
Helena memejamkan matanya kuat, ia kini merutuki kebodohan dirinya sendiri. Mengapa dia harus berbohong seperti itu? Bagaiaman jika nanti Vegas mengetahui kebohongannya dan membuat pria itu kembali membencinya karena setiap ucapan yang dia katakan tidak pernah sesuai. Ketika ada berjalan kearah tempat pemotretan mengikuti Vegas, dia melihat bayangan dirinya dalam cermin besar, oh tuhan, apa sekacau itu Helena hari ini? Dia bahkan tak memakai lipstick dan hanya menggunakan pakaian sedehana ini dalam pertemua pertama mereka kembali. “Pantas saja dia membenci ku,” gumam Helena pelan.
Saat Vegas sedang melakukan proses pemotretan, Helena diam-diam menatap kagum pada sosok pria sempurna itu, dia sangat tampan dan Helena tidak menyangka jika pria ini akan tumbuh menjadi pria yang menawan. “Kau bisa melepas satu kancing lagi? Aku rasa akan lebih bagus,” ucap sang fotografer dengan nada yang santai.
Vegas tak menjawab, dia langsung mengikuti instruksi dan Helena yang melihat itu bisa dibilang cukup pening. Ini sungguh luar biasa! “Hai, kau asisten baru Vegas?” tanya seorang pria yang membuat Helena langsung menoleh dan membuyarkan lamunannya tentang Vegas.
“Oh, ya, aku asisten barunya,” jawab Helena dengan cepat.
Pria itu tersenyum ramah dan memberikan sebuah kotak makanan dengan desain mewah padanya. “Ini makan siang untuk mu dan Vegas, tadi aku memberikannya pada Marteen di bawah, tapi dia meminta ku untuk memberikannya padaku,” jelas pria itu.
Helena mengangguk pelan, dia mengambil kotak makanan tersebut dan tersenyum. “Terima kasih, aku akan memberikan ini pada Vegas nanti,” ucap Helena.
“Tenang saja, jangan terlalu tegang, aku sudah beberapa kali bertemu dengan Vegas, dia cukup baik dan perhatian pada asistennya yang dulu. Kau beruntung memiliki boss seperti itu,” kekeh pria itu lalu berpamitan untuk pergi meninggalkan Helena yang sedang berpikir untuk asisten kali ini Vegas tidak akan seperhatian itu padanya.
Vegas berdecak pelan, dia menatap Helena dengan tak bersemangat. "Minum! bukankah Marteen sudah memberitahumu? seharusnya setiap aku sudah selesai bekerja, kau memberikan minum," ucap Vegas ketus.
Karena tidak ingin membuat Vegas kesal dengan cepat Helena memberikan minuman yang padahal ada di samping pria itu. Marteen tidak menjelaskan tentang minuman, dia hanya menjelaskan tentang mobil Vegas yang nantinya harus Helena kendarai, jadwal terbaru Vegas di dalam tab dan makanan yang membuat Vegas alergi. "Ma-maaf."
Setelah Vegas selesai minum, lagi-lagi Vegas menjulurkan tangannya. 'Apa lagi ini!' ingin rasanya Helena teriak saat ini juga, dia seperti orang bodoh yang tidak tahu apapun. Oh ayolah, ini adalah hari pertamanya bekerja, dia juga perlu menyesuaikan diri untuk bisa terbiasa dengan semua ini. "Um—"
"Tempat peralatan makan ku! Apa kau tidak tahu apapun? Kau tak mendengarkan penjelasan Marteen? dia sudah menjelaskan semuanya tentang ku, jika kau tidak bisa bekerja lebih baik kau jangan melanjutkan pekerjaan ini lagi."
Helena dengan cepat menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin menyerah begitu saja. "Tidak, maaf aku berjanji hal ini tidak akan terulang lagi," ucap Helena. Dia tidak perlu berdebat tentang Marteen yang tidak memberitahunya, yang terpenting sekarang adalah di mana Helena bisa mendapatkan peralatan makan yang Vegas minta. Seketika Helena melihat tas yang ditunjuk Marteen tadi, 'ini adalah tas yang harus selalu kau bawa kemana pun Vegas pergi, Harry menitipkan tas ini agar dijaga dengan sangat hati-hati.'
Helena dengan cepat menuju tas tersebut, dia membukanya dan melihat berbagai barang-barang pribadi milih Vegas. "Ckk, kotak hitam," teriak Vegas yang terdengar cukup kesal membuat Helena dengan cepat menemukan kotak tersebut dan memberikannya kepada Vegas.