Beauty And The Boss

Beauty And The Boss
Bab 19 : Risih



Saat siang tadi, Vegas sudah merasa kesal dengan kehadiran John yang tiba-tiba saja mengusiknya dan sore ini hal tak terduga kembali mendatangi Vegas, membuatnya merasa jika ini adalah hari yang begitu sial. "Kenapa kau mengijinkannya masuk?" bisik Vegas pada Helena yang baru saja datang memberikan botol minum.


Helena terlihat tertekan, dia menarik nafasnya dalam dan membalas bisikan Vegas. "Aku sudah mencoba untuk menahannya, tapi dia masuk begitu saja dan ada satu orang yang membantunya masuk."


Terlihat kening Vegas berkerut sama. "Siapa orang itu? berani sekali!" desis Vegas.


"Ekhem!" suara batuk Laura membuat keduanya langsung menoleh malas. Wajah cantik itu tampak menatap tak suka pada Helena. "Aku kemari bukan untuk melihat kalian saling berbisik," ucap Laura ketus.


Vegas menarik nafasnya dalam, dia kembali mulai membuka tutup botol minum dan meneguk air itu dengan cukup kencang. "Kalau begitu jangan kemari jika kau tidak nyaman, Laura," ucap Vegas acuh.


Wanita itu langsung cemberut mendengar ucapan Vegas, dia berjalan mendekati Vegas sambil merajuk kecil. "Vegas, jangan terus menghindari ku, banyak yang menyukai hubungan kita. Apa kau tahu? banyak penggemar kita yang menanyakan hubungan ini, jangan sampai mengecewakan mereka, kali-kali kita harus makan malam dan foto berdua—"


"Kita sudah banyak foto berdua Laura, bahkan aku sampai bosan," ucap Vegas pelan. Serisih apapun Vegas, dia tidak berani untuk membentak seorang wanita, bahkan wanita pertama yang diperlakukan tidak baik oleh Vegas adalah Helena, mencoba agar wanita itu menyerah pada pekerjaannya. Namun Helena rupanya tidak semudah itu dibuat kalah, dia memiliki rasa sabar yang besar.


Helena yang melihat Vegas dan Laura seperti itu cukup kesal dalam hatinya, dia cemburu dan tak ingin Vegas di dekati oleh siapapun. "Helena, ikut aku sebentar, pakaian selanjutnya milik Vegas sepertinya sudah siap digunakan, kau sedang tidak sibuk bukan?" tanya Bas yang membuat Helena langsung mengalihkan perhatiannya.


"Di ruangan depan, ayo ikuti aku. Aku harus membeli minuman segar untuk kita semua, kau ambil satu baju yang sudah diberikan nama, Lily sudah menggantungnya di barisan kedua."


Helena menganggukkan kepalanya mengerti, mereka berjalan menuju lorong ruang pakaian. "Kau tak apa aku tinggal sendirian?" tanya Bas seakan meyakinkan Helena.


"Ya, tidak apa-apa, pergilah Bas, semua orang sudah lelah dan ingin minuman segar." Helena tersenyum kecil dan saat Bas pergi Helena pun masuk dan mencari pakaian yang dimaksud oleh Bas.


Ketika sudah mendapatkan pakaian tersebut, Helena kembali masuk ke dalam ruang pemotretan di mana Vegas dan Laura masih berbincang. "Kalau begitu aku harus pergi sekarang, sampai bertemu 4 hari lagi, kita akan ada foto bersama lagi," ucap Laura dengan senyuman bahagia, berbanding terbalik dengan Vegas yang tersenyum kecut seakan terpaksa.


Saat Laura melewati Helena, mata Laura seakan menatap Helena adalah musuhnya, tidak ada senyuman ramah yang pura-pura lagi. "Dari mana saja!" Helena yang baru saja mendapatkan tatapan sini dari Laura kini mendapatkan bentakan dari Vegas yang tampak kesal.


"Aku baru mengambil pakaian mu, ayo cepat ganti."


Vegas tak mengindahkan ucapan Helena, dia berdecak pelan sambil melihat kedua tangannya angkuh. "Lain kali jangan meninggalkan aku berdua lagi dengan wanita itu!"