Beautiful Gumiho

Beautiful Gumiho
Festival Budaya



Kang Joon yang mendapat kecupan manis


dari Go Nana semakin bersemangat. Udah ada cewek cantik plus hati-hati berbunga-bunga pula. Kurang berkah apa coba!


Walaupun suasana hening, Kang Joon tak merasa kesepian. Begitu juga dengan Go Nana. Dua sejoli ini seperti kasmaran saja.


Hiruk pikuk keramaian festival budaya sangat meriah, Go Nana yang melihat itu berbinar.


"Kang Joon, ayo cepat turun! Lihat bagus sekali." Sambil menarik tangan Kang Joon.


"Ia.. aku parkirkan mobil ini dulu, tenanglah. Kau bisa menikmatinya nanti.


Tiba-tiba ponsel Kang Joon berdering. Dia melihat siapa yang telpon, ternyata si raja singa. Siapa lagi kalau bukan kakeknya. Dia pun membiarkan ponselnya berdering sampai beberapa kali.


"Kenapa tak diangkat, siapa tahu penting."


"Kakek, biarkan saja."


ting..


Bunyi pesan masuk.


*Hei cucu nakal, kemana kau bukannya kau tadi pamit mau tidur. Jangan-jangan kau bawa nona Go keluar. Ingat warisan mu.


"Sial*" Batin Kang Joon.


Setelah membaca pesan, ponsel Kang Joon berbunyi lagi. Dia mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menghubungi nya.


"Halo kek, tenang.. aku dan Go Nana tidak pulang malam."


"Kau pikir aku kakek mu? lihat dulu, baru angkat." Teriak Oh Gil Han.


"Huft... Dasar kampret menyebalkan."


"Apa kau bilang, dengar aku dan teman-teman sedang berkumpul di Kafe dekat festival berlangsung. Kemari lah!"


"TAK TERTARIK!"


Tut....


Kang Joon menghela napas kasar. Para pengganggu menyebalkan itu harus di singkirkan.


"Kang Joon, ayokkkk." Go Nana memasang wajah memelas.


Melihat wajah Go Nana, hati Kang Joon langsung berubah. Akhirnya mereka turun menuju kegiatan festival.


Festival budaya di Seol selalu di adakan pada bulan Nopember. Anggap aja ini bulan nopember.


Banyak pertunjukkan seni budaya daerah dan yang paling di tunggu adalah lampu lentera.


"Ayo.. kita makan itu, eh tidak beli aksesoris itu. Lihat... patungnya besar sekali."


Banyak sekali yang di sebutkan oleh Go Nana. Saking asik nya mereka sampai lupa waktu. Go Nana tak mau pulang sebelum dia menulis permohonan di lampu lentera. Kang Joon hanya mengikutinya saja.


"Ayo beli lampu." Sambil menyeret Kang Joon."


Yang di seret cuma diam ajah, Kang Joon mah ngikut aja. Toh Go Nana senang.


Setelah dia membeli lampu lentera, dengan antusias Go Nana menulis permohonannya dan menerbangkan lampunya.


"Kau tak melakukan permohonan."


"Tidak, karena permohonan ku sudah terkabul." Sambil mencium pipi Go Nana.


Go Nana yang mendapat perlakuan itu sangatlah malu sampai wajahnya memerah.


"Imut nya." Batin Kang Joon.


Suasana yang romantis mendadak bubar, karena Kang Joon mendengar suara orang yang di kenalnya.


"Hei... Kang Joon. Ternyata kau di sini." Oh Gil Han berteriak dengan keras dan menghampiri Kang Joon.


"Berisik." Kang Joon sangat sebal dengan Oh Gil Han.


"Siapa yang kau bawa, menoleh lah."


Merasa di panggil Go Nana menoleh. Rambut nya berkibar, wajahnya terlihat cerah karena di terangi banyak lampu. Oh Gil Han membeku. Dia terpesona.


Kalau di pikir-pikir, tak hanya Oh Gil Han yang terpesona. Semua orang di sana juga terpesona. Hal itu baru di sadari oleh Kang Joon.


Seharusnya dia menjadi rubah saja, pasti tak ada yang peduli.


"Tutup mulutmu Gil Han, kau sungguh menjijikkan, air liur mu sampai menetes kebawah."


"Maaf." Sambil menghampiri Go Nana dan menggeser tubuh Kang Joon.


"Aku Oh Gil Han, senang berkenalan denganmu." Sambil mengulurkan tangan.


Kang Joon yang sedang melihat Oh Gil Han mengulurkan tangannya kepada Go Nana mendengus tak suka. Saat Go Nana mau menerima salaman tangan Oh Gil Han, Kang Joon menarik kerah baju Oh Gil han dari belakang.


"Mati saja sana, kau tak akan bersalaman dengan nya." Sambil menarik tangan Go Nana dan membawa nya pergi


Oh Gil Han melihat itu hanya terbengong, Dia semakin penasaran dengan gadis itu.


"Hei... Jangan Kabur." Teriak Oh Gil Han.