
Selama di dalam lift, Vegas mengerutkan keningnya bingung, entah hanya perasaannya saja atau memang ada sesuatu yang tidak beres pada Helena. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Vegas sambil menoleh pada Helena yang menundukkan kepalanya dalam sehingga hanya rambut panjangnya saja yang terurai menutupi wajahnya.
Helena hanya menganggukkan kepalanya sambil melirik kecil pada Vegas. Saat pintu lift terbuka dengan cepat Helena keluar dari dalam lift terlebih dahulu, Vegas yang semakin bingung dengan sikap Helena pun ikut keluar dari dalam lift dan mengikuti Helena yang berjalan cepat menuju ruang rapat. "Kau yakin baik-baik saja?" tanya Vegas kembali.
"Ya, tentu saja aku baik-baik saja! Ayo cepat kau masuk, aku harus ke Toilet dulu," ucap Helena sambil tersenyum kaku dan sedikit bisa bernafas lega karena Jeff tidak ikut turun di lantai ini.
"Baiklah, kalau begitu jangan lama, aku akan menunggu di dalam sebelum rapat dimulai," jelas Vegas yang langsung masuk ke dalam ruangan.
Helena yang butuh menenangkan dirinya terlebih dahulu langsung berjalan mencari Toilet yang ada di lantai ini, dia harus mencuci wajahnya agar bisa kembali segar dan fokus pada pekerjaannya.
Setelah selesai membasuh wajah, Helena kembali keluar dan berjalan menuju ruang rapat, namun saat Helena akan sampai sedikit lagi, Jeff keluar dari balik tembok yang ada di dekat lift. "Ternyata benar kau," ucap Jeff sambil melangkah mendekati Helena yang terlihat kembali menegang dan gugup. "Zack dan Daddy mu sedang khawatir dan mencari mu di sana, Helena. Kau sedang apa di sini? Apa kau tahu semuanya sangat kewalahan?"
Helena menggelengkan kepalanya, dia mendekati Jeff menatap pria itu dengan wajah memohon. "Jeff, aku mohon untuk tidak mengatakan ini pada siapapun, aku hanya beberapa hari lagi di sini, aku akan kembali ke Venezuela. Ada hal yang ingin aku selesaikan dulu di sini," ucap Helena berusaha untuk bernegosiasi agar Jeff menutup mulutnya. Jeff adalah teman kampus Helena yang langsung mendapatkan pekerjaan di tempat magangnya dulu, yaitu perusahaan milik keluarga Zack dan hal itu pun sedikit di bantu oleh Helena dengan cara membujuk Daddynya untuk memasukkan teman-teman Kampus Helena di perusahaan untuk magang, tetapi karena perusahaan sudah memiliki anak magang yang cukup banyak akhirnya beberapa teman Helena dimasukkan ke dalam perusahaan keluarga Zack. Teman yang dimaksud Helena tadi tentunya bukan teman dekat, lebih tepatnya teman yang mendekati Helena saat mereka sedang membutuhkan Helena saja.
Vegas berbincang kecil dengan beberapa orang yang ada di dalam ruang rapat, saat Vegas melihat bayangan Helena yang terlihat dari dalam kaca buram ruangan Vegas mengerutkan keningnya dalam, dia melihat Helena seakan terdiam sejenak lalu tak berada lama seorang pria datang dan mereka terlihat berbincang, Helena terlihat maju dan mendekati pria itu, gestur tubuh Helena seakan tak tenang dan hal itu membuat Vegas semakin yakin jika ada hal yang tidak beres dengan Helena. "Sebentar, aku harus keluar dulu dan bertemu dengan asisten ku," ucap Vegas dengan sopan.
Vegas berdiri dari duduknya, dia berjalan menuju pintu dan saat membukanya Vegas bisa mendengar suara pria itu seakan lelah dengan raut wajah marah. "Aku tidak bisa berjanji, aku bisa mendapatkan masalah besar jika menyembunyikan keberadaan mu."
"Tidak, aku benar-benar—"
"Apa ada masalah?" tanya Vegas keluar dari dalam ruangan dan menemukan kedua orang itu langsung menatapnya bersamaan.
"Ti—tidak ada," jawab Helena kaku, membuat rasa curiga dan penasaran Vegas langsung muncul.
"Kalau begitu ayo masuk, rapat akan segera dimulai," ucap Vegas terkesan ketus. Entahlah, rasanya sedikit marah dan kesal karena Helena seakan menutupi sesuatu darinya.