
Pagi-pagi sekali Go Nana sudah bangun. Dia melihat ke kanan dan ke kiri mencari Kang Joon. Namu batang hidung nya tak muncul.
"Mungkin dia sudah berangkat." Sambil menuju kamar mandi.
Setelah selesai aktivitas pagi nya. Go Nana menuju ke pintu untuk berpamitan dengan kakek Kang. Ketika dia memegang pintu tubuhnya tiba-tiba terpental.
Bruk...
"Apa yang terjadi? Kenapa seperti ada penghalang. Aku harus mencoba sekali lagi."
Dengan mengeluarkan aura merah. Go Nana mencoba membuka pintu. Tapi tetap tak bisa. Tubuhnya terpental.
Go Nana berpikir keras. Masih ada jalan. Dia akan lewat jendela. Tanpa pikir panjang dia menghampiri jendela itu dan ingin membuka nya. Tapi tetap saja dia terpental.
Samar-samar dia melihat kertas mantra. Bagaiman kertas itu bisa ada di sana? Siapa yang menempel nya? Atau jangan-jangan Kang Joon. Tidak mungkin?. Go Nana menggelengkan kepala menepis pikiran tersebut.
"Aku masih punya cara lain."
Go Nana membuka portal. Di ingin keluar lewat portal tersebut. Namun tetap gagal. Tiba-tiba portal nya menghilang begitu saja.
"Aku tak mau terkurung di sini selamanya! Kenapa Kang Joon melakukan semua ini." Gumam Go Nana.
Sementara itu, Kang Joon mondar mandir di depan pintu kamar Go Nana. Dia sebenarnya ingin masuk memberikan daging kesukaan Go Nana. Dia melihat kertas mantra itu bereaksi.
Akhirnya dia membuka pintu dan masuk. Dia melihat Go Nana sedang duduk di pinggir ranjang nya.
"Go Nana, aku membawa daging untuk mu."
Go Nana menoleh ke arah Kang Joon.
"Kenapa kau mengurungku Kang Joon." Tanya Go Nana.
"Kau akan pergi, aku tak punya pilihan lain."
"Kau egois Kang Joon! Kau memaksaku, kau mengurungku. Aku bukan tahanan Kang Joon!"
"Maafkan aku Go Nana, aku tak punya pilihan lain. Jika kau pergi. Bagaimana denganku? Aku tak bisa hidup tanpamu. Aku mencintaimu Go Nana. Menikahlah dengan ku." Sambil memegang tangan Go Nana.
Astaga.... Kang Joon melamarnya. Go Nana sangat senang. Di dalam hatinya bersorak gembira. Tapi kegembiraan itu hanya sesaat. Dia tak mungkin bersama Kang Joon. Karena dia adalah rubah.
"Aku gumiho Kang Joon, dan kau manusia. Kita tak bisa bersama. Mengertilah!"
"Aku tak peduli. Aku mencintaimu Go Nana. Apa kau tak mencintaiku." Tanya Kang Joon.
Go Nana hanya diam. Dia tak bisa menjawab.
"Maafkan aku Kang Joon, aku harus melakukan ini."
Go Nana menghipnotis Kang Joon agar mengambil seluruh kertas mantra yang di tempel di pintu dan jendela. Dengan tatapan kosong, Kang Joon melakukan perintah Go Nana.
Go Nana bisa bernapas lega. Dia kemudian menghampiri Kang Joon dan memberikan tusuk rambut miliknya. Dia harap hadiah ini bisa mengobati hati Kang Joon.
"Jika aku jadi manusia nanti, aku akan mencarimu dan berusaha mengingatmu. Maafkan aku Kang Joon. Aku mencintaimu." Sambil mencium pipi Kang Joon.
Go Nana membuka portal menuju hutan keramat. Kali ini dia akan mencari tahu tentang kehidupan masa lalu nya.
Setelah 5 menit kepergian Go Nana. Kang Joon pun sadar. Dia menoleh kesana kemari mencari Go Nana. Tapi nihil. Dia merasa ada sesuatu di tangan nya. Dia pun mengangkat tangan nya. Ternyata tusuk rambut milik Go Nana.
"Apa kau benar-benar pergi meninggalkan ku." Gumam nya sambil meneteskan air mata.