Beauty And The Boss

Beauty And The Boss
Kepergian Helena



Vegas masuk kembali ke dalam lift dan mulai menekan tombol lantai kamarnya. Ketika sudah sampai, Vegas keluar dan bergegas masuk ke dalam kamar, mencari kotak di maksud oleh Helena tadi. "Sepertinya aku menyimpan kotak itu di sini," gumam Vegas sambil terus mencari kotak yang diberikan Helena tempo hari. Dia sepertinya ingat sudah menyimpan kotak itu lemari, tetapi Vegas kini tak menemukannya lagi. "Dimana ya?" gumam Vegas pelan.


Saat sedang mencari, Vegas kemudian teringat jika saat itu Vegas terbangun kesiangan dan membawa kotak itu untuk dia buka di mobil, namun karena Marteen yang menghubunginya membuat Vegas lupa tidak membuka kotak itu dan menaruhnya di bagian bawah mobil. "Apa Helena sudah tidur?" gumam Vegas pelan, sudah setengah jam dia mencari kotak dan bisa di pastikan jika Helena saat ini sedang beristirahat karena terlalu lelah dengan perjalanan tadi. "Sudahlah, besok aku akan membukanya di depan Helena," gumam Vegas pelan saat sudah memutuskan untuk tidak mengganggu istirahat Helena malam ini. Kunci mobil berada di tangan Helena, jika Vegas bersih keras ingin mengambil kotak itu Vegas akan menggangu Helena.


Seketika senyum Vegas mengembang, entah mengapa dia berpikir jika Helena menuliskan sesuatu tentang perasaannya yang selama ini dia pendam pada Vegas, secara bagaimana mungkin Helena bersih keras untuk meminta Vegas membuka kotak itu? Namun, Vegas kembali bimbingan saat dia mengingat Helena sudah memiliki tunangan, walaupun dijodohkan tetap saja Vegas merasa dirinya tak bisa bersikap seperti itu.


Vegas menggelengkan kepalanya dengan cepat, itu tidak benar, setertarik apapun Vegas pada seorang wanita dia tidak bisa mengambil wanita itu dari pria lain, itu sama saja dia seperti wanita yang mengambil Daddynya, mungkin saat itu Daddynya mengatakan dia tidak mencintai Mommynya dan membuat wanita perebut itu langsung mengambil jalan pintas dengan cara mengambil seutuhnya Daddy tanpa mengingat Vegas dan Rose.


Vegas mendengus kasar, dia memejamkan matanya kuat, terlalu bingung dengan apa yang harus dia lakukan. "Mengapa harus Helena?" gumam Vegas kesal. Mengapa dia tidak tertarik saja pada wanita lain yang bisa dia gapai, banyak wanita yang bermata indah, bulan hanya Helena saja, tapi mengapa hanya Helena yang bisa membuat Vegas seperti ini!


"Siapa orang yang tepat untuk masalah ini?" gumam Vegas pelan. Seketika dia teringat pada kakaknya, Rose, apakah Rose mau menjadi penasihat bagi Vegas? dan apakah Vegas berani untuk mengatakannya pada Rose?


Vegas menggelengkan kepalanya kuat, dia lebih baik istirahat untuk saat ini, besok dia akan melihat terlebih dahulu apa yang ada di dalam kotak itu dan jika benar hal itu adalah sebuah pertanyaan cinta, Vegas akan menanyakan hal itu pada Rose.


Pagi-pagi sekali, ponsel Vegas sudah dibuat berisik oleh sebuah panggilan masuk yang tak henti-hentinya berdering. Vegas menggerutu pelan, bukankah Rose sudah jarang menghubunginya karena sudah mendapatkan kabar terbaru dari Helena? Saat Vegas melihat siapa yang meneleponnya itu, seketika Vegas mengerutkan keningnya dalam. Marteen.


Tanpa menunggu lama, Vegas terduduk dan bersandar di kepala ranjang, dia mengangkat panggilan Marteen yang jika sudah sangat pagi seperti ini itu artinya ada sesuatu yang tidak baik. "Halo?" sapa Vegas dengan suara serak.


"Vegas! ada apa dengan Helena? dia tiba-tiba mengirimkan surat pengunduran diri, apa dia mengatakan dengan jelas alasannya kepadamu? aku tidak bisa menerima surat ini jika hanya ada keterangan alasan pribadi, nomornya pun mendadak tidak bisa dihubungi, dia masih ada di Apartemen kan?"


Suara Marteen yang terdengar panik membuat kantuk Vegas seketika hilang, dia mengerutkan keningnya dalam dan tanpa memikirkan hal lainnya Vegas langsung mematikan panggilan Marteen, dia mencoba menghubungi Helena yang ternyata benar saja sudah tidak bisa dihubungi.


Vegas dengan cepat bergegas keluar kamar dan masuk ke dalam lift, sesampainya di lantai kamar Helena, dia membuka pintu kamar yang ternyata tak terkunci. Di sana, Helena benar-benar tidak ada dan tanya meninggalkan kunci kamar, mobil dan sepucuk surat. [Maaf, aku tidak memiliki waktu lagi.]