
Go Nana kembali ke kamar dengan lesu. Dia memikirkan kejadian barusan. Bisa-bisanya nenek tua itu mengancamnya.
"Mustahil, aku tak percaya." Guma Go Nana sambil merebahkan badannya di atas kasurnya.
Tok... tok
Tiba saja pintu di ketuk.
"Aku tahu kau sudah kembali." Teriak Kang Joon.
Go Nana hanya mendengus kesal. Dirinya sungguh malas meladeni Kang Joon. Dengan langkah gontai. Go Nana membuka pintu kamarnya.
"Ada apa."
"Kau lemas sekali, kau sakit." Sambil memeriksa kening Go Nana.
Go Nana pun menepisnya perlahan.
"Cepat katakan, jangan buat ku menunggu, jujur aku sangat tak bersemangat."
"Kau benar tak sakit." Khawatir Kang Joon.
"Tidak, jangan khawatir, aku tak apa."
"Sepertinya, aku harus menunda acara kita hari ini."
"Memangnya kita mau kemana." Tanya Go Nana penasaran.
Karena mendapat respon, akhirnya Kang Joon memberitahu Go Nana.
"Karena hari ini aku libur, aku berencana mengajakmu jalan-jalan ke taman bermain."
Sontak mata Go Nana berbinar, dari pada pusing memikirkan kutukan tak jelas, lebih baik dia bersenang-senang.
"Aku mau, tunggu sebentar." Sambil menutup pintu tapi di halangi oleh tangan Kang Joon.
"Ada apa lagi."
"Pakai ini." Sambil menyerahkan paper bag kepada Go Nana.
"Iya."
"Aku menunggumu."
Kang Joon langsung bergegas ke ruang tamu dan mengubungi kakeknya.
"Halo..."
.........
"Cuma sebentar."
.......
"Iya aku akan menjaganya."
.......
"Iya aku tahu."
Tut...
Sambungan telpon di putus oleh Kang Joon.
Kang Joon seketika mendongak kan kepalanya ke atas.
"Cantik." Gumam lirih Kang Joon.
"Kau terpesona, huh."
"Yang cantik gaunnya, bukan dirimu." Elak Kang Joon.
"Jangan berdalih."
"Ngomong-ngomong baju itu pas kau pakai, bajunya terlihat lebih bagus bila kau pakai."
Go Nana yang mendengar itu hanya mendengus kesal. Dia pergi keluar menuju mobil dan segera membuka pintu mobil. Dia ingin cepat duduk.
Kalau di lihat memang gaun ini sangatlah bagus, walaupun sederhana, warna putih yang terlihat bersih membuat yang memakainya sangat mempesona.
Kang Joon mengikuti Go Nana dengan cepat, dia masuk mobil dan menjalankan mobilnya. Tak ada percakapan selama perjalanan. Hening, mencekam. Seperti tak ada penghuni.
Kang Joon sebenarnya tak betah berdiam diri seperti ini. Sesekali dia melirik Go Nana yang hanya melihat ramainya kendaraan lalu lalang.
"Apa dia marah." Batin Kang Joon.
Tak terasa mereka sudah sampai di taman bermain. Angel pun bergegas turun. Sebenarnya dia sangat senang. Tapi mengingat ucapan nenek tua tadi membuat nya marah sampai Kang Joon kena imbasnya.
"Enyahlah... nenek sialan." Gumam Go Nana
Go Nana sebenarnya ingin cerita, agar bebannya berkurang. Dia bingung mau cerita dengan siapa. Satu-satunya yang dia percaya adalah kakek Kang. Ya setelah ini dia akan cerita dengan kakek Kang. Sekarang dia harus bersenang-senang. Kasihan Kang Joon yang sudah mengajaknya kemari.
Kang Joon pun ikut turun, dia mengikuti langkah Go Nana. Tiba-tiba Go Nana berhenti.
"Ayo Kang Joon." Sambil menoleh ke arah Kang Joon.
Kang Joon yang mendengar ajakan Go Nana langsung menghampirinya. Dia senang akhirnya Go Nana tidak marah kepadanya.
Mereka menikmati berbagai wahana dengan sangat puas. Tak hanya itu, mereka juga berfoto mengabadikan momen mereka. Gelak tawa bahagia menyelimuti mereka. Namun dari kejauhan ada dua orang yang sedang mengawasi mereka. Mereka duduk di pinggir air mancur.
"Sampai kapan kau akan menghukumnya."
"Terserah diriku." Sambil menjilati es krim.
"Kau tau benang merah mereka tak pernah putus, kau sengaja menjauhkan mereka seperti dulu dewi."
"Aku hanya memberinya pelajaran."
"Dia sangat mirip dengannya."
"Walaupun wajahnya mirip, tapi sifatnya tidak."
"Kenapa dendam mu belum juga reda, lagi pula dia tidak mencintaimu."
"Cih ... kau membuat mod ku hilang seketika."
"Hanya karena kau di tolak jendral itu, kau melakukan ini, jika langit tahu kau pasti di hukum."
"Asal kau tidak membocorkannya." Sambil pergi meninggalkan dewa jodoh.
"Hais... dasar keras kepala." Gumamnya.
Dewi dan manusia tidak bisa bersama, karena hukum langit melarang itu. Karena cinta dewi air memisahkan mereka berdua. Dewi air pernah di tolong oleh jendral Kang Jo Shi. Sekita dewi air jatuh cinta dengan Kang Jo Shi. Namun Kang Jo Shi menolak halus dewi air. Karena dia sudah mencintai seseorang. Berbagai upaya telah di lakukan oleh dewi air. Salah satunya memisahkan mereka dengan paksa. Yaitu membuat Go Nana menjadi gumiho. Go Nana di ubah menjadi gumiho bukan karena kutukan, melainkan karena cemburu kepada Go Nana dan sengaja mengubahnya menjadi gumiho.