
Vegas berdecak pelan saat Rose memutuskan panggilan mereka terlebih dahulu, ini benar-benar tidak sesuai dengan harapan Vegas, dia pikir Rose akan memberikan seorang asisten yang seperti Harry. Dengan penuh rasa kesal, Vegas berbalik dan berjalan kearah Marteen dan Helena. "Vegas, karena asisten baru mu sudah di sini aku akan langsung pergi karena ada banyak urusan yang sedang menanti ku," ucap Marteen yang kini sudah berdiri dari duduknya, dia lalu berbalik ke arah Helena. "Kau turuti semua yang Vegas katakan, dan ingat pada apa yang aku sampaikan tadi, bekerjalah dengan benar dan jangan sampai membuat Vegas kesal, dia sangat menyeramkan jika sedang kesal," jelas Marteen yang langsung mendapatkan tatapan datar oleh Vegas.
"Dia belum bisa bekerja apa-apa, kau harus mengajarkannya terlebih dahulu Marteen." Ekspresi Vegas kini seakan menjelaskan jika dia tidak nyaman dan tidak ingin Marteen meninggalkannya hanya dengan Helena.
Marteen menggelengkan kepalanya. "Ingat, anakku bukan hanya kau saja Vegas, siang ini aku harus meeting untuk kontrak James."
"Tap—"
Marteen mengangkat tangannya dan menatap Vegas dengan serius. "Berhenti merengek dan kembali istirahat, kau harus kembali pemotretan," ucap Marteen. "Helena, untuk masalah mengatur jadwal kau sudah mengerti bukan dengan yang aku jelaskan tadi?"
Helena menganggukkan kepalanya. "Ya, aku sudah mengerti," jawab Helena. Walaupun sulit untuk fokus mencerna penjelasan Marteen karena diam-diam dia menguping pembicaraan Vegas dan Rose, tetapi Helena masih bisa menangkap inti dari tugas yang harus dia kerjakan.
"Oke, kalau begitu aku pergi sekarang."
Helena yang kebingungan untuk bersikap seperti apa kepada Vegas hanya bisa diam mematung, haruskah dia memberikan surat itu langsung kepada Vegas dan langsung pergi? Tidak, tentu saja tidak, itu bukan misi Helena untuk sejauh itu kemari. "A—"
Baru saja Helena membuka mulutnya untuk memperkenalkan diri, Vegas duduk dan menepuk kursi yang ada di sebelahnya. "Duduklah, ada yang ingin aku katakan," ucap Vegas.
Sambil mengerjakan matanya beberapa kali, Helena pun mengikuti apa yang dikatakan Vegas, dia duduk di samping Vegas dengan ragu-ragu. "Um, bagaimana aku mengatakannya ya," gumam Vegas sambil mencubit kecil hidungnya yang tampak indah bagi Helena. Tak ada yang berubah sedikit pun pada ketampanan Vegas, mata, hidung hingga bibir itu masih tampak sempurna. "Jujur saja, sebenarnya aku tidak membutuhkan asisten," ucap Vegas yang langsung menatap Helena tepat kedua bola matanya. Helena yang merasa terperangkap mata bola indah itu langsung membeku.
Vegas menarik nafasnya dalam, dia tidak bisa seperti ini, wanita di hadapan Vegas cukup membingungkan, dia terlihat cantik dari jarak dekat tapi pakaian dan wajah tanpa riasan itu membuat Vegas tak tertarik sama sekali, apalagi tingkah bodohnya yang hanya menatap Vegas seperti itu. "Jadi aku minta maaf tidak bisa menerima mu sebagai asisten ku," ucap Vegas lebih memperjelas lagi ucapannya.
Helena yang tersadar langsung menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa menyerah semudah itu, dia sudah melangkah terlalu jauh untuk bertemu dengan Vegas kembali. "Aku mohon terimalah aku, beri aku waktu 1 bulan, aku membutuhkan uang untuk membayar hutang ku," ucap Helena spontan. Tidak ada sampai 1 Minggu pun Helena pasti akan menemukan waktu yang tepat untuk memberitahu kan masalah yang sedang dia hadapi sekarang. Untuk saat ini mungkin belum bisa, Helena merasa Vegas terlalu acuh dan pastinya akan mengabaikan ucapannya.
"Itu pun jika kau tahan dengan sikapku," jawab Vegas terkesan dingin lalu menyimpan botol minum pada meja dan berjalan begitu saja menuju tempat pemotretan.