Beauty And The Boss

Beauty And The Boss
Bab 8 : Tidak Sesuai ekspektasi



Helena membuka matanya perlahan, dia melihat cahaya di luar sana sudah cukup cerah. Apakah di sini jam enam pagi sudah secerah ini? Sambil menggeliatkan badannya pelan, Helena berusaha meraih ponselnya, seketika bola mata Helena membulat, dia terkejut karena ponselnya mati dan itu artinya alarm yang sudah dia pasang tidak bekerja. Dengan cepat Helena mencari jam dinding dan seketika itu juga Helena langsung bangun dari tidurnya, sudah pukul 9 pagi sedangkan Vegas sudah mulai bekerja pukul 8 pagi!


Dengan cepat Helena mengambil charge dan melesat pergi menuju kamar mandi, dia melakukan semua itu dengan cepat kilat. “Astaga mengapa aku bisa sebodoh ini!” gerutu Helena.


Sementara disebuah tempat pemotretan, Vegas sudah mulai bekerja, Harry sudah pergi menuju Peru sejak pukul enam pagi tadi. “Apa kakak mu tidak salah memperkerjakan seseorang yang terlambat dihari pertamanya bekerja?” gerutu Marteen yang sedari tadi mencoba menghubungi nomor yang diberikan Rose, nomor itu tidak aktif dan sangat sulit dihubungi. “Jika sampai jam makan siang dia belum juga datang, aku akan memanggil Lily untuk menjadi asisten mu.”


Vegas yang baru selesai di make up menoleh ke arah Marteen, baru 2 jam bersama Marteen sudah membuat telinga Vegas merasa terganggu, hanya ada gerutuan yang keluar dari mulut Marteen dan Vegas cukup jengan mendengarnya. “Sudahlah tunggu saja, mungkin dia tersesat. Lagi pula siapa tadi? Lily? Aku tidak ingin asisten wanita,” ucap Vegas.


“Lebih baik asisten wanita dari pada pria yang selalu terlambat seperti ini,” balas Marteen. “Mengapa kakak mu tidak menyebutkan nama asisten baru mu? Aku kesulitan mencari tahu tentang dia,” ucap Marteen yang lagi*lagi menggerutu.


“Jika dia sudah datang dia akan tidur di kamar lama Harry, dia tidak akan terlambat lagi menurut ku. Dan untuk nama, mungkin dia ingin memperkenalkan dirinya sendiri pada kita,” jawab Vegas acuh, dia berdiri dan merentangkan tangannya saat seseorang merapikan pakaian khusus untuk pemotretan ini.


Saat sesi pemotretan sudah selesai, Marteen datang menghampiri Vegas dengan sebuah botol minum. “Bagus, dia baru membalas pesan ku dan baru sampai di bawah, kita lihat seperti apa wajah pemalas ini,” ucap Marteen.


Vegas hanya menggelengkan kepalanya, dia minum dan duduk untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum pengambilan foto yang kedua. Tak berapa lama seorang wanita masuk ke dalam ruangan mengenakan sebuah sweater dan jeans, cukup membosankan jika dilihat apalagi dengan rambut yang diikat 1 itu. “Apa sudah waktunya pengambilan gambar kedua? Tapi dia baru saja beristirahat, apa bisa kau katakan pada penata busana untuk memberikan waktu 5 menit lagi?” tanya Marteen dengan bingung saat melihat wanita itu menghampiri mereka.


Wanita itu tampak gugup dan kebingungan, dia menggelengkan kepalanya dan kini Vegas juga yang merasa kebingungan dengan tingkah wanita itu. “A— aku Helena. Aku yang ditugaskan Rose untuk menjadi asisten mu,” ucap wanita itu dengan kaku dan menatap Vegas seakan seorang fans yang bertemu dengan idolanya.


Vegas yang terkejut menggelengkan kepalanya, dia merasa di tipu oleh Rose, Vegas sudah mengatakan pada Rose jika dia tidak terlalu nyaman bekerja dengan seorang wanita, apalagi wanita ini memiliki rambut berwarna coklat! “Tidak, ini pasti ada kesalahan, aku akan menghubungi kakak ku terlebih dahulu,” ucap Vegas yang langsung berdiri dari duduknya dan mengambil ponsel untuk menghubungi Rose.