Beautiful Gumiho

Beautiful Gumiho
Tusuk Rambut 1



Mereka masih berpelukan di pinggir jalan. Go Nana hanya pasrah saja.


"Aku sangat lapar, tak punya tenaga sama sekali." Batin Go Nana.


"Go Nana, jangan pernah pergi lagi dariku."


Tak ada jawaban.


"Go Nana kenapa kau hanya diam."


Tak ada jawaban


"Ya... Nana jangan bercanda." Sambil melepas pelukannya.


"Hei kau tak apa." Sambil menepuk kedua pipi Go Nana.


Namun tak ada respon sama sekali. Go Nana tetap menutupkan mata. Kang Joon pun kebingungan. Tanpa sadar dia meneteskan air mata dan mengenai pipi Go Nana. Go Nana merasa ada air yang menetes di pipi nya pun membuka matanya perlahan.


"Kang Joon."Dengan lemas dan tak bertenaga.


" Go Nana... kau tak apa."


"Kau menangis, dengar aku hanya kehabisan tenaga."


Dengan kasar Kang Joon mengusap air mata nya. Ada rasa lega pada diri Kang Joon bahwa Go Nana hanya kehabisan tenaga.


"Ayo kita pulang. Pelayan Jo audah menyiapkan makanan untuk mu."


Go Nana hanya mengangguk. Sungguh dia sangat lemas sekali. Kang Joon pun menggendong Go Nana menuju mobil.


Selama perjalanan Go Nana hanya diam tak bersuara. Begitu juga Kang Joon. Kang Joon menambah laju mobil agar cepat sampai di rumah.


Ketika sudah sampai, Kang Joon bergegas membawa Go Nana ke ruang makan. Kang Young yang melihat itu pun panik.


"Apa yang terjadi."


"Dia kelelahan. Butuh makanan." Jawab Kang Joon sambil mengendong Go Nana ke ruang makan.


Kang Joon menduduk kan Go Nana. Dia meminta pelayan Jo menyiapkan makanan nya. Tak berapa lama makanan pun siap. Dengan telaten Kang Joon menyuapi Go Nana. Go Nana hanya pasrah menerimanya. Merasa sudah pulih Go Nana meminta Kang Joon untuk berhenti menyuapinya.


"Kang Joon. Aku sudah bisa makan sendiri. Terimakasih."


"Ini tinggal sedikit lagi. Biar aku lanjutkan."


"Tak apa. Biar aku saja. Kau sudah banyak membantu ku Kang Joon."Tolak Go Nana.


Kang Joon tersenyum melihat Go Nana yang belepotan. Dia membersihkan sisa makan yang berada di sudut bibir Go Nana. Go Nana pun menatap Kang Joon. Namun tiba-tiba ada seseorang perusak suasana.


" Hei ... Kang Joon. Kenapa kau tak menjawab telpon ku."


"Aku sibuk." Sambil mendengus kesal.


Ya.. perusak suasana itu adalah Oh Gil Han.


"Aku ada berita untukmu."Sambil duduk


"Katakan."


"Hai...Go Nana."


"Cepat katakan Gil Han."Teriak Kang Joon.


"Jangan berteriak. Aku lapar." Sambil mengambil daging milik Go Nana


Plak


"Au... sakit. Kau sungguh kejam Kang Joon."


"Sebelum aku memberitahu mu. Aku mau tanya dulu. Kalian tinggal bersama."


" Wah .. hubungan kalian apa."


"Sepupu jauh." Jawab Go Nana cepat.


Kang Joon melotot kepada Go Nana. Dia berharap jawaban Go Nana bukan itu. Kang Joon merasa sedikit kecewa.


"Oke aku percaya."


Oh Gil Han tak curiga sama sekali. Perihal hubungan Go Nana dan Kang Joon.


"Dengar... Kau dicari tuan Park."


"Aku malas meladeninya."


"Hei... Kang Joon. Ini mengenai tugas kampusmu. Kau terancam tak lulus."


"Bukan kah kau tahu aku belum dapat barang nya."


"Apa kau pergi ke hutan keramat tidak membawa apa-apa. Bagaimana bisa tak dapat barang antik 1 pun?"


Go Nana hanya mendengar pembicaraan mereka. Go Nana tahu kemana arah pembicaraan mereka. Lagi pula dia berjanji akan memberikan barang yang berhubungan dengan kerajaan Joseon.


"Ini untukmu."Sambil mengeluarkan tusuk rambut kepada Kang Joon.


"Kau memberikan tusuk rambut ini padaku." Tanya Kang Joon.


Go Nana hanya mengangguk.


"Jangan kau hilangkan. Ini sangat berharga."


"Wah... sangat bagus. Pasti tuan Park akan senang melihatnya."


Tuan Park adalah dosen pembimbing Kang Joon. Par Yon Shik selalu mendesak Kang Joon untuk segera menyelesaikan tugas akhirnya.


"Kau tahu... ada hot new di kampus."


"Sekarang mulutmu jadi tukang gosip."


"Terserah apa katamu. Kim Nara kencan dengan ku untuk menaikan popularitasnya. Dan sekarang dia di kabarkan berpacaran dengan Yun Shang."


"Bukan nya Yun Shang bersama Choi Mina."


"Choi Mina di campakkan."Ujar Oh Gil Han


"Mengingatnya membuatku kesal."


"Macan kumbang Playboy." Batin Go Nana.


Oh Gil Han menatap Go Nana dengan penuh selidik. Dia ingin sekali jalan dengan Go Nana. Satu-satunya cara adalah mengajaknya ke kampus dengan alasan memperlihatkan tusuk rambut itu kepada tuan Park.


"Bagaimana kalau kita ke kampus. Kita ajak Go Nana." Tawar Oh Gil Han.


"Tidak." Jawab Kang Joon cepat.


"Hei... kita kesana untuk memperlihatkan tusuk rambut itu kepada tuan Park. Aku akan ajak Go Nana berkeliling kampus."


"Aku setuju." Sela Kang Young.


Tiba-tiba saja Kang Young datang menyela.


"Tapi kek... di sana ada.."


"Sudahlah Kang Joon. Nona Go perlu jalan-jalan."Sambil melirik tajam Kang Joon.


Kang Joon yang di lirik tajam kakeknya hanya mengangguk pasrah. Sebenarnya dia tak ingin membawa Go Nana ke kampus.