
Hari ini semua pekerjaan Vegas sudah selesai, mereka pun berjalan menuju parkiran mobil. "Berikan aku kunci mobilnya," ucap Vegas yang cukup tiba-tiba sambil mengadahkan tangannya pada Helena.
"Kau ingin mengendarai mobil sendiri? Ini cukup malam untukku mencari kendaraan menuju Apartemen," ucap Helena cukup panik.
Vegas tertawa kecil, dia menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, bukan itu maksudku. Aku sudah berjanji padamu untuk membawa mu ke sebuah tempat bukan? ayo kita pergi ke sana."
"Kalau begitu biar aku saja yang membawa mobil," ucap Helena dengan cepat.
Vegas berdecak pelan, dia langsung mengambil kunci yang ada di tangan Helena. "Untuk malam ini khusus aku saja." Vegas berjalan terlebih dahulu menuju mobil dan disusul oleh Helena. "Duduk di kursi samping," ucap Vegas memberikan instruksi. Helena tanpa banyak bertanya lagi duduk di samping Vegas dan mengenakan seat belt.
Selama di perjalanan mereka tak berbincang sedikitpun, Helena tak berani untuk bertanya kemana mereka akan pergi. Saat sudah hampir satu jam, Helena pun menjadi kebingungan kemana sebenarnya mereka akan pergi sejauh ini di malam hari. Helena menoleh pada Vegas yang tampak fokus pada kemudi. "Apa masih lama kita sampai? ini bukan kawasan kota lagi," ucap Helena yang akhirnya membuka suara.
"Tidak, sebentar lagi, kau sudah mendengarnya bukan?" tanya Vegas.
Helena yang kebingungan hanya bisa menautkan kedua alisnya, apa yang sudah dia dengar? tidak ada suara apapun selain suara alam sunyi dan ombak dari laut yang ada di bawah sana. Jalan yang mereka lewati terbilang cukup menyeramkan bagi Helena, di sisi kanan mereka adalah sebuah tepi jalan yang hanya diberikan pagar dari kayu sebagai pembatas antara jalan dan jurang yang langsung mendarat di laut lepas, sangat menyeramkan.
Tak sampai 5 menit mereka melewati jalan yang menurun, mobil Vegas berhasil sampai di sebuah tepi pantai dengan cuaca langit malam yang cerah. Vegas membuka bagian atas mobilnya dan kini mata mereka benar-benar tidak terhalang sedikit pun oleh keindahan pantai yang disorot oleh lampu dari berbagai cafe yang ada di dekat sana. "Wow," komentar Helena untuk pertama kalinya. Suara ombak yang bercampur dengan angin malam membuat suasana menjadi seakan tenang dan rasa lelah pun menjadi hilang.
"Aku tahu kau sangat lelah dan tak pernah mendapatkan libur, untuk itu aku mengajak mu kemari," ucap Vegas yang kini menatap Helena.
Vegas mengambil kotak tersebut dan melihatnya dengan sekilas lalu memasukkannya langsung pada saku jaket bagian dalamnya. "Aku akan membukanya nanti, sekarang kita harus menikmati suasana tenang ini sebelum besok kembali pada pekerjaan yang menumpuk," ucap Vegas.
Helena mengangguk setuju, dia kembali menatap langit yang cerah dengan banyaknya bintang yang bertaburan. "Bintang yang itu sangat indah bukan?" Helena menunjuk sebuah bintang yang paling cerah sambil menoleh pada Vegas yang sedari tadi ternyata memperhatikannya.
"Seperti matamu, sangat indah," gumam Vegas yang terdengar sangat jelas di telinga Helena.
Senyum Helena kembali mengembang. "Kau sudah mengatakan hal itu," jawab Helena.
Vegas mengerutkan keningnya bingung. "Benarkah? kapan aku mengatakan itu?" tanya Vegas.
Helena menatap Vegas dengan serius, dia sedikit mendekat dan hendak berbisik, namun hal itu justru membuat Vegas menjadi terpaku. "Saat kau mabuk," bisik Helena pelan sambil tertawa kecil.
Harum rambut Helena dalam jarak sedekat ini tercium di hidung Vegas, dia menelan salivanya dan saat Helena kembali menarik kepalanya, Vegas dengan cepat menahan tangan Helena dan tanpa diduga Vegas mendapatkan bibirnya pada bibir Helena, jantung Helena berdebar sangat cepat, sedangkan Vegas menekan tombol untuk menutup bagian atas mobilnya kembali. Dengan perlahan mulut Vegas mulai bergerak kecil menyentuh permukaan bibir Helena yang sangat lembut.
Ketika Vegas membuka sedikit mulutnya, mata Vegas terbuka dan rasanya dia baru menyadari sesuatu yang salah. Baru saja Vegas akan menarik kembali wajahnya, Helena membalas apa yang dilakukan Vegas, mulutnya mulai terbuka dan seakan mengijinkan Vegas untuk melanjutkan kegiatan mereka.