa mendapat titik terang, satu hal yang dia tau, Risa ingin menyingkirkannya dari sisi Kris.


"Dan gue bersyukur sejak adanya gosip itu," ucap Risa mendekatkan wajahnya


Anaya mengernyit tajam, 'bersyukur adanya gosip itu?' berarti bisa jadi bukan yang menyebar, atau bisa jadi juga dia beralibi, Anaya tersenyum untuk menutupi raut curiganya.


"Udah ngomongnya?" tanya Anaya


"Sombong amat sih," Risa menarik kerah baju Anaya


Namun, Anaya langsung memegang tangan Risa itu dan menghempaskannya ke bawah. Setelah itu, Anaya menepuk-nepuk kerahnya seolah kerah bajunya terkena kotoran.


Risa menganga melihatnya, setelah itu Risa menatap Anaya dengan tajam.


"Udah ya, bye Risa," ucap Anaya sambil melambaikan tangannya dan melangkah meninggalkan Risa


Sekarang Anaya terburu-buru menuju UKS takut Sabrina sudah tidak ada lagi di UKS.


Saat Anaya hendak membuka pintu, Anaya mendengar sesuatu dari balik pintu, daripada membuka pintu, Anaya langsung mendekatkan telinganya untuk lebih mendengarnya.


"Apa lagi sekarang?!" tanya Sabrina dari dalam UKS


"Katanya, tugas lu masih belum selesai," balas orang yang suaranya tidak Anaya kenali


"Gue udah capek jadi babu dia," balas Sabrina


"Dia bilang kalau lu udah gak mau bantu dia lagi, berarti dia juga udah gak mau bantu ibu lu," ancam orang itu lagi


Anaya berpikir keras apa yang sedang terjadi didalam, kenapa Sabrina dan orang itu berdebat dengan pintu terkunci?


"Pokoknya dia mau satu hal lagi, buat anak itu pindah secepat mungkin," ucap orang itu lagi


Anaya terkejut, Anaya perlahan mundur menjauhi pintu itu, namun Anaya ceroboh, dia menabrak seseorang dan terjatuh.


"Aw," ringis Anaya, namun sedetik kemudian, dia tersadar kalau dia bisa ketahuan menguping, Anaya kemudian menutup mulutnya, dan bangun lalu melangkah meninggalkan UKS tanpa melihat perempuan yang ditabraknya.


perempuan yang tertabrak Anaya melotot ketika melihat Anaya yang berlari meninggalkan UKS, Anaya memang tidak sempat melihat wajahnya, tapi kalau namanya terdengar oleh Anaya, tamatlah sudah permainannya.


perempuan itu pun langsung menggedor-gedor pintu UKS, Sabrina pun langsung membuka pintu UKS dengan wajah ketakutan.


"M-Moyra?" ucap Sabrina memanggil nama perempuan tadi, Moyra hanya tersenyum sambil menepuk bahu Sabrina


"Tadi nyebut nama gue berapa kali?" tanya Moyra


"Gue gak nyebut nama lu kok," balas Sabrina, Moyra menganggukkan kepalanya


"Kalau gitu, selesain permainan ini secepatnya, sebelum Anaya tau siapa yang bikin dia kaya gini," ucap Moyra, Sabrina hanya menunduk takut


"Awas aja kalau sampe gagal," Moyra tersenyum culas lalu meninggalkan Sabrina, perempuan yang tadi berbincang dengan Sabrina pun langsung mengikuti Moyra.


***


Anaya masuk ke Caffe depan rumahnya, disana sudah ada Kris yang menunggu Anaya.


"Kris, gak bawa motor?" tanya Anaya, Kris menggeleng sambil terus memainkan hp nya, tampaknya Kris sedang main game, setahu Anaya Kris suka main AOP, mungkin dia sedang main itu.


"YES YUHUUU," ucap Kris kegirangan, namun hp nya terlempar ke meja, Anaya tak sengaja melihat game apa yang sedang dimainkan Kris, Anaya terkejut melihatnya sampai Anaya menganga dan Kris menjadi salting.


satu


dua


"Hahahaha, Kris kok lu main cookingmama?" tanya Anaya, lalu tertawa terbahak-bahak


"Sebenernya si Bara yang download, terus gue coba main tadi," ucap Kris malu setengah mati


"Seru?" tanya Anaya masih tetap tertawa


"Lumayan lah obat gabut," Kris ikut terkekeh


Anaya lalu memanggil waiters dan memesan pesanannya dan Kris. Tak lama pesanan mereka pun datang.


"Kris gue nemu sesuatu," ucap Anaya


"Apa?" tanya Kris sambil meminum americano nya.


"Entah kenapa gue mikir bukan Risa yang nyebarin," balas Anaya


"Udah interogasi si Risa?" tanya Kris, Anaya mengangguk


"Dikit,"


"Apa katanya?"


"Dia bilang dia bersyukur adanya gosip itu,"


"Oke, terus Sabrina gimana?"


Anaya membenarkan posisi duduknya, dan langsung mulai menceritakan apa saja yang dia dengar saat Sabrina sedang di UKS.


"Liat kan? Gue emang udah curiga sama Sabrina sejak awal, aneh aja dia langsung bisa dan mau deket sama lu," ucap Kris


"Tapi bentar dulu, siapa yang nyuruh Sabrina? kenapa Sabrina mau aja disuruh? pasti ada sesuatu, soalnya orang tadi ngancam-ngancam," ucap Anaya


"Berarti, pertama, kita harus selidikin Sabrina, semuanya tentang dia," Kris menganggukkan kepalanya


"Maksudnya?" tanya Anaya dia tidak mengerti apa yang Kris bicarakan, Kris menepuk keningnya


"Maksudnya kita harus cari tau ada masalah apa sebenernya di kehidupan Sabrina itu," balas Kris


"Oh gitu, caranya gimana?" tanya Anaya


"Kali ini kita harus minta bantuan Bara sama Raya," balas Kris


Anaya terdiam sejenak, lalu tersenyum lebar, membuat Kris hampir meleleh melihat senyum manisnya.


"Kenapa?" tanya Kris


"Kangen Raya," balas Anaya, Anaya sangat merindukan Raya, selain itu juga Anaya hutang maaf pada Raya dan Bara yang sebenarnya tidak tahu apa-apa


"Raya juga pasti kangen banget sama lu," ucap Kris berusaha membuat Anaya tenang


"Gue bodoh, mudah percaya sama kata orang yang padahal gue sendiri belum tau bener atau ngga," Anaya menunduk malu, menyadari selama ini juga dia sudah bersikap bodoh


"Its okay, lu jadiin pelajaran dan gak usah diulangin lagi," ucap Kris, Anaya mengangguk


"tumben bijak," Anaya terkekeh


"Tiap hari juga bijak," ucap Kris


"Pensi gimana?" tanya Anaya


"Diundur, kenapa? Mau nampilin sesuatu?"


"Nggak kok, nanya karna gue kan panitia pensi juga, hehe,"


"Jangan bohong, gue denger katanya lu jago nyanyi,"


"Gak boleh denger kata orang,"


"Iya juga ya, yaudah lu yang nyanyi, biar buktiin itu gosip apa bukan,"


"Ih apa sih Kris,"


"Mau ngajak tampil bareng tadinya, gue main gitar, lu yang nyanyi,"


"Risa tuh dia lebih bagus suaranya,"


"Iya, suara gibah,"


Anaya dan Kris tertawa bersamaan, yang mereka tahu kini hanya satu hal bahwa terlalu percaya kata-kata orang lain malah membuat diri kita bisa menjadi lebih buruk dari sebelumnya.