Beauty And The Boss

Beauty And The Boss
Bab 17 : Gagal



Vegas baru bangun dari tidurnya, dia merasa kepalanya saat ini begitu berat dan pening saat mendengar suara panggilan masuk yang tak kunjung berhenti sedari tadi. "Hallo kak?" tanya Vegas yang tak usah melihat namanya pun dia sudah tahu siapa orangnya.


"Tidak, aku bukanlah kakakmu Vegas, apa kau baik-baik saja? Will mengatakan jika semalam kau dan John hampir bertengkar. Aku sudah menghubungi Helena tetapi nomornya tidak aktif, apa kau sedang bersamanya?"


Vegas mengerjapkan matanya beberapa kali, suara Marteen tak terlalu dia dengar. "Tidak, coba saja menghubunginya lagi, aku ingin lanjut tidur," gumam Vegas pelan. Dia ingat saat pertengkaran kemarin, dia merasa itu adalah pertengkaran biasa dan Marteen tidak perlu seheboh itu di pagi buta seperti ini.


Tanpa ingin ambil pusing, Vegas kembali tidur dan rasanya baru beberapa detik dia memejamkan matanya sebuah cahaya mengganggu kembali tidurnya. "Bangun, kau harus bersiap Vegas." Suara Helena membuat Vegas menggerutu pelan dalam tidurnya, dia ingin beberapa menit lagi sampai pusing di kepalanya hilang. "Aku membawakan minuman untuk pereda sakit kepala dan mual mu, Harry bilang kau akan selalu pusing setelah minum."


"Tutup kembali tirai itu! aku ingin kembali tidur 1 jam lagi," protes Vegas yang menarik tinggi selimutnya.


"Tidak Vegas, aku sudah mendapatkan omelan dari Marteen pagi ini, kau harus segera bersiap." Helena berjalan ke arah ranjang dan menarik selimut Vegas dengan paksa, jadwalnya hari ini sangat padat dan Helena harus mendapatkan Kesempatannya pagi ini untuk memberikan kalung tersebut, tidak ada waktu lagi!


***


Sementara di sana, Zack mengeram kesal dengan kabar hilangnya Helena, tidak ada yang tahu kemana Helena pergi karena minggu lalu Helena meminta izin untuk menginap bersama temannya dan kini temannya itu mengatakan jika dari seminggu yang lalu Helena tidak pernah datang ke sana. "Argh! Sial," desis Zack saat lagi-lagi nomor Helena tidak bisa dia hubungi. "Kau pikir bisa menggagalkan pernikahan ini dengan mudah?" gumam Zack kesal pada ponsel yang sedang menampilkan nama Helena.


Jika bukan karena surat wasiat konyol dari kakeknya yang akan memberikan Zack bagian besar dari harta, ia tidak akan pernah mau mendekati wanita membosankan yang selalu menutup dirinya itu! Zack tidak akan menghabiskan waktunya untuk berpura-pura baik dihadapan kedua orangtua Helena. "Apa ancaman ku kemarin kurang untuk menjinakkannya?" seutas senyum kecil jahat yang bercampur marah mulai terlihat, semua yang sudah dia susun tidak boleh ada yang gagal satu pun.


***


"Oh, kau? silahkan, Vegas ada di dalam baru saja selesai pemotretan," jawab Helena sambil tersenyum pada Will yang semalam dia temui. Entah pria itu masih mengingatnya atau tidak, yang jelas Helena menyukai sikap sopan pria itu.


"Terima kasih." Baru saja Will masuk ke dalam ruangan, rupanya masih ada pria lainnya yang baru datang, John si pembuat onar baru saja berjalan dengan langkah lambat sambil bermain ponsel.


Ketika Helena hendak menundukkan wajahnya, sialnya Helena terlambat dan John sudah menyadari siapa dirinya. "Kau wanita yang semalam di bawa Vegas? Oh astaga, rupanya kau hanya asisten pria itu? apa rumor tentang dirinya gay adalah benar?" John tertawa kecil seakan mengejek semua yang baru saja dia ketahui.


Helena yang tak merasa senang karena John mengatakan sesuatu yang buruk tentang Vegas menatap pria itu tajam. "Apa kau terlalu iri pada Vegas sehingga kau menjelek-jelekkannya seperti ini?" tanya Helena dengan sinis.


"Apa? aku iri padanya? Tidak mungkin, dia hanya terkenal karena viral, tidak ada prestasi yang menonjol darinya," kekeh John pelan. "Jika aku lihat-lihat kau memang cukup cantik, bagaimana jika kau bekerja dengan ku saja? aku pasti akan memperlakukan mu dengan baik."


"Helena!" teriakan Vegas membuat Helena bisa lepas dari obrolan tidak penting bersama pria itu. Tidak ingin membuang kesempatan, Helena dengan cepat masuk ke dalam ruang istirahat Vegas.