Different With You

Different With You
Menghindar



Bel masuk berbunyi, membuat para siswa-siswi masuk kekelas masing-masing. Anaya masih duduk disebelah Raya, namun Anaya tetap tidak memandang Raya.


"Anaya," panggil Raya lirih, namun Anaya terus menghindari tatapan Raya


"Bukan gue yang nyebarin, Bara juga gak nyebarin, lu kan tau kemaren di UKS bukan cuma kita tapi—" ucapan Raya terhenti ketika Anaya menatap mata Raya.


"Raya, gue lagi mau tenang, mau mikirin ini semua," ucap Anaya


Raya terdiam lalu pandangannya beralih pada Bara yang sedari tadi menatapnya dengan sendu.


"Nay, lu gak percaya sama gue?" tanya Raya


"Lu lebih percaya gue yang bocorin itu semua?" tanya Raya lagi


Brak


Anaya menggebrak meja, matanya merah menahan tangis.


"Kan udah gue bilang, gak usah dibahas dulu, atau lu sengaja? Biar semua orang makin tau kalau gue itu dulu buruk banget?" tanya Anaya


Raya tidak menjawab, air matanya sudah mengalir di pipi, Raya berpikir Anaya berubah sekarang, ya sejak kejadian tadi pagi, saat Anaya pergi dengan Sabrina.


"Nay, sumpah ya gue tau lu gak akan percaya apapun yang gue omongin, tapi gue bakal bantu lu temuin orang yang nyebarin ini semua, biar lu percaya kalau gue bukan orang yang seperti itu," ucap Raya


Anaya hanya terdiam sambil menulis-nulis hal tidak jelas dibukunya, menyibukkan diri agar tidak terlihat peduli.


"Lu bahkan gak mau denger gue?" tanya Raya


"Segampang itu lu termakan gosip?" tanya Raya lagi


Anaya menghentikan aktivitas dan langsung menatap Raya dengan tajam.


"Terserah lu mau judge gue kayak gimana, yang penting gue udah bilang kalau gue kayak gini gara-gara gue lagi mau tenang dulu," ucap Anaya


***


Bel istirahat berbunyi, Anaya masih belum mau menyapa Raya, Anaya memilih untuk diam dikelas daripada harus ikut Bara, Kris, dan Raya untuk pergi ke kantin.


Dikantin, Kris membuka laptopnya dan mulai mengetikkan sesuatu disana.


"Ngapain Kris?" tanya Raya, Bara tergelak mendengar pertanyaan Raya


"Raya, lu tau gak? Kris jadi gila, dari tadi dikelas dia cuma ngutak-ngatik laptopnya aja," ucap Bara sambil menahan tawa


"Ngapain?" tanya Raya lagi


"Nyoba buat hack room chat Anaya," kali ini bukan hanya tawa Bara yang terdengar, namun Raya juga


"Buat apa?" tanya Raya


"Gue mau tau siapa yang udah ngasih screen Shoot an itu sama Anaya," balas Kris tetap serius dengan laptopnya


"Bisa?" kali ini Bara yang bertanya, Kris menggeleng sambil tersenyum, sedangkan Bara dan Raya mengerlingkan matanya


"Ray, lu gak masuk grup gibah itu?" tanya Bara, Raya menggeleng


Raya kemudian terdiam sambil memijat kepalanya, bingung harus berbuat apa. Namun semenit kemudian dia menjntikkan jarinya.


"Ah! Gue tau, Kris, Risa kan naksir sama lu, coba aja tanya sama dia siapa yang ngirimin Screenshot itu di grup, kalau gak salah Risa juga masuk," ucap Raya


"Kalau dia gak mau?" tanya Bara


"Berarti dia pelakunya," ucap Raya sambil tersenyum


Kris secepat kilat beranjak dari duduknya dan mulai melangkah meninggalkan Bara dan Raya yang terkejut.


"Kris lu kemana?" tanya Bara, Kris membalik tubuhnya sambil mengedikan bahunya


"Nanti kalau mau ke kelas laptop gw bawa," ucapnya sambil terus berjalan


Bara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Kris itu selalu seenaknya.


Kris berjalan dengan cepat, berharap dia dapat menemukan Risa secepatnya, namun saat dia melangkahkan kakinya lebar-lebar, seorang perempuan melintas melewatinya, perempuan itu tersandung dan terjatuh. Kris pun refleks berhenti dan melihat kearah perempuan itu, yang ternyata adalah Anaya.


"Nay gue gak sengaja," ucap Kris sambil mengulurkan tangannya


"Gue yang salah," balas Anaya sambil pergi tanpa memandang Kris


Kris mengubah tempo langkahnya menjadi lambat, syukurlah tak lama dia langsung menemukan Risa yang sedang bersama dengan Sabrina.


"Kris? tumben," ucap Risa, Kris memamerkan senyum terbaiknya


"Risa, ada yang mau gue tanyain," ucap Kris


"Gue duluan Ris," ucap Sabrina, Risa mengangguk


Risa tersenyum penuh harap lalu Risa berdehem beberapa kali untuk menetralkan detak jantungnya yang sebenarnya tidak berpengaruh sama sekali.


"Kenapa?" tanya Risa, senyumnya tak bisa hilang dari bibirnya


"Lu masuk grup gibah?" tanya Kris, senyum Risa memudar, lalu cepat-cepat Risa mengangguk


"Gue masuk," balas Risa


"Boleh liat bentar gak?" tanya Kris


"Buat apaan?" tanya Risa


"Liat bentar aja, nanti pulang gue anterin lu kerumah lu deh," ucap Kris


"Padahal gak gue gak minta, yaudah deh itung-itung bantuin Lo," ucap Risa sambil tersipu dan menyerahkan handphone nya


Kris melihat handphone Risa dan mulai mengecek siapa yang menyebar screenshoot Chat fitnahnya.


Setelah Kris menemukannya, Kris terkejut ketika melihat nomor tersebut sudah tidak aktif, benar-benar niat sekali yang mau menyebar aib Anaya ini.


Kris lalu mengirimkan screenshoot dan nomor telpon para admin grup pada roomchat Kris.


"Risa, makasih banyak ya," ucap Kris setelah menghapus jejak


"Sama-sama jangankan minta liat grup, minta liat semua chattan juga boleh," ucap Risa dengan nada yang sedikit manja membuat Kris sedikit Risih


"Risaaa," teriak Bagas sambil menghampiri Risa


"Apaan sih?! Emangnya ini dihutan? Teriak-teriak Mulu lu," kesal Risa


"Sorry Ris," kekeh Bagas


Setelah itu, terjadilah perdebatan antara Bagas dan Risa, inilah kesempatan Kris melarikan diri dari Risa, Kris lalu mengendap-endap dan pergi.


Kris mengernyitkan keningnya saat melihat screenshootannya. Aneh sekali, di screenshootan itu Kris terlihat Chating dengan orang itu pukul 14.20, padahal saat pukul 14.20 Kris sedang sibuk-sibuknya dalam proses persetujuan Sponsor.


"Ini ada yang aneh," ucap Kris


"Gue sama sekali gak megang handphone kemaren," lanjutnya bermonolog


"Dan itu sama sekali bukan fake chat atau editan, berarti diem-diem ada yang pake hp gue," ucap Kris


Seseorang yang melihat Kris dari kejauhan hanya tersenyum sendu, Kris terlihat kewalahan menangani permainannya.


Orang itu berambut panjang dan bergelombang, ia hanya tersenyum lalu memberikan beberapa uang pada salah seseorang siswi.


"Bagus, Kris mulai jauh dari Anaya, maupun Risa," ucap wanita berambut panjang dan bergelombang


"Ada tugas lagi?" tanya siswi satunya


"Nope, lagian gue bakal bisa Deket sama Kris sebentar lagi, terus awasin Kris, dan liat siapa yang berani deketin dia,"


"Itu aja?"


"Iya itu aja,"


"Terobsesi banget sama Kris?"


Wanita tadi mendekat kearah siswi yang sedang menatapnya.


"Lu gak usah banyak tanya kalau lu gak mau hancur juga," ucapnya lalu pergi meninggalkan Siswi itu


"KENAPA HARUS GUE SIH YANG LO SURUH-SURUH?!" tanya siswi itu dengan marah


"ssstt, itu karna, Lo punya muka polos," wanita itu menyeringai lalu pergi meninggalkan Siswi yang sedang mendecak Frustasi.