Cause I'M Yours

Cause I'M Yours
After Hundreds of Full Moon



Tom masuk ke dalam ruangan Javier dengan membawa kartu undangan di tangannya.


“Tuan, Anda ada undangan pesta pertunangan,” kata Tom seraya menyimpan kartu undangan itu ke atas meja Javier.


“Dari siapa?” tanya Javier.


“Ini undangan dari paman Anda.”


Javier membuka kartu undangan itu dan tertulis nama sepupu yang sudah seperti adiknya sendiri—Daniel. Bersama dengan nama calon tunangannya bertuliskan J. March. Javier mengernyitkan dahinya, merasa tidak asing dengan nama belakang March.


“Apa jadwalku kosong Sabtu ini?” tanya Javier pada Tom setelah membaca bahwa pesta pertunangan itu akan diadakan hari Sabtu.


“Tidak ada Tuan. Sabtu ini, nona Ivy pun akan menginap bersama Nyonya Mary. Anda bebas untuk pergi,” jawab Tom.


“Baiklah. Tolong persiapkan kado spesial untuk adikku.”


Tom mengangguk kemudian keluar dari ruangan itu. Javier menatap kembali kartu undangan dan melihat tulisan March yang merupakan nama belakang dari Jo, satu-satunya sosok wanita yang membuat dia mampu bertahan menjadi seorang orangtua tunggal. Dalam dirinya, dia merasa yakin bahwa Jo akan kembali padanya. Kali ini, dengan statusnya yang lajang, dia sangat siap untuk menerima cintanya kembali.


***


Jo menatap dirinya di depan cermin. Rambut bergelombangnya disanggul membuatnya terlihat sangat menawan. Riasan yang tidak berlebihan membuatnya semakin cantik alami. Gaun berwarna rose gold begitu manis membalut tubuhnya di hari spesialnya. Seharusnya, Jo bahagia tapi raut keraguannya nampak jelas di garis matanya.


Pintu terbuka dan Elena muncul, histeris seperti biasa.


“Ya ampun! Kau sangat cantik!” seru Elena.


Jo mendapat pelukan dari sahabatnya. “Terima kasih sudah datang!”


Elena melepaskan pelukannya. “Aku tidak sekejam dirimu!”


Jo terkekeh. “Dengan siapa kau datang?”


“Aku datang dengan kekasihku, Tom!"


"Apa kau melihat Bibi Ema?"


"Bibi Ema sudah duduk di bawah bersama Patrick. Apa kau siap?” tanya Elena.


Jo melakukan latihan pernafasan. Inhale, exhale, huffftt… “Aku siap!”


***


Javier turun dari mobilnya sambil membawa kado kecil yang telah dipersiapkan Tom untuk pesta pertunangan adik sepupunya di rumah pamannya. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan keluarga besarnya karena kesibukan. Christian adalah paman yang paling dekat dengan Javier sewaktu kecil. Semenjak ayahnya meninggal, Christianlah yang menjadi ayah pengganti bagi Javier.


Javier berjalan ke area taman rumah pamannya yang sangat luas dan dijadikan tempat dilaksanakannya acara pertunangan. Chirstian tersenyum lebar dan membuka kedua lengannya saat Javier datang.


“Selamat datang! Calon Gubernur Pennsylvania!” seru Chris.


Javier terkekeh kemudian memeluk hangat pamannya, kemudian mencium pipi kiri dan kanan bibinya.


“Apa kabarmu Javier?” tanya Meg.


“Tidak pernah sebaik ini!” jawab Javier yang terlihat senang bertemu dengan keluarganya.


"Di mana Ivy? Kau tidak mengajaknya?" tanya Chris.


Javier menggeleng. "Hari ini adalah jadwalnya bersama Mary."


Tak lama, Daniel muncul dan memeluk Javier hangat.


“Terima kasih sudah datang, Big Bro!” ucap Daniel.


“Selamat atas pertunanganmu!” kata Javier, kemudian menyerahkan kado kecil di tangannya pada Daniel.


“Jika kado ini dipersiapkan oleh asisten pribadimu, maka isinya adalah tiket makan malam di hotel bintang lima,” kata Daniel yang sudah mengenal soal Javier yang selalu menyerahkan segalanya pada asisten pribadinya.


Javier terkekeh mendengarnya. “Haha.. Kau benar.”


Hari ini , Tom mendampingi  Elena yang mengajaknya ke pesta pertunangan Jo. Saat dia sampai di lokasi yang merupakan rumah dari paman atasannya, dia sangat terkejut saat melihat Javier pun ada di sana mengobrol bersama adik sepupunya—Daniel, yang juga bertunangan hari ini.


Tom segera mencari-cari dimana kekasihnya berada, sampai dia melihatnya di pintu kedatangan menggandeng Jo yang begitu cantik hari ini.


“Oh shit!” gumam Tom.


“Itu dia, tunanganku yang cantik!” ucap Daniel, saat Jo keluar dari rumahnya dan berjalan menuju area pesta.


Javier menoleh dan terhenyak ketika melihat wanita yang disebut sebagai tunangan oleh adik sepupunya itu yang juga adalah pemilik hatinya, Joana March. Javier mundur perlahan, sedangkan Daniel melangkah menyambut tunangannya. Tubuh Daniel yang tingginya melebihi Javier, menghalangi Javier dari pandangan Jo.


Javier mulai mengingat kembali saat perjalanannya ke Australia untuk mencari Jo. Saat dia sampai di mes Green Peace, dia melihat Jo sedang dilamar oleh seorang lelaki yang berlutut di hadapanya sehingga Javier tidak dapat melihat siapa lelaki itu karena lelaki itu membelakanginya. Javier menatap postur tubuh Daniel dari belakang dan sadar bahwa ternyata lelaki yang melamarnya di Australia adalah adik sepupunya sendiri.


Jo sampai di hadapan Daniel.


“Kau cantik hari ini,” puji Daniel.


Jo tersipu dan tersenyum. Elena pergi meninggalkan Jo bersama Daniel dan melangkah menuju Tom.


“Oh shit!” gumam Elena saat dia melintasi Javier yang terpaku.


Elena segera berjalan cepat menuju Tom.


“Bagaimana ini? Kenapa Javier ada di sini?” tanya Elena pada Tom, setengah berbisik.


“Daniel adalah adik sepupu Tuan Javier!” balas Tom yang juga setengah berbisik.


Elena menggeleng lalu menatap Jo dari kejauhan. “Ini bencana!”


Chris dan Meg menyambut calon menantunya dengan bahagia. “Kau cantik sekali!” puji Meg.


“Daniel tidak salah memilihmu!” puji Chris.


“Oh ya, aku ingin mengenalkanmu pada kakak sepupuku. Dia adalah calon gubernur Pennsylania,” Daniel memutar badannya dan berpindah tempat ke samping Jo, kemudian menunjuk seseorang yang berdiri di hadapannya. “Javier Thompson.”


Jo terhenyak saat melihat sosok lelaki yang selama ini mengganggu pikiran dan hatinya berada di hadapannya, di pesta pertunangannya bersama Daniel. Sosok yang selalu membuat dia merasa bersalah pada Daniel karena tidak dapat mencintai Daniel seutuhnya. Sosok yang selalu membuat dia tiba-tiba tertawa, lalu menangis setelahnya. Sosok yang selama ini dia rindukan, sang pemilik jiwa dan raganya—Javier Thompson.


Setelah ratusan purnama berlalu, akhirnya kita kembali bertemu.


Javier melangkah perlahan mendekati Jo. Mengulurkan tangannya.


“Jo?” ucap Javier.


Perlahan Jo pun mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Javier. Tangan yang selama ini terpisah jarak dan waktu akhirnya bertemu kembali dalam suasana yang sangat tidak diinginkan oleh keduanya.


“Tuan Senator,” ucap Jo.


Detak jantung Javier seakan berhenti, begitu pun dengan Jo. Darahnya berdesir dan hati mereka seakan tersayat. Jo menahan air matanya sekuat mungkin, begitu pun dengan Javier yang berusaha setenang mungkin.


Daniel mengernyitkan dahinya. “Kalian sudah saling mengenal?”


Pertanyaan Daniel membuat mereka kembali tersadar danmelepaskan tangan yang masih saling menggenggam.


“Jo pernah melakukan demonstrasi di depan kantorku saat masih menjadi senator,” jawab Javier sambil menatap Jo dengan tatapan penuh makna, mengingat pertemua pertama mereka dahulu.


Daniel tertawa mendengarnya. “Apakah itu benar Jo?”


“Aku mempertahankan hutan di desaku,” jawab Jo.


Meg memperhatikan Javier dan Jo dan merasakan sesuatu yang ganjil di antara keduanya.  Tak lama salah seorang crew dari event organization  memberitahukan bahwa acara pertunangan akan segera dimulai. Jo dan Daniel melangkah menuju area yang dijadikan pusat perhatian untuk para tamu. Semua tamu duduk di kursinya masing-masing dan mulai menyaksikan pertunangan antara Daniel dan Jo.


Perlahan Daniel memasukkan cincin berlian pada jari manis Jo. Jo melirik Javier yang terlihat tak bernyawa menyaksikan pertunangannya.  Bibi Ema duduk di kursi paling depan dan terlihat bahagia sambil menitikan air mata melihat keponakannya memiliki pendamping hidup.


Prok! Prok! Prok!


Kini Daniel dan Jo sudah resmi menjadi pasangan calon suami-istri dengan cincin pertunangan yang melingkar di jari manis Jo.


***