
Setelah pulang dari kampusnya. Kang Joon langsung menuju perpustakaan kakeknya.
Brak
Kang Joon membuka pintu secara kasar. Kang Young langsung berdiri karena kaget.
"Dasar cucu nakal! Kau mau membunuh kakekmu." Ucap Kang Young.
Kang Joon hanya senyum tak jelas. Dia tak tahu kalau kakeknya ada di dalam. Kang Joon berjalan gontai ke arah kakeknya.
"Kek..! Ada berita baik. Hasil penelitian ku tak perlu revisi. Jadi tahun ini aku bisa lulus." Ucap Kang Joon.
Kang Young tersenyum. Itu artinya cucunya dapat melanjutkan bisnis keluarga miliknya.
"Besuk mulailah bekerja di kantor kakek, negara membutuhkan mu untuk meneliti barang antik Joon."
Kang Joon sebenarnya belum siap untuk melanjutkan bisnis keluarganya. Tapi karena kakeknya sudah tua. Dia tak punya pilihan untuk melakukan nya. Lagi pula kakeknya adalah keluarga satu-satunya.
-------
Dua tahun kemudian
Kang Joon masih berkutat dengan berkasnya. Dahinya berkerut tanda berpikir. Dia membandingkan berkas yang dia pegang dengan berkas yang ada di meja.
Setelah wisuda, Kang Joon memutuskan untuk membantu kakeknya. Sebenarnya kakeknya ingin Kang Joon langsung mengurusi perusahaannya, tapi Kang Joon menolak dengan alasan dia ingin menunggu waktu lulus. Selama menunggu wisuda, Kang Joon hanya berjalan-jalan di taman bermain.
Dia rindu pada seseorang. Tapi dia lupa siapa orang itu. Maka dari itu dia selalu ke taman bermain untuk mengobati rasa rindunya.
Jam sudah menunjukkan pukul 10. Seperti biasa Kang Joon akan pergi ke taman hiburan. Dia bergegas keluar kantor. Dan menuju taman bermain.
Seperti biasa, Kang Joon berjalan mengelilingi taman itu. Dia selalu menuju ke bangku taman itu. Tiba-tiba dia berpapasan dengan seorang gadis. Kang Joon seperti pernah bertemu dengan gadis itu. Begitu juga gadis itu. Dia merasakan hal yang sama.
Keduanya menoleh dan saling menatap. Kilasan-kilasan ingatan muncul. Akhirnya kedua nya mengingat kejadian demi kejadian yang telah mereka lalui bersama.
Rindu dan cinta pun terpancar jelas di mata keduanya.
"Kau juga, aku tak mengira kita akan bertemu di sini." Ucap Kang Joon sambil mendekat.
Keduanya saling mendekat. Kemudian berpelukan. Go Nana meneteskan air mata. Dia tahu alasan kenapa dirinya selalu pergi ke taman bermain ini.
"Aku sangat merindukan mu Go Nana." Bisik Kang Joon.
"Aku juga." Jawab Go Nana
Dari kejahuan Si Won menatap dua sejoli yang saling berpelukan. Si won bersama Yun Shang. Yun Shang di ajak oleh Si Won untuk melihat pertemuan kembali antar Go Nana dan Kang Joon.
"Ini bonusmu, karena kau taat Yun Shang." Ucap Si Won.
"Aku sangat berterimakasih, kau mau memberikan ku kesempatan untuk melihatnya dari jauh." Ucap Yun Shang.
Si Won mengeluarkan benang merah untuk mengikat Go Nana dan Kang Joon kembali. Takdir mereka telah berjalan sesuai dengan mestinya. Go Nana sudah di takdir kan berjodoh dengan Kang Joon.
Si Won dan Yun Shang pun menghilang. Tugas mereka sudah selesai.
Kedua sejoli itu masih berpelukan melepas rindu yang amat dalam. Go Nana melepas pelukannya.
"Hei... Kenapa kau melepaskan nya? Sini! Aku masih ingin memelukmu." Ucap Kang Joon sambil menggeret tangan Go Nana.
"Aku lelah berdiri, kaki ku kesemutan." Jawab Go Nana.
Kang Joon melihat kaki Go Nana. Go Nana ternyata memakai sepatu berhak tinggi.
"Kau harus cerita padaku, kenapa kau jadi berubah penampilan. Aku tak mau kau kesakitan seperti ini." Sambil mencubit hidung Go Nana.
Go Nana meringis kesakitan. Dia memukul kepala Kang Joon.
"Ya... Sakit sekali! Kau harus di hukum." Ucap Kang Joon.
Sontak Go Nana lari, dia melepas sepatunya. Terjadilah aksi kejar-kejaran. Mereka tertawa bahagia.