Beauty And The Boss

Beauty And The Boss
Bab 22 : Gagal lagi



Sesampainya di apartemen, Vegas diam-diam melirik ke arah Helena yang masih tak bersuara sedari tadi, seharian ini Vegas menjadi tak menentu dan merasa bersalah karena Helena yang sepertinya masih marah atas ucapannya tadi siang. Saat pintu lift terbuka, Helena keluar terlebih dahulu dan Vegas mengikuti Helena. "Kamar mu bukan dilantai ini," ucap Helena bingung, dia masih memasang wajah dingin dan sepertinya malam ini dia akan kembali saja ke rumahnya.


"Bisakah kau kembali banyak mengatur ku?" Vegas tampak sudah putus asa, membuat Helena mengerutkan keningnya bingung.


"Apa maksudmu?" tanya Helena bingung dengan permintaan Vegas.


Vegas pun menarik nafasnya dalam, dia menatap Helena dengan serius. "Aku minta maaf atas ucapan ku tadi siang. Melihat mu diam seperti ini membuatku merasa bersalah. Aku tidak ingin membuatmu dalam bahaya seperti ini, setiap aku mengenalkan seorang wanita John memang selalu mengganggu wanita itu, dan tadi aku ingin kita bertengkar di ruang pakaian dan aku bisa mengakhiri hubungan pura-pura ini, tapi kau malah pergi dan mendiami ku seperti ini."


Helena yang mendengar itu tak langsung menjawab ucapan Vegas, rasa kesalnya mendadak hilang hanya dengan mendengar ucapan Vegas yang meminta maaf seperti itu, hatinya terlalu lemah dengan sikap Vegas yang lembut seperti ini. "Baiklah, aku memaafkan mu," jawab Helena pada akhirnya, dia pun berbalik dan hendak kembali menuju kamarnya, namun sebuah tangan menghentikan langkahnya.


"Bagaimana jika besok aku membawamu ke tempat indah yang biasa aku kunjungi jika sedang ada waktu luang? sebagai permintaan maaf ku." Vegas menatap penuh harap dan Helena tak bisa membuat Vegas kecewa, dia pun menganggukkan kepalanya setuju dan tak lama senyum Vegas pun mengembang. "Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke kamar ku."


Vegas menekan tombol lift untuk menuju ke lantai atas, sementara Helena sudah berjalan menuju kamarnya, tanpa diketahui oleh Vegas, Helena mengembangkan senyumnya pelan, rasanya sungguh bahagia karena Vegas bersikap baik seperti itu.


Tiba di kamar, ponsel Helena berdering dan menampilkan nama Rose di sana. "Halo, Rose?" sapa Helena dengan bahagia.


"Halo, Helena. Bagaimana dengan hari ini? apa ada kejadian yang menarik?"


"Ada sebuah berita bagus hari ini yang Marteen berikan, minggu depan dia akan pergi ke Paris untuk 3 hari, hari ini juga aku dan Vegas sedikit bertengkar di tempat pemotretan, tapi dia sudah meminta maaf," jelas Helena.


Rose tersenyum lembut di sana, dia senang mendengar Vegas yang akhirnya bersikap lembut pada Helena. "Vegas sebenarnya memang baik Helena, kau hanya harus sedikit sabar untuk mendekatinya lagi. Apa kau sudah memberitahu siapa kau sebenarnya? atau kau ingin aku yang mengatakannya Helena?"


Keesokan harinya, Vegas dan Helena sarapan disebuah Hotel yang sudah menjadi tempat pertemuan Vegas dan Marteen, ada sebuah kontrak yang harus di tunjukkan pada Vegas untuk sebuah iklan di sebuah perusahaan. Karena Marteen tak kunjung datang dan mereka sudah menyelesaikan sarapan, Helena pun berinisiatif untuk mengeluarkan sebuah kalung yang sudah dia bawa tadi pagi, ucapan Rose semalam membuat semangat Helena kembali muncul. "Ada yang ingin aku tunjukkan," ucap Helena yang membuat perhatian Vegas langsung fokus pada Helena.


"Kau membawa hadiah?" tanya Vegas tak serius.


"Tidak, aku ingin mengembalikan barang yang pernah kau berikan padaku," ucap Helena sambil tersenyum, saat dia baru mengeluarkan kotak di atas meja dan Vegas akan mengambil kotak itu, Marteen datang dengan langkah yang terburu-buru.


Marteen mengambil asal gelas yang masih berisikan full jus. "Apa ini milikku?" tanya Marteen dan langsung meneguk jus itu sampai setengahnya. "Aku tak bisa lama di sini, John membuat masalah di pagi yang tenang seperti ini!"


"Ada apa? sepertinya sesuatu yang sangat serius?" tanya Vegas yang bingung melihat Marteen sedikit pucat dan tak tenang, dia pun mengembalikan kotak yang ada ditangannya pada Helena dan memberikan sebuah kode untuk mengambil kembali kotak itu.


"John menabrak seorang anak sekolah pagi tadi, bodohnya dia kabur dan nomor polisinya tertangkap CCTV, belum banyak orang yang tahu masalah ini, aku harap mereka sebuah bisa bungkam dan berdamai, aku rasa akan ada banyak uang yang keluar," jelas Marteen, dia meminta tas yang sedang dibawakan oleh seorang pria remaja yang sepertinya adalah asisten baru Marteen. "Ayo tanda tangan dulu, pihak mereka ingin tanda tangan mu sebagai bukti kesediaan mu dalam iklan ini, aku dengar CEO perusahaan ini sangat mengidolakan mu," jelas Marteen sambil mengeluarkan sebuah berkas dan sapu tangan.


"Sapu tangan ini untukku?" tanya Vegas bingung dengan sebuah sapu tangan yang memiliki desain indah di setiap ujungnya, tapi desain itu sepertinya hanya cocok untuk seorang wanita, bukan pria sepertinya.


Marteen menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak, itu milik CEO yang mengidolakan mu. Ayo tanda tangan saja, aku akan menjelaskan semuanya nanti, setelah masalah John selesai."


Helena menatap kotak kalung dengan sedih, apakah hari ini dia memiliki waktu luang lagi? kesempatan untuk berbincang dengan santai sangat sulit didapatkan oleh Helena.