
Go Nana melihat kepergian Yun Shang. Meski Yun Shang pernah menyakiti hatinya, sejujurnya dia tidak tega melihat Yun Shang di hukum.
Si Won menghampiri Kang Joon dan Go Nana.
"Sekarang aku harus memanggilmu siapa? Kim Hye Rin atau Go Nana!" Tanya Si Won.
Go Nana menatap Si Won. Sejujurnya dia penasaran, kenapa dewa jodoh seperti dia mau repot-repot membantunya.
"Panggil Go Nana saja." Jawab Go Nana.
"Baiklah. Ini ada surat untuk mu dari Jo Jihan. Kalian bisa membacanya bersama.
Go Nana dan Kang Joon menerima surat itu, kemudian mereka membacanya. Setelah membacanya mereka saling bertatapan.
"Dewa jodoh, tolong beri kami ruang untuk berbicara." Ucap Kang Joon.
Si Won mengangguk. Tanda setuju. Si won pun pergi agar mereka bisa leluasa berbicara.
"Aku tak menyangka. Kau orang dari masa lalu ku. Pantas saja aku kembali merasakan perasaan itu." Ucap Kang Joon.
"Aku tak ingat kita pernah bersama. Maafkan aku." Sambung Go Nana.
"Seharusnya aku yang minta maaf padamu. Karena diriku, kau mengalami hal seperti ini. Go Nana...! Aku mencintai mu. Setelah ini semua kau mau menikah dengan ku."
"Kau melamar ku. Dasar tak romantis." Sambil mencubit dan meneteskan air mata.
Kang Joon berteriak kesakitan. Dia kemudian mengusap air mata Go Nana. Dia tak mau Go Nana nya menangis.
"Jangan menangis! Hatiku sakit jika kau menangis." Ucap Kang Joon.
Go Nana tersenyum menatap Kang Joon. Hatinya menghangat. Mereka kemudian saling berpelukan. Melepas rindu yang terpendam. Menikmati setiap inti momen yang tak terlupakan. Walaupun cinta mereka di uji. Tapi kekuatan cinta mereka membuat mereka bersatu kembali.
Si Won tersenyum, dia tak benar-benar pergi dari tempat itu. Sepertinya, waktunya Si Won muncul dan menyatukan cinta mereka.
Wus
Kedua orang yang berpelukan itu pun kaget. Mereka langsung melepaskan pelukan nya.
Go Nana mengangguk. Lagi pula dia ingin terbebas dan menjadi manusia.
"Kalian berdua masuklah ke air suci itu, sampai tenggelam. Kemudian berpeganglah tangan. Aku akan mengeluarkan mutiara rubah itu dalam tubuhmu. Setelah itu air pengubah wujud yang melekat pada tubuhmu akan keluar lewat pori-pori kulit. Tapi cara ini membutuhkan pengorbanan." Ucap Si Won.
"Pengorbanan." Ucap mereka bersamaan.
"Benar... Ingatan kalian akan di hapus, namun ketika kalian bertemu nanti ingatan kalian akan muncul. Apa kalian sanggup mengorbankan itu?" Tanya Si Won.
Keduanya saling bertatapan. Cinta mereka di uji kembali. Keduanya mengangguk.
"Kami setuju." Ucap keduanya."
Tanpa sepatah kata apa pun . Mereka langsung masuk ke dalam air suci itu. Mereka berhadapan dan menenggelamkan diri. Si Won mulai mengambil mutiara itu di dalam tubuh Go Nana. Tak lama kemudian air suci itu berubah menjadi merah.
Kang Joon dan Go Nana mengambang di air. Go Nana sudah menjadi manusia.
"Takdir kalian akan di mulai hari ini, sesuai langkah takdir kalian. Semoga kalian bisa cepat bertemu kembali." Gumam Si Won.
Si Won mengirim mereka ke tempat yang seharusnya. Pekerjaan nya sudah beres. Kini waktunya dia menjenguk Jo Jihan. Dan memberitahu semua yang telah terjadi.
-----------
Sudah 3 hari semenjak kejadian itu Kang Joon masih berbaring di ranjang miliknya. Kang Young sangatlah cemas. Setelah pulang kerja 3 hari yang lalu. Dirinya melihat cucunya tergeletak tak berdaya di depan pintu. Sambil memegang tusuk rambut.
Kang Joon mulai menggerak kan tanganya. Dia membuka matanya perlahan. Dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.
"Aku dimana?" Tanya Kang Joon.
"Akhirnya kau sadar juga, dasar anak nakal." Sambil menghampiri Kang Joon.
Kang Joon pun mulai duduk. Dia mengangkat tangannya. Dia merasa seperti menggenggam sesuatu. Kemudian dia melihat benda apa yang dia pegang. Kang Joon mengernyitkan dahi tanda keheranan. Dirinya tak pernah melihat tusuk rambut itu.
"Kim Hye Rin." Gumam Kang Joon.