Beauty And The Boss

Beauty And The Boss
Peringatan Zack



Zack yang datang dengan wajah bahagia disambut oleh keluarga Helena yang sedang berkumpul di dalam rumah besar itu. "Aku dengar Helena sudah kembali, bisa aku bertemu dengannya?" tanya Zack dengan penuh harap.


"Tentu saja Zack, Ella tolong antarkan Zack ke kamar Helena."


Ella yang mendengar perintah hanya bisa menganggukkan kepalanya, Helena sudah mengatakan tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa, tapi jika dia mengikuti keinginan Helena lagi dia yang akan terkena imbasnya seperti saat membantu Helena kabur ke kota lain. "Silakan tuan aku akan menunjukkan jalannya," ucap Ella sambil sedikit menundukkan kepalanya dan berjalan terlebih dahulu yang langsung diikuti oleh Zack.


Senyum Zack mengembang kecil saat sudah berada di depan kamar Helena, otaknya sedang berputar keras memikirkan peringatan apa yang cocok untuk diberikan kepada wanita nakal itu. Dia ingin Helena mengikuti semua perintahnya, dia tidak suka ditentang apalagi wanita pembuat onar seperti ini. "Bukakan!" ucap Zack dengan raut wajah angkuh yang hanya diketahui oleh Ella dan Helena.


Zack tersenyum miring saat melihat Helena yang sedang menoleh ke arahnya dengan tatapan terkejut, Zack cukup terhibur dan menyukai ekspresi itu. "Halo istri ku, apa kau merindukan aku?" Zack perjalanan masuk ke dalam kamar Helena, dia lalu menoleh ke arah Ella. "Kau boleh pergi sekarang, aku ingin melepaskan rindu dengannya."


Ella menundukkan kepalanya sambil berjalan mundur dan menutup pintu kamar Helena. "Tidak, Ella! kembali! jangan tinggalkan aku berdua dengannya!"


"Hey, Hey, Hey ada apa ini? kau takut pada?" tanya Zack saya akan mengejek Helena yang panik.


"Apa yang kau inginkan?"


Helena menatap Zack dengan tajam penuh dendam dan kebencian, rahangnya mengeras. "Apa kau sudah mengetahui sesuatu tentang keluarga ku? apa alasan itu bukan kau kembali ke Desa? ingat Helena..." Zack mengusap rambut Helena lalu menariknya ke belakang dengan gerakan kasar. "Jangan pernah melewati batas! kau hanya wanita yang akan menjadi istri ku!"


Helena yang mendapatkan perlakuan seperti itu langsung menahan tangan Zack karena rasa sakit yang mulai terasa di kepalanya. "Lepaskan! kau ingin aku berteriak?" desis Helena.


"Berteriak lah, aku bisa membunuh Ella dengan tangan ku sendiri malam ini juga," ancam Zack.


Seketika Helena tak bisa berkata lagi, pria itu benar-benar monster! Helena menelan salivanya kuat, dia kembali menatap Zack penuh dendam. "Kau masih percaya diri jika aku mau menjadi istri mu?" tanya Helena mengancam.


Zack berdecak kasar, dia tampak sudah sangat muak dengan Helena. Sebelah tangannya yang masih bebas mulai menekan kedua pipi Helena. "Jika kau berani berulah lagi aku akan menjadikan mu anjing peliharaan ku Helena! cukup diam kamar mu dan besok kita akan bertemu kembali untuk menikah. Ingat, jika kau berbuat sesuatu yang merugikan ku lagi aku akan melampiaskannya pada pelayan kesayangan mu itu."


Zack melepaskan cengkraman tangannya di rambut Helena, dia masih memperlihatkan wajah muak pada Helena. "Jangan pernah menyentuh Ella sedikit pun!" desis Helena.


"Kalau begitu kau diam!" Zack hendak pergi dan entah kenapa kini senyum jahat kembali muncul di wajah Zack.