Beautiful Gumiho

Beautiful Gumiho
Nenek tua



Go Nana segera mencari kakek Kang di ruang makan, tapi hasilnya nihil. Dia mengendus baunya sudah mulai pudar.


"Nona mencari tuan sepuh, tuan sepuh sudah berangkat kerja. Baru saja keluar. Mungkin sudah setengah perjalanan."


"Terlambat, tapi aku harus menemuinya." Gumam Go Nana.


Go Nana akhirnya menghilang, dia menuju kamar Kang Young. Di sana dia mencari sesuatu yang sering kali di pakai oleh Kang Young. Karena barang itu pasti beraroma kental. Go Nana mengedarkan pandangannya.


Gocha....


Go Nana melihat kaca mata yang selalu di pakai oleh Kang Young. Tanpa pikir panjang dia mengendus-endus barang itu.


"Aku menemukannya." Gumam Go Nana sambil menghilang.


Sementara itu Kang Joon berjalan dengan lemas. Dia sangatlah lapar. Tanpa sadar dia melewati kamar Go Nana dan membuka pintu kamarnya. Dia mengingat kejadian tadi malam. Sebenarnya Kang Joon sangatlah malu. mengingat itu wajahnya memerah.


"Bodoh kau Kang Joon kenapa kau melakukan nya." Sambil menepuk jidatnya.


Kang Joon berpikir, apa ciuman itu hal biasa bagi Go Nana. Kenapa Go Nana seperti melupakannya. Dan bersikap biasa. Bahkan sulit bagi Kang Joon untuk melupakannya.


Karena para cacingnya sudah demo dia memutuskan untuk keluar dari kamar Go Nama dan menuju ruang makan.


-----


Kang Young membaca berkasnya di dalam mobil, dia mencari kaca matanya kemana-mana tapi tak ketemu.


"Mencari ini." Sambil memberikan kaca mata itu kepada Kang Young.


"Astaga... kau mengagetkan ku nona." Sambil mengelus dadanya.


"Apa kah aku seperti hantu, maaf!" Gumam Go Nana.


"Terimakasih nona Go." Sambil menerima kaca mata itu dan memakainya.


Go Nana melihat ke luar jendela kaget.


"Nenek tua itu." Gumam Go Nana.


"Ada apa nona."


"Dengar kek, aku tak punya waktu sambil memperlihatkan gulungan itu.


Kang Young yang melihat gulungan itu pun kaget.


"Kau sudah tahu siapa diriku."


"Sudah nona Go, aku tahu... nona Go pasti akan marah."


"Kita bahas nanti, aku benar-benar tak punya waktu." Sambil menghilang dan meninggalkan gulungan itu.


-------


"Kemana nenek tua itu, kenapa cepat sekali menghilang." Sambil mencari dan mengendus aromanya.


Tak terasa Go Nana tiba di sebuah air terjun. Air terjun itu adalah jalan menuju langit. Siapa pun mengira air terjun itu adalah air terjun biasa.


"Kenapa aku bisa sampai ke pintu perbatasan." Gumam Go Nana.


Tiba-tiba....


"Mencariku, huh."


Sontak Go Nana berbalik.


"Kau nenek tua, cepat cabut kutukanmu."


"Bukankah aku bilang, kutukan akan hilang bila kau bertemu dengan orang yang mencintaimu tulus, dan orang itu harua memberikan darahnya. Itu Artinya orang itu mati."


"Omong Kosong."


"Hei... itu namannya pengorbanan cinta."


"Kau mengada-ada."


"Aku tak menyangka kau bisa keluar dari hutan keramat setelah ribuan tahun."


"Kau yang menyuruhku kesana."


"Apa Kau lupa, dan kau yang merubah namaku."


"Aku hanya melepas identitasmu." Sambil terbang dan berubah menjadi dewi yang cantik.


"Kau..." Sambil menunjukkan ke arah dewi itu.


"Ingat baik-baik, setelah keluar dari hutan keramat, waktumu 4 purnama untuk mematahkan kutukan itu, jika dalam waktu 4 purnama kau tak bisa menemukan orang yang mencintaimu dengan tulus. Maka kau akan menjadi gumiho selamannya." Sambil menuju air terjun dan menghilang.


"Hei... kangan pergi. Bagaimana caranya."


Tak ada jawaban


"Hei... aku tahu kau pasti masih berada di sini."


"Pengorbanan." Jawab dewi itu sambil bergema.


"Pengorbanan." Gumam Go Nana.