
Yun Shang kini sudah berada di kamarnya. Dia sudah sangat rapi. Kim Nara yang melihat itu pun keheranan. Dia akhirnya bertanya.
"Yun sayang, kau mau kemana." Tanya Kim Nara.
"Aku kekasihmu, aku berhak tahu." Sambil berdiri bergelayut manja di tangan Yun Shang.
"Pergilah mandi." Sambil beranjak pergi
Namun tiba-tiba tangan Yun Shang di pegang oleh Kim Nara.
"Sayang, jangan seperti ini. Kita sudah melakukannya tadi malam dengan penuh gairah."
Yun Shang hanya menyunggingkan senyumannya.
"Apa kau pikir dengan tidur denganku, kau berhak atas diriku. Jangan harap.!" Sambil menatap Kim Nara.
"Bukan kah kau mencintai ku." Tanya Kim Nara.
"Jangan mimpi. Kau hanya salah satu jalan* pemuas nafsuku."
Bagai seribu jarum tertusuk di dada Kim Nara. Rasa nya sakit mendengar pernyataan Yun Shang.
"Apa aku tak berarti apa pun. Aku sudah memberikan semuanya." Sambil menunduk kan wajahnya."
"Memberikan semua nya, sejak kapan? Kau saja sudah tidak perawan."
Memang benar Kim Nara sudah tidak perawan. Dia tak bisa mengelak. Yun Shang memberikan sebuah cek dengan harga fantasi untuk Kim Nara.
"Ini untuk mu. Setelah ini jangan temui aku lagi. Mengerti!"
"Tidak Yun Shang. Jangan seperti ini. Aku sangat mencintaimu." Sambil memeluk Yun Shang.
Yun Shang mendorong kasar Kim Nara. Dia sangat jengkel kepada Kim Nara. Yun Shang menghampiri Kim Nara dan mencekik lehernya.
"Jika kau ingin hidup, pergilah! Sebelum aku membunuhmu."
Kim Nara meronta tanda dia mulai kehabisan tenaga. Dia memukul tangan Yun Shang. Merasa sudah puas Yun Shang melepaskan tangan nya di leher Kim Nara dan meninggalkan nya. Kim Nara terbatuk-batuk dan menghirup udara sebanyak-banyaknya.
Kim Nara yang mendapat perlakuan seperti itu sangat kaget. Jujur dia sangat ketakutan. Tubuhnya gemetar. Isak tangisnya mulai terdengar. Ternyata Yun Shang sangat lah kasar dan kejam.
------
Go Nana sangat bahagia. Dia tertawa bersama Oh Gil Han di kantin. Tak di sangka Oh Gil Han orang nya sangat lah humoris.
"Iya.... sungguh malang nasibnya." Jawab Go Nana antusias.
Kang Joon yang melihat kebersamaan Go Nana dan Oh Gil Han mengepalkan tangan nya. Ada yang tidak beres dengan dirinya. Mungkinkah cemburu. Kang Joon mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru kantin. Semua pria di sana sedang menatap Go Nana.
Go Nana sangat cantik. Lesung pipi menghiasi pipi cubby nya ketika dia tertawa. Hal itu menambah kesan cantik dan manis pada dirinya.
Dengan langkah cepat Kang Joon menghampiri Go Nana. Go Nana yang melihat Kang Joon pun melambaikan tangannya. Oh Gil Han pun ikut menoleh.
"Ayo pulang." Ajak Kang Joon.
"Hei... tunggu dulu! Kenapa tidak duduk sebentar." Tawar Oh Gil Han.
"Go Nana.... PULANG." Sambil berteriak.
Semua orang yang mendengar teriakan Kang Joon pun menatapnya.
"Kang Joon, jangan berteriak, semua orang melihat kita." Sambil berbisik ke telinga Kang Joon.
Kang Joon pun memegang tangan Go Nana dan menyeretnya keluar kantin. Mereka meninggalkan Oh Gil Han. Oh Gil Han hanya melihat kepergian mereka sampai menjauh.
"Aku yakin, hubungan mereka bukan lah sepupu." Batin Oh Gil Han.
Kini kedua nya sudah berada di taman belakang gedung fakultas Seni. Kang Joon menatap Go Nana. Ada rasa bersalah di benaknya. Karena membentak Go Nana.
"Maafkan aku." Ujarnya lemah.
"Kau aneh. Tiba-tiba minta maaf. Jangan bilang kau tadi cemburu." Ucap Go Nana.
"Aku tak cemburu." Elak Kang Joon.
"Pembohong. Hidung mu akan panjang."
Namun tiba-tiba ada seseorang datang merusak semua momen mereka.
"Akhirnya... kita bertemu lagi. Aku sudah mencari mu dari tadi."
Kang Joon dan Go Nana menoleh. Sungguh sial. Kenapa dia ada di sini. Orang yang wajib di hindari, akhirnya muncul juga.
"Macan kumbang sialan." Batin Go Nana