
Hari ini adalah hari Minggu, Bara sudah ada didepan Raya dengan motornya. Mereka hendak menyelidiki Sabrina.
"Alamatnya udah dapet?" tanya Raya yang baru saja keluar dari rumah
"Dapet, biasa dari para cewek," ucap Bara sambil menunjukkan kertas yang berisi alamat rumah Sabrina
"Tapi gimana kalau dia gak ada di rumah?" tanya Raya
"Kita bisa coba besok," balas Bara
"Lu gak kerja part time sama Kris hari ini?" tanya Raya, Bara menggeleng
"Gue cuti, ayo cepetan naik, nanti keburu panas," balas Bara
Raya pun hanya ber-oh ria saja, kemudian dia menaiki motor Bara.
Bara pun mulai mengendarai motornya, menuju rumah Sabrina hari ini.
***
Bara berhenti tepat di depan rumah gerbang hitam, yang sekitar 5 meter lagi didepannya adalah rumah Sabrina.
"Eh! Bara! Itu si Sabrina keluar," ucap Raya sambil menunjuk motor Sabrina
"Mau gimana? gue sama lu ikutin dia, apa lu mau kerumahnya, pura-pura bertamu, terus gue sendiri yang ikutin Sabrina?" tanya Bara
"gue suka cara yang kedua," balas Raya sambil turun dari motor
motor Bara pun melesat meninggalkan Raya. Setelah Raya memastikan Bara dan Sabrina sudah jauh, Raya langsung pergi ke rumah Sabrina.
tok... tok... tok...
Raya mengetuk pintu rumah Sabrina, namun hening, tidak ada jawaban siapapun dari dalam.
tok... tok... tok....
Raya mengetuk sekali lagi, berharap ada seseorang yang menyahut dan membukakan pintu untuknya.
cklek
pintu rumah Sabrina dibuka, menampakan wanita dewasa dengan pakaian yang sangat minim.
"Cari siapa?" tanya perempuan itu sambil menyesap rokoknya
"Sabrina nya ada kak?" tanya Raya sopan sambil tersenyum
"Oh si Sabrina, pergi dia tadi," balas perempuan itu
"kemana kak?" tanya Raya lagi
"Paling juga ke rumah sakit," balas kakaknya Sabrina
"Rumah sakit?" tanya Raya
***
Motor Bara terus membuntuti motor Sabrina dengan jarak yang cukup jauh, tak lama, Sabrina berhenti di depan SMA 1 Cakrawala, membuat Bara juga berhenti dengan jarak yang jauh.
Drrrttt... Drrrttt... Drrrttt
Handphone Bara bergetar, membuat Bara langsung mengangkat telpon.
"Hallo?" sapa Bara setengah berbisik sambil menyembunyikan tubuhnya
"Bara, lu lagi di rumah sakit gak? lu ada di rumah sakit bagian mana?" tanya Raya di sebrang sana
"Rumah sakit? gue belum kesana, gue lagi ngikutin Sabrina," balas Bara
"Ihhh dimana posisi lu?" tanya Raya
Namun, motor Bara ditepuk oleh seorang perempuan, saat Bara melihat perempuan itu, Bara sangat terkejut.
"Udah telponannya?" tanya perempuan itu sambil menyeringai
Bara langsung mencari Sabrina, namun sudah tidak ada jejak sama sekali.
***
Raya bingung saat Bara tak kunjung menjawab telponnya, namun saat Raya hendak mematikan teleponnya, terdengar sebuah percakapan kecil di telponnya.
"Udah telponannya?" tanya seorang perempuan di sebrang sana
"Moyra?" tanya Bara dengan setengah penuh penekanan
"Kenapa?" tanya perempuan yang tadi dipanggil Moyra
Raya terjatuh, karna tertabrak seseorang yang tampak sedang terburu-buru membuat handphone Raya terpental jauh dan layarnya retak.
Raya buru-buru meraih hp nya, namun hp nya sudah mati.
"Duh, hp gue, mana orangnya gak minta maaf, awas aja lu," ucap Raya sambil melirik orang yang sedang setengah berlari tadi
"What?! Sabrina?" tanya Raya
Karna penasaran, Raya pun mengejar Sabrina, sampai kemudian Sabrina masuk kesebuah ruang rawat inap.
Raya pun mengintip dari jendela kecil yang ada di dekat pintu masuk.
Seorang wanita paruh baya terbaring di ranjang dengan badan yang sudah sangat kurus, wajahnya pun pucat. Raya teringat mungkin ini adalah ibu Sabrina yang diceritakan oleh kakak Sabrina.
Raya tidak mendengar apapun dari luar, mungkin percakapan Sabrina dengan ibunya sangat kecil sehingga Raya tidak mendengar apapun.
Raya kemudian berbalik dan mulai melangkah meninggalkan rumah sakit, mungkin Raya bisa kembali kesini saat Sabrina sedang tidak ada. Dengan begitu, Raya leluasa bertanya pada ibu Sabrina.
Srett
tubuh Raya ditarik seseorang, Raya sempat memberontak, namun tak lama kemudian orang tersebut membius Raya, lalu, Raya pun tak sadarkan diri.
***
Bara menatap Moyra dengan tajam, Bara ingin mengenyahkan perempuan ini sekarang juga.
"Mau apa lu?!" tanya Bara dengan penuh penekanan
"Gue cuma mau balikan sama Kris," balas Moyra sambil tersenyum manis
"Kris udah pernah bilang kan?! Lu tuh cuma masa lalunya! Kenapa sih terobsesi banget sama Kris?" tanya Bara
"Aw, Santai Bara," Moyra menepuk-nepuk bahu Bara
"Kalau gue gak bisa balikan lagi sama Kris, berarti gak ada satupun orang yang bisa deket dan jadian sama dia," lanjut Moyra sambil merapikan kerah baju Bara, namun Bara menghempas tangan Moyra
"Mau lu apa? jadi lu selama ini biang kerok dari semua masalah di sekolah? sama Anaya, Risa, juga Sabrina?!" tanya Bara, Moyra mengedikan bahunya santai
"Sorry, gue kelewatan ya?" tanya Moyra sambil terkekeh
"Lu keterlaluan Ra," Bara menggeleng kesal
"Ssstt, Bara, gak boleh gitu, lu juga pernah suka sama gue," Moyra menempelkan telunjuknya pada bibir Bara yang langsung mendapat tamparan dari Bara
Bukannya menangis atau marah, Moyra hanya tertawa dengan suara yang membuat Bara merinding.
"Lu marah Bar? Kenapa? karna gak berhasil dapetin gue? untung aja gue gak jadian sama lu ya, bisa kena tampar tiap hari gue," kekeh Moyra
Moyra melipat tangannya diatas dada, kemudian mundur beberapa langkah dan meninggalkan Bara, tak lama beberapa orang menyergap Bara dan membius Bara, membuat Bara tak sadarkan diri.
***
Raya membuka matanya perlahan, dia tidak bisa melihat apapun, gelap, ya hanya gelap, Raya menggelengkan kepalanya, mencoba beradaptasi dengan ruangan gelap ini.
ctek
lampu pun dinyalakan, menampakan Moyra yang tengah tersenyum manis kearah Raya.
"L-Lu siapa?!" tanya Raya ketakutan, namun badannya di ikat, membuatnya tak bebas bergerak
"Gue? coba tanya sama temen yang ada di belakang lu," ucap Moyra sambil tertawa
Raya refleks menoleh, dan mendapati Bara yang masih tertidur, dan terikat bersamanya.
"Bara! Bangun lu! Baraaa!" Raya menodorong-dorong punggung Bara yang menempel pada punggungnya
"Ssstt, kasian temen lu, capek kayanya ahahaha," tawa Moyra meledak
"Heh! Mau lu apa sih hah?! Lepasin kita cepetan," ucap Raya sambil terus berusaha melepaskan diri
"Mau gue? hmm setelah gue dapetin Kris ya kalian pasti bebas kok, santai aja, kalian juga bakal dikasih makan," Moyra tertawa
"Sampe kapan pun Kris gak akan tertarik sama lu! Dia introvert dan gak mudah mau sama cewek macam lu! Apalagi kalian baru kenal!" ucap Raya, Moyra hanya tersenyum miring mendengarnya
"Ya lu bener, bener banget, Kris gak mudah ngobrol sama orang yang gak dikenal, tapi asal lu tau, gue sama Kris udah kenal sejak lama," ucap Moyra
"Lagian kenapa lu nyulik kita? Lu takut ya sama kita?" tanya Raya, Moyra hanya menggoyangkan telunjuknya ke kanan dan ke kiri
"Gue bukan takut, tapi kalian bisanya cuma bikin ribet tau gak? lagian lu pada aneh banget rencana nya basi, gampang dibaca," ucap Moyra sambil keluar lalu menutup pintu, dan menguncinya
"Argh!" Raya mendendangkan kakinya dengan kesal, bingung bagaimana dia akan keluar dari ruangan ini.