
Kang Joon mondar mandir menunggu Go Nana dengan khawatir. Dia kini berada di kamar Go Nana.
"Sialan... Kenapa lama sekali."
Tiba-tiba cahaya merah muncul. Go Nana keluar dengan wujud gumiho nya.
"Apa yang terjadi."
"Tidak ada yang terjadi." Sambil berubah wujud menjadi manusia.
"Kau bohong padaku."
"Tidak Joon, kenapa aku harus bohong."
"Kau menemui nya kan?." Sambil menatap Go Nana.
"Maksudmu." Tanya Go Nana.
"Siapa lagi? Yun Shang. Jangan dekat dengan nya, aku tak suka."
"Kau cemburu."
"Itu... Jika aku menjawab ya... Apa kau akan menjauhinya?."
"Itu tergantung jawaban mu."
"Aku tadi sudah bilang, kalau aku cemburu. Go Nana kau tak peka." Sambil membuang muka.
Go Nana tersenyum. Dia sebenarnya tahu kalau Kang Joon menyukainya.
"Jangan menyukai ku Joon!" Ucap Go Nana.
"Kenapa?" Tanya Kang Joon penasaran.
"Aku hanya rubah. Tak pantas mendapatkan cinta darimu. Seperti nya sudah waktunya aku pergi." Sambil menatap Kang Joon.
Kang Joon hanya diam. Go Nana akan pergi dari nya. Dia tak akan biarkan itu terjadi. Tanpa suara Kang Joon pergi meninggalkan Go Nana sendirian di kamar. Go Nana hanya menatap sendu Kang Joon.
Malam ini, Go Nana harus bertemu dengan kakek Kang. Dia akan menceritakan semua nya. Tanpa ada yang di tutupi.
Kini Kang Joon berada di perpustakaan. Dia mencari buku kuno milik kakek nya. Dia harus melakukan sesuatu agar Go Nana tak meninggalkannya. Tak lama kemudian ada buku bersampul emas yang bercahaya.
"Sepertinya dewa memberkati ku." Gumam Kang Joon.
Dia membuka lembar demi lembar buku itu. Di tengah-tengah buku tersebut ada kertas mantra pengunci pintu.
Sementara itu. Go Nana sedang berada di ruangan kerja Kang Young. Mereka berjanji bertemu di ruangan tersebut.
"Jadi tuan putri, maaf maksud saya nona Go. Apa yang ingin anda sampaikan?"
"Anggap aku cucumu kek, jangan sungkan!"
"Maafkan aku, aku akan membiasakan diri."
Go Nana hanya tersenyum.
"Besuk, aku berencana pergi ke gunung Sinan."
"Untuk apa nona kesana? Di sana tempat berbahaya. Banyak para siluman di sekitar gunung itu." Ucap Kang Young.
"Seseorang telah memberitahuku, apa bila aku ingin mengetahui semua nya. Maka aku harus pergi ke gunung Sinan kek.!"
"Tapi nona. Setelah pergi kesana. Apa nona akan kembali lagi ke mari?"
"Mungkin iya, mungkin tidak. Jika aku berubah menjadi manusia lagi, pasti aku akan kembali."
"Nona.. Ijinkan cucuku untuk membantu mu."
"Keluarga Kang sudah banyak membantu. Aku sangat senang. Sudah ku putuskan, aku akan berangkat sendiri. Rencana nya aku akan berangkat besuk." Ucap Go Nana.
"Jujur, aku belum sepenuh nya percaya nona di kutuk. Kemungkinan ini bukan kutukan." Tebak Kang Young.
"Aku berharap demikian. Ingatan ku samar-samar kek. Mungkin karena sudah ribuan tahun."
Kang Young menghela napasnya kasar. Dia tak mungkin melarang Go Nana pergi darinya.
"Nona, Istirahatlah dari awal. Agar besuk bugar dalam melakukan perjalanan."
Go Nana mengangguk tanda setuju. Dia harus istirahat sekarang. Akhirnya Go Nana pergi ke kamar. Ketika berada di kamar, dia kaget ada Kang Joon di sana. Dia menghampiri Kang Joon.
"Kau marah padaku."
"Tidurlah kita bahas besuk."
"Jangan seperti ini Joon! Maafkan aku." Sambil menunduk.
Kang Joon menghampiri Go Nana. Dia memeluk Go Nana erat.
"Besuk kau tak akan kemana-mana, aku pastikan rencana mu pergi gagal. Aku akan menggunakan cara itu Go Nana." Batin Kang Joon.