Beauty And The Boss

Beauty And The Boss
Vegas



Helena menarik nafasnya dalam, dia sudah tahu akan ada sesuatu gila dari balik senyuman pria itu. "Aku terlalu baik mengatakan ini, tapi ada satu cara untuk membatalkannya. Kau akhiri hidup mu di kamar ini, dengan begitu surat wasiat bodoh itu akan hangus," kekeh Zack.


Zack kembali melangkah, saat dia membuka pintu terlihat Ella yang berada di depan kamar. "Kau menguping sedari tadi!" pekik Zack marah.


Ella dengan penuh ketakutan menggelengkan kepalanya. "Ti—tidak Tuan, aku baru saja tiba, Tuan besar memanggil mu," ucap Ella dengan suara bergetar. Tak hanya suara, tubuhnya bergetar, ponselnya sudah mereka semua percakapan mereka berdua, dan jika Ella memberikannya pada Helena dia pasti akan terkena imbasnya, dia takut dengan peringatan Zack yang akan membunuhnya.


***


Hampir 2 jam Vegas menghabiskan waktu di perjalanannya, dia tiba di Desa tanpa membalas sapaan dari beberapa tetangga dan pegawai yang melihatnya datang. Fokus Vegas hanyalah untuk Rose dan Helena sekarang. "Tuan Vegas! untung kau kemari tepat waktu," ucap salah seorang pegawai kepercayaan Rose yang terlihat begitu panik.


Kedua alis Vegas langsung bertaut dan hatinya menjadi gelisah. "Apa ada? apa sesuatu terjadi kepada Rose?" tanya Vegas tak sabaran.


Wanita itu menganggukan kepalanya dengan keadaan masih panik. "Ya Tuan, aku sedikit aneh karena Nona Rose tidak kunjung keluar dari kamarnya, saat aku masuk wajah Nona Rose sudah sangat pucat."


Seketika itu juga Vegas membulat kan matanya, sudah sangat lama dia tidak berkunjung menemui kakaknya, kini mendengar keadaan Rose membuat Vegas menjadi sangat bersalah. "Apa!" pekik Vegas kencang. "Cepat hubungi dokter untuk memeriksa Rose!"


Tanpa menunggu waktu lagi, Vegas bergegas melewati pintu pagar rumah dan masuk ke dalam rumah penuh kenangan yang tentunya sudah diubah agar mereka tidak selalu mengingat tentang kejadian dulu. Kejadian suram yang membuat Vegas mengalami trauma tentang sebuah keluarga. "Kakak!" pekik Vegas saat masuk ke dalam kamar Rose.


Di sana, Rose tampak sudah bangun dari tidurnya, dia benar-benar pucat dan tersenyum lemah melihat kedatangan Vegas. "Akhirnya kau mengunjungi ku," ucap Rose dengan suara lemah. "Kalian ini terlalu heboh di luar, membuat ku langsung terbangun."


"Berhentilah bersikap seolah baik-baik saja kak, kau ini sakit apa sebenarnya? jangan membohongi ku, kau sudah berjanji untuk menemani ku di dunia ini," ucap Vegas dengan nada serius.


Rose tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya, wanita itu terlihat lemah dan rapuh. "Apa pria itu mengganggu mu lagi Nona? " tanya Maggie, pegawai kepercayaan Rose yang tadi memberitahukan tentang keadaan Rose.


Vegas yang mendengar itu langsung menoleh, keningnya berkerut dengan samar. "Pria itu? siapa?" tanya Vegas dengan nada marah, siapa yang berani mengganggu kakaknya?!


Sentuhan halus tangan Rose yang mengusapnya membuat Vegas menoleh ke arah Rose. "Mantan suami ku, dia beberapa kali mengunjungi ku dan mengatakan menyesal karena sudah meninggalkan ku, dia meyakinkan ku jika dia sudah berubah, dia meminta kesempatan sekali lagi."


Vegas menggelengkan kepalanya keras. "Pria seperti itu jangan di beri kesempatan." Vegas menoleh pada Maggie. "Jika dia kembali langsung kau usir saja!" perintah Vegas dengan begitu ketus.