
Pagi ini Helena baru saja keluar dari lift, dia bergegas menuju kamar Vegas untuk membangunkan pria itu sekaligus menanyakan masalah kalung. Panggilan Helena semalam tidak diangkat oleh Vegas yang sepertinya sudah terlelap tidur karena jadwal padatnya.
Saat beberapa langkah lagi kaki Helena sampai di depan pintu kamar Vegas, pintu kamar itu sudah terbuka dan menampilkan Vegas yang sudah siap dengan pakaian rapi seperti biasanya. "Kau sudah bangun?" tanya Helena bingung, tidak biasanya Vegas sudah bersiap bagi sekali, paling tidak Vegas baru saja selesai mandi pada pukul ini.
"Ya, ayo berangkat, aku ada ingin segera memulai pemotretan ini," jawab Vegas yang tak melihat ke arah Helena sedikit pun, dia mengunci pintu Apartemennya dan berjalan mendahului Helena dengan cepat.
Karena bingung dengan sikap Vegas yang seperti terburu-buru, Helena pun tak lagi banyak bertanya dan mengikuti pria itu dari belakang, mungkin ada yang Marteen katakan pada Vegas sehingga membuat Vegas terburu-buru seperti itu karena jadwal pemotretan masih ada waktu 1 setengah jam lagi. Selama diperjalanan pun Helena merasa sikap Vegas kembali dingin, dia sibuk pada ponselnya dan tidak bertanya sedikitpun pada Helena. Apa ini sedikit pembalasan dendam dari Vegas karena kemarin Helena tidak menceritakan tentang Jeff dan lebih banyak terdiam seperti Vegas sekarang? "Vegas, aku—"
"Fokuslah menyetir Helena, aku sedang ingin fokus melihat beberapa contoh pose untuk iklan nanti," jawab Vegas yang lagi-lagi tak melirik ke arah kaca seperti biasanya.
Helena menghembuskan nafasnya pelan, mungkin Vegas dengan benar-benar ingin fokus dan tidak ingin diganggu olehnya.
Sesampainya di tempat pemotretan, Vegas masuk dan melepaskan jaketnya, dia menyapa fotografer yang akan memotretnya hari ini. "Apa Laura sudah datang?" tanya Vegas membuat Helena langsung menoleh dan sedikit tak yakin dengan apa yang dia dengar.
"Sudah, dia ada di ruang istirahat." Ben menatap Vegas seakan ingin bertanya namun kesulitan untuk menyusun katanya. "Um... mengapa kau dan Laura datang sangat pagi?"
"Apakah itu salah?" tanya Vegas.
Ben menggelengkan kepalanya dengan cepat. Saat Vegas berjalan menuju ruang istirahat, Ben menghampiri Helena yang baru selesai menyimpan tas keperluan Vegas. "Apakah mereka sudah benar-benar dekat? memiliki hubungan?" tanya Ben yang sangat penasaran.
***
Vegas masuk ke dalam ruangan istirahat model di mana Laura sedang berbincang kecil dengan asistennya. "Laura," panggil Vegas pelan membuat Laura langsung menoleh dan menampilkan wajah bahagia saat melihat Vegas.
"Hai, kau sudah tiba? kemarilah," ucap Laura dengan bersemangat. Dia meminta sebuah tas berisikan kotak makanan pada asistennya dan memberikan tas tersebut pada Vegas. "Ini untuk mu, aku sangat senang kau mau sarapan bersama ku, aku mengerti kau tidak ingin terlalu disorot oleh media tentang kedekatan kita, tapi aku juga senang bisa sarapan berdua dengan mu di sini," lanjut Laura dengan senyum yang mengembang.
Vegas mencoba untuk tersenyum walau terpaksa, dia hanya ingin membuktikan jika ketertarikannya pada wanita sudah kembali dan melupakan dendamnya pada wanita jahat yang merebut Daddynya. Tapi kini Vegas baru sadar jika perasaannya pada Laura masih sama seperti dulu, merasa risih dan tak nyaman berada di dekat wanita itu. Lalu apakah benar Vegas hanya tertarik pada Helena? tapi mengapa harus pada Helena? dia hanya asisten dan mengapa Vegas tidak tertarik saja pada Laura atau pasangan modelnya yang lain.
"Kau memasak ini sendiri?" tanya Vegas saat melihat Helena yang baru saja masuk ke dalam ruangan ini. Dia juga ingin tahu bagaimana perasaan wanita itu ketika melihat Vegas bersama dengan wanita lain, apakah Helena cemburu atau hanya Vegas saja yang merasakan perasaan aneh ini.
"Tentu saja bukan Vegas, kau tahu sendiri bagaimana sibuknya aku, aku membeli ini semua di restoran favorit ku," jawab Laura dengan senyum yang tak henti-hentinya muncul.
Helena yang melihat itu dalam hatinya merasa kesal, bagaimana bisa Vegas sarapan terlebih dahulu tanpa mengingat Helena yang sama sekali belum sarapan karena dia kira Vegas benar-benar ada kepentingan mendesak. "Kau mau ke mana?" tanya Vegas spontan saat melihat Helena yang hendak pergi keluar.
"Aku ingin mencari sarapan di dekat sini, nikmatilah waktu kalian berdua," jawab Helena sambil berlalu begitu saja. Dalam hati Vegas mulai bertanya-tanya, apakah itu sikap cemburu atau Helena hanya sekedar lapar?