
Tanpa pikir panjang lagi, Go Nana langsung berubah menjadi rubah dan melompat keluar jendela. Dia berlari menuju gerbang dan mengendus aroma tubuh Kang Joon.
"Hais... baunya mau hilang, aku harus cepat." Gumam Go Nana.
Dengan menelurusi jalanan yang di lewati Kang Joon, Go Nana berlari cepat dan hati-hati. Namun setengah berjalanan Go Nana berhenti.
"Sial, bodoh..seharusnya aku langsung membuka portal saja. Dari pada gini lari capek tak jelas." Gumam Go Nana
Akhirnya dia mengeluarkan pintu portal menuju kampus Kang Joon.
Sampai di kampus Kang Joon, Go Nana bingung. Bangunan yang luas, banyak lautan manusia. Serta suara bising manusia yang mengganggu pendengaran telinganya.
Tunggu, suara ini. Kang Joon. Go Nana langsung mencari keberadaan Kang Joon. Kang Joon ternyata berada di taman. Dia bicara dengan seseorang. Seorang gadis yang sangat cantik.
Melihat hal itu Go Nana cemburu, Go Nana akhirnya mendekat dan berada di atas pohon. Tepat di atas mereka.
"Kang Joon, kita harus menyelesaikan tugas ini dengan cepat, bagaimana kalau kita mengerjakan di rumahmu saja."
"Ide bagus." Jawab Kang Joon
Mendengar hal itu Kim Nara sangat senang.
Kim Nara adalah primadona kampus di jurusan Kang Joon. Dia sangat menyukai Kang Joon. Agar dekat dengan Kang Joon dia rela membayar dosennya untuk satu kelompok dengan Kang Joon.
Bagai diremas remas hati Go Nana. Dia tahu bahwa wanita yang ada di dekat Kang Joon adalah wanita yang licik. Dia harus mencari cara untuk membuat jera wanita itu.
Merasa ada hal aneh. Kang Joon menoleh keatas pohon.
"Ada apa."
"Tidak, aku rasa ada seseorang."
"Diatas pohon maksud mu."
"Lupakan."
"Ya sudah aku pergi dulu Kang Joon, jangan lupa nanti aku ke rumahmu."
"Iya." Jawab Kang Joon dingin
Kim Nara menghela napas kasar. Sudah sedekat ini, Kang Joon masih cuek padanya. Nanti dia harus berusaha keras lagi agar dapat meluluhkan hati Kang Joon.
Sepeninggalan Kim Nara, Kang Joon hanya diam menghela napas kasar. Dia memikirkan Go Nana. Apa yang dilakukan Go Nana sekarang. Dia harus menghubungi Kakeknya untuk mencari kabar Go Nana. Namun niat itu di urungkan. Karena tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari atas pohon.
"Astaga, kagetnya."
"Aduh, sakit sekali. Sambil mengibaskan ekornya."
"Kau, sejak kapan di sini. Hei Go Nana kau mengintai ku."
"Aku tidak mengintaimu."
"Berubahlah jadi manusia, di sini tidak ada orang."
Go Nana mengedarkan seluruh pandangan. Benar tak ada orang. Ini kesempatannya.
Boom asap keluar, berubahlah Go Nana.
Rambut Go Nana yang berkibar terkena angin membuat darah Kang Joon berdesir. Go Nana sangatlah cantik.
"Kalau tidak mengintai ku, sedang apa kau disini, hem... Jangan-jangan kau sudah merindukan ku."
"Aku hanya jalan-jalan." Sanggah Go Nana
"Benarkah...!" Sambil mendekati Go Nana dan memegang ujung rambutnya.
Go Nana yang mendapat perlakuan itu jadi salah tingkah, dia sangatlah malu. Semburat merah timbul di pipinya.
Melihat itu membuat Kang Joon gencar menggoda Go Nana.
"Sepertinya kau tak hanya merindukanku, tapi juga kau mulai menyukaiku."Sambil mendekati Go Nana dan berbisik di telingannya.
" Enyalah!". Go Nana mendorong Kang Joon.
"Ha..ha.. lihat wajahmu lucu sekali." Ujar Kang Joon.
"Kau mau cari mati, Ya... Kang Joon jangan menertawakanku."
Go Nana marah dengan Kang Joon, dia sebenarnya cemburu. Tujuan utamanya terlupakan begitu saja melihat Kang Joon bersama seorang gadis.
Sebenarnya Go Nana tak ada niatan untuk mengintai Kang Joon. Tapi karena dia ingin melihat siapa yang ada di dekat Kang Joon dia memutuskan untuk mengintai Kang Joon.
"Aku pergi, jangan mencariku." Ucap Go Nana sambil menghilang.
Kang Joon terpaku. Go Nana menghilang, jangan-jangan dia beneran pergi.
"Dasar Kang Joon, bodoh sekali dirimu." Gumam Kang Joon.