
Vegas memejamkan matanya dan bersandar pada sandaran kursi yang cukup nyaman, dia sedang mengingat kembali apa saja yang sudah dia lakukan dan katakan pada Helena, wanita itu bukannya semakin menyerah dan mengundurkan diri malah tersenyum dan seakan ingin mendekati Vegas sedari tadi. "Aku tidak melakukan apapun bukan? aku hanya menolongnya saja?" gumam Vegas pelan.
Semuanya benar-benar kacau karena mabuk semalam, apa mungkin Helena menjadi nyaman pada Vegas hanya karena dia tolong seperti itu? Padahal Vegas sudah berpikir jika Helena akan marah dan semakin tidak nyaman dengan sikap Vegas yang seenaknya saja memerintahkan Helena mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan kebiasaannya.
"Vegas."
Vegas langsung membuka matanya dan menoleh pada Will yang entah sejak kapan berada di sana. "Kau ada pemotretan juga?" tanya Vegas bingung.
Will tersenyum kecil, dia menggelengkan kepalanya dan duduk di samping Vegas. "Aku diberitahu oleh Marteen jika kau di sini. Aku ingin meminta maaf tentang masalah kemarin, adik ku memang sedikit usil, tapi kelakuan dia kemarin jujur saja aku pun akan marah jika kekasih ku di perlakukan seperti itu."
"Jangan khawatir, aku tidak akan memperpanjang masalah itu, kau datang sendiri?" tanya Vegas, "sebentar lagi aku akan foto kedua."
"Tidak, aku datang bersama john, dia mungkin sedang berada di luar. Lagi pula aku tidak akan lama, aku hanya ingin melihat John meminta maaf kepada mu secara langsung, aku tidak ingin pertemanan lama kita berakhir seperti ini."
Bertepatan dengan berakhirnya ucapan Will, samar-samar Vegas mendengar suara Helena yang entah sedang berbincang dengan siapa. "Helena!" teriak Vegas dengan spontan, dia merasa jika Helena sedang diganggu oleh John.
"Ya? kau membutuhkan sesuatu?" tanya Helena yang tak sampai satu menit sudah berada dihadapannya.
Nada bicara John memang tampak seperti seorang teman yang sedang bercanda, tapi Vegas tahu dalam hati pria itu tidak pernah menganggap dirinya sebagai teman.
"Apa? benarkah?" tanya Will yang langsung menatap Helena, dia tampak baru menyadari jika asisten baru Vegas adalah wanita yang dia bawa kemarin malam.
Vegas menghembuskan nafasnya pelan. Dari pada dia harus didekati oleh wanita lain lebih baik dia melanjutkan kebohongannya. Vegas berjalan kearah Helena dan merangkul Helena dengan lembut. "Dia memang kekasih ku. Selagi aku tidak menemukan asisten baru, mengapa tidak kekasih ku saja yang aku jadikan asisten? kita bisa bersama terus," ucap Vegas yang menyadari jika Helena sedikit menegang. Vegas yakin jika nanti Helena pasti akan besar kepala dan bersikap aneh seperti tadi pagi, namun bukan ini yang menjadi permasalahannya, dia harus menjaga image nya terlebih dahulu dihadapan Will dan John.
"Benarkah? lagi-lagi kau menolak Laura untuk wanita lain? setelah Caitlyn sekarang Helena?" tanya John.
Helena melirik pelan ke arah Vegas, sebenarnya ada berapa wanita yang dekat dengan Vegas? apakah wanita yang ada di butik itu berkata dengan jujur tentang wanita sewaan yang dia katakan? "Sudah, bukan hal ini yang aku dengar. John, sekarang kau minta maaf dengan perbuatan mu kemarin," ucap Will dengan tegas.
John terlihat tersenyum kecil, dia berjalan ke arah Vegas dan mengulurkan tangannya. "Aku minta maaf untuk kemarin, aku bahkan tidak ingat apa yang sudah aku lakukan kemarin, mungkin karena kita terlalu banyak minum."
Vegas membalas senyum palsu itu. "Ya, aku harap kejadian kemarin tidak akan terulang lagi di bulan depan."