Beauty And The Boss

Beauty And The Boss
Bab 15 : Pacar Pura-pura?



Sudah 5 hari Helena bekerja bersama Vegas, dia masih belum juga berhasil mengajak Vegas untuk berbincang dengan baik, setiap hari Vegas selalu sibuk dan tak mendapatkan kesempatan untuk memiliki waktu berdua. “Bisa matikan saja ponsel mu? Katakan pada siapapun itu untuk tidak mengganggu pekerjaan mu terlebih dahulu,” desis Vegas saat mereka berada di mobil menuju apartemen mereka kembali.


“B-baik, aku minta maaf,” ucap Helena. Sedari tadi Ella terus menghubungi Helena karena keluarga Helena di sana sepertinya sudah mencium ada sesuatu yang tidak beres dengan Helena, dia seharusnya hari ini sudah kembali ke rumahnya dan dua hari lagi seharusnya fitting baju bersama Zack. Mengingat nama Zack, Helena kembali menghembuskan nafasnya pelan, dia tidak ingin menikah bersama pria itu, apakah Helena harus memaksakan diri untuk bercerita pada Vegas tentang rencananya meminta bantuan untuk menggagalkan pernikahan ini.


Baru saja Helena akan membuka mulutnya dan mengutarakan niatnya, Vegas terlebih dahulu berbicara. “Putar balik, ada satu tempat lagi yang ingin aku kunjungi. Kau tahu butik yang biasa Harry dan aku kunjungi?” tanya Vegas.


Helena yang sudah mempelajari baik buku catatan Harry menganggukkan kepalanya, dia pun mengikuti keinginan Vegas dan menuju butik yang diminta Vegas. “Di sini?” tanya Helena saat mereka sudah sampai di sebuah butik mewah.


“Ya, ayo turun, aku akan membelikan mu pakaian baru, anggap saja ini bonus yang diberikan ku pada mu secara langsung,” ucap Vegas lalu turun dari mobil. Helena yang merasa bingung dengan sikap Vegas yang mendadak baik hanya bisa mengerutkan keningnya bingung.


Ketika mereka berdua masuk, Helena dan Vegas di sambut dengan ramah oleh para pelayan di sana, seorang wanita datang menghampiri mereka dan menanyakan keinginan Vegas. “Aku ingin kau merubahnya sangat cantik untuk malam ini.”


“Jika aku boleh tahu kemana tujuan mu malam ini,” bisik wanita itu sambil tersenyum kecil seolah sudah biasa dengan permintaan Vegas seperti ini.


“Seperti biasa,” jawab Vegas yang langsung berjalan menuju sofa dan mengambil majalah yang ada di atas meja.


Helena yang cukup bingung mengapa dirinya harus merubah penampilan hanya bisa menurut saat wanita itu memintanya masuk ke dalam sebuah ruangan lain yang ada di butik. Beberapa orang mulai membawakan baju mini dress yang membuat Helena mengerutkan keningnya. “Aku harus mengenakan pakaian ini?” tanya Helena.


Wanita itu menganggukkan kepalanya. “Ya, kau menyukai yang mana? Kau cukup berbeda dengan wanita yang di sewa Vegas. Tapi tak apa-apa, kau mungkin baru dalam pekerjaan ini,” kekeh wanita itu pelan.


“Wanita yang disewa? Oh, tidak, aku asisten barunya Vegas, kau mungkin salah paham dengan apa yang diminta Vegas tadi.” Helena menolak untuk mengganti pakaiannya dengan baju ketat itu, dia tidak akan nyaman dan tidak akan pernah mau.


“Oh benarkah? Mungkin karena kau cukup cantik jadi Vegas membawa mu kemari.”


Kebingungan Helena semakin bertambah besar, dia kembali menolak saat seorang pelayan ingin membantu Helena untuk mengganti pakaiannya. "Tidak, aku tidak mau! aku bukan wanita seperti itu!" pekik Helena marah, dia tidak tahu apa maksud Vegas memperlakukannya seperti ini, tapi yang jelas Helena merasa jika hal ini tidak baik untuknya.


"Hai, tenanglah sedikit, kau hanya akan pergi bersama Vegas pada sebuah acara teman-temannya berkumpul. Vegas selalu tak nyaman ketika ada wanita yang mendekatinya, dia selalu menyewa wanita untuk menjadi pacar pura-puranya agar tidak ada satu wanita pun yang berani mendekati dia," jelas wanita itu yang seakan mengerti dengan kepanikan Helena. "Vegas pria baik-baik, dia hanya terjebak pada traumanya dan belum siap membuka hatinya pada siapapun."


Helena seketika terdiam, dia kini cukup tenang dengan penjelasan wanita itu, sekarang Helena pun menjadi sedikit tahu mengapa Vegas selalu menghindari Laura dan model wanita lainnya yang mencoba untuk mendekati Vegas. Sudah sangat lama berpisah membuat Helena menjadi tidak tahu apa saja yang sudah Vegas alami, trauma apa yang membuatnya menjadi seperti ini? apakah saat kejadian 10 tahun yang lalu?


Tanpa sadar Helena mulai menganggukkan kepalanya. "Baiklah, tapi apakah ada pakaian lain selain baju-baju ini?"


"Tidak ada, ini pakaian terbaik dan cocok untuk digunakan untuk pasangan Vegas," jelas wanita itu. "Kalian akan ke club elite yang ada di kota ini, pakaian seperti ini sudah sangat wajar ada di tempat itu. Ayo coba kenakan dan tunjukkan pada Vegas."


***


Hampir 20 menit Vegas menunggu, akhirnya tirai pun terbuka, di sana Helena tampak malu-malu mengenakan dress berwarna hitam yang cukup elegant. Selama 5 hari ini pakaian yang dikenakan Helena bisa terbilang sangat sopan membuat Vegas tak pernah berpikir jika bentuk tubuh Helena sangat indah, mengapa wanita itu menyembunyikan keindahan tubuhnya dengan pakaian panjang yang tak menunjukkan bentuk tubuhnya? "Aku ambil pakaian ini, waktu ku sudah habis," ucap Vegas berusaha sebisa mungkin menunjukkan wajah datarnya seperti biasa.


"Baiklah, semoga acara kalian berjalan dengan lancar," ucap wanita itu dengan riang.


Sesampainya di parkiran, Vegas mengulurkan tangannya. "Kunci, biar aku yang membawa mobil untuk malam ini," ucap Vegas menjelaskan. Helena yang tak pernah bisa membantah memberikan kunci mobil pada Vegas dan saat dia masuk ke dalam mobil, tangan Helena dengan cepat merapikan rok dress yang sangat tak nyaman itu. "Bertahanlah, tak akan sampai tengah malam," ucap Vegas tanpa menoleh pada Helena.


***


Sesampainya disebuah club, mereka berdua masuk dan melihat sekumpulan orang yang langsung menyambut kedatangan Vegas. Helena merasa tak asing dengan pria-pria ini, dia seperti pernah melihat wajah mereka yang terpampang disebuah majalah. "Siapa wanita cantik ini? apa kekasih baru mu?" tanya seorang wanita yang sedang memeluk tangan pria bernama John.


"Ya, kenalkan, Helena," ucap Vegas dengan senyuman khas yang selalu membuat Helena berdebar tak menentu.


Saat perkenalan selesai, mereka pun mulai berbincang tentang keberhasilan mereka di bulan ini, sepertinya perkumpulan tersebut adalah perkumpulan rutin setiap bulannya, tak banyak hal yang Helena ketahui tentang apa yang sedang mereka bahas. "Kau tak ingin minum?" tanya Vegas yang menyadari Helena tak menyentuh sedikit pun minuman yang ada di gelas kecil tersebut.


"Tidak, aku tidak kuat dengan baunya," jawab Helena jujur. Lagi pula dia harus menyetir dan mengantarkan mereka berdua selamat sampai apartemen nanti. Vegas, entah sudah berapa gelas yang dia minum, namun hebatnya dia tak mabuk dan masih bisa mengontrol dirinya sendiri.


Saat Helena sedang diam-diam membalas pesan Ella, sebuah tangan pria hinggap diatas pahanya. "Hei!" pekik Helena yang terkejut karena John bersikap tidak sopan seperti itu.


Vegas yang mendengar suara Helena langsung menoleh dan menyadari apa yang sedang terjadi. "Lepaskan tangan mu!" teriak Vegas yang langsung menepis tangan John lalu berdiri dan menatap John dengan marah.


"Tenang Man, ini hanya tentang wanita, tidak perlu semarah itu," jawab John tanpa rasa bersalah sedikit pun. Vegas memutari kursi Vegas dan tanpa di duga langsung menarik kerah baju John.