
Kang joon menelusuri hutan keramat sendirian. Dia bertekat untuk menjelajahi hutan tersebut.
Hutan keramat adalah hutan milik rubah ekor sembilan. Banyak para siluman yang berada di dalam hutan tersebut. Akan tetapi rubah itu telah mengusirnya. Alhasil hanya rubah itu yang tinggal.
Dengan bekal seadannya, Kang joon optimis melakukan perjalanannya. Dia yakin akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Di sisi lain sang rubah yang semula tidur itu pun, terganggu oleh penciumannya. Hidungnya mengendus. Dia tak lupa aroma apa ini. Sebagai gumiho yang hidup ribuan tahun. Dia yakin bahwa ini aroma manusia.
"He.. he..., sudah lama aku tak melihat manusia, di sini sudah lama sepi, kalau bukan nenek peyot itu, pasti sekarang aku sudah berenkarnasi." Batin Go nana.
"Aku Go nana, akan menghampirimu wahai manusia. Bersiaplah..."
Dengan mengibaskan ekor 9 nya, dia berjalan perlahan. Kemudian melayang ke udara. Bulunya yang berwarna merah menyala sangatlah bagus.
Go nana mencari manusia itu dengan perlahan, setelah beberapa menit akhirnya ketemu. Gocchaa ....Selamat datang di Hutan kesayanganku.
Tunggu.... pria tampan mempesona, tinggi, putih, hidung mancung dan wajahnya bersinar.
Meleleh... itulah yang dirasakan Go Nana. Dia pria idamannya. Go Nana ingin menghampirinya, tapi diurungkan. Dia akhirnya mengikuti perlahan.
Kang Joon yang merasa dirinya di intai menoleh kesana kemari. Sial... hutan ini memang menyeramkan. Tapi apa daya dia akan tetap melanjutkan perjalanannya.
Tak berapa lama, terdengar suara ranting terinjak. Sontak Kang Joon menoleh ke belakang. Astaga... batinya. Apa dia tak salah lihat. Ada ekor berwarna merah menyala di balik pohon beringin besar.
"Siapa disana, keluar... aku membawa senjata, jangan menakuti ku".
Sebenarnya Kang Joon tidak membawa senjata, dia hanya mengada-ada. Jangankan bawa senjata. Bawa badan aja susah. Kang joon sangat gemetar. Dia takut kalau ada hantu di hutan ini. Pasalnya hutan keramat ini terkenal angker. Seharusnya dia tidak mengabaikan larangan kakeknya untuk pergi ke hutan ini. Menyesal... itulah yang di rasakan Kang Joon. Tapi tak ada gunanya menyesal sekarang. Yang paling penting dia akan menghadapinya.
Go Nana tak punya pilihan selain keluar dalam persembunyiaannya. Dia keluar secara perlahan dan merubah dirinya menjadi manusia setengah siluman. Tubuhnya menjadi manusia utuh. Tapi ekornya tetap ada. Sial pasti pria di depannya takut. Kekuatan ini tak bisa di kendalikan sesuai keinginannya.
Kang Joon yang melihat itu kaget dan ambruk seketika. Dia tidak pingsan, cuman kakinya lemas. Dia kaget ada rubah yang bisa berubah jadi manusia. Walaupun masih punya ekor. Wajahnya terlihat sangat cantik mempesona. Bajunnya berwarna merah menyala. dan juga ekornya yang indah membuatnya memiliki daya tarik tersendiri. Kang Joon pun menganga. Tanpa sadar dia berkata:
"Cantik, aku menyukainya."
Walaupun lirih, tapi terdengar oleh Go Nana. Dia pun tersenyum menghampiri Kang Joon.
"Kau memyukaiku, apakah itu tulus. Kalau begitu bawa aku bersamamu. Namaku Go Nana."
Dengan gaya yang elegan, Go nana menghampiri Kang Joon. Mendengar perkataan rubah itu, Kang Joon kaget. Astaga mulut ini tak bisa di kontrol. Membawa seekor rubah hutan keramat. Tunggu dulu, rubah ini ingin ikut dengannya. Tapi bagaimana dengan penelitiannya.
"Maaf nona, tapi aku tak bisa membawamu ikut bersamaku, aku datang kesini untuk meneliti peninggalan kerajaan Joseon." Seketika ketakutannya menghilang.
"Aku akan memberikan informasi gratis mengenai itu, tapi.. ada syaratnya. Ajak aku bersamamu."
Kang Joon masih bingung, dia tak mungkin membawa rubah itu untuk tinggal bersama dengannya.Mengingat kakeknya adalah seorang yang tegas. Dilema, itulah yang di rasakan Kang Joon. Di sisi lain dia sangat butuh informasi itu, tapi di sisi lain dia tak mau dapat omelan dari kakeknya.