
Rose lagi-lagi menggelengkan kepalanya melihat tingkah Vegas yang seperti itu, dia kembali menggenggam tangan Vegas dengan lembut. "Aku akan memberikannya kesempatan," ujar Rose dengan lirih.
Vegas dengan cepat menoleh, dia menatap Rose dengan tak percaya. "Kau bercanda? ingat bagaimana dia saat meninggalkan mu? jangan memberikan kesempatan pada pria seperti itu kak!"
"Memangnya siapa yang mau menemani janda sering sakit seperti ku Vegas? kau saja sangat jarang menemani ku, aku juga butuh teman di sini," ucap Rose lembut. "Aku ingin memiliki keluarga kecil ku sendiri, kau juga membuat keluarga kecil mu, keluarga kita harus tumbuh. Hilangkan rasa benci mu terhadap pasangan, tidak semua orang seperti itu, kau harus membuka hati mu. Oh ya, bagaimana dengan Helena?" tanya Rose.
Vegas yang sempat terlupakan masalah Helena kini kembali teringat dan cukup menyakitkan. Vegas menggelengkan kepalanya pelan dengan perasaan hampa yang kembali muncul. "Dia menghilang begitu saja, dia hanya menitipkan pesan."
"Sebelumnya dia juga menitipkan surat itu untuk mu, tapi aku mengatakan jika kau akan marah jika dia masih menulis nama lamanya." Rose terbatuk kecil lalu kembali melanjutkan ucapannya. "Helena datang siang hari, dia mencari mu dan menunjukkan foto lama keluarga kita, entah dari mana dia mendapatkannya, tapi karena wajahnya sangat penuh berharap aku membawanya kemari, Helena mengatakan teman lama mu yang lupa berpamitan waktu itu, dia sedang ingin kabur karena calon suaminya yang selalu mengancam dan memperlakukan nya dengan kasar."
"Kau yakin Helena mengatakan itu? mengapa dia tidak menolaknya saja?" tanya Vegas. Dia tidak banyak mengetahui hal tentang Helena, dia cukup menyesal karena mengabaikan perasaannya.
Rose menggelengkan kepalanya. "Pria itu mengancamnya, dia mengatakan akan menunjukkan sikap aslinya dan tidak akan membiarkan hidup Helena tenang jika menolaknya. Aku kasihan padanya, menurut ku itu buka Cinta, tetapi obsesi yang menakutkan."
"Apa?" terlihat jelas keterkejutan di wajah Rose dia pikir Helena hanya teman masa kecil Vegas yang masih mencintai Vegas sampai saat ini.
Terdengar suara bel yang ditekan, Maggie dengan cepat keluar dari kamar dan bergegas menuju pintu utama. "Itu sepertinya dokter yang akan memeriksa mu," gumam Vegas.
"Untuk kali ini aku tidak akan menolak di periksa karena kau yang menemani ku hari ini," ucap Rose dengan senyum lembut dan sangat terlihat jelas jika dia sangat bahagia dengan kehadiran Vegas.
Mendengar itu pun Vegas tersenyum, dia mengusap punggung tangan Rose dengan lembut. "Teruslah sehat, sebentar lagi kita akan menggapai semua impian kita," gumam Vegas. "Menurut mu aku harus menyelamatkan Helena? aku tidak ingin berurusan kembali dengan Daddy, tapi disisi lain aku semakin geram dengan tingkah laku wanita yang merebut Daddy kak." Vegas menceritakan semua yang dia baca dari surat Helena, dia mengatakan semua kegalauan yang ada di dalam hatinya.
"Silahkan." Suara Maggie yang di ikuti oleh masuknya seorang dokter membuat percakapan mereka terhenti, Vegas ikut mempersilahkan Dokter tersebut untuk memeriksa keadaan Rose yang bisa dikatakan tidak terlalu baik.