Beautiful Gumiho

Beautiful Gumiho
Marah



Pagi menjelang


Go Nana sudah duduk manis di depan meja makan. Namun tak ada makanan yang menggugah seleranya. Dia menunggu Kang Joon. Tak hanya itu. Dia menunggu dagingnya.


"Dasar pembohong, daging-oh daging, Kang Joon menyebalkan.! Batin Go Nana


Kang Joon yang sudah bersiap menuju ruang makan melihat Go Nana yang sedang menunggu dirinya dia sangat senang. Dengan percaya diri tingkat setinggi langit tujuh. Dia menghampiri Go Nana.


"Menunggu ku." Sambil menggeser kursi.


"Tidak."


"Jangan bohong, aku tahu kau menunggu diriku yang tampan ini."


"Percaya diri sekali kau, pergi sana! aku tak mau lihat dirimu." Go Nana memalingkan muka.


"Pelayan Jo, ambil daging yang ada di dapur."


"Siap tuan muda."


Mendengar hal itu sontak mata Go Nana berbinar-binar. Ternyata Kang Joon menepati janjinya.


Karena tadi malam Kang Joon kurang nyenyak tidurnya, dia memutuskan untuk menghubungi kepala pelayan Jo untuk menyiapkan daging panggang yang akan di berikan kepada Go Nana. Telponnya pukul 3 pagi gays. Enak-enaknya tidur malah diganggu.


Sebenarnya dia ingin menyiapkannya sendiri, tapi berhubung sang kakek mengunci pintu dan pasti pintunya akan di buka pagi. Dia berinisiatif menghubungi pelayan Jo. Kang Joon tahu, kakeknya pasti akan membuka pintu tepat pukul 7, mepet dengan jadwal kuliah, Soalnya Kang Joon pernah mendapatkan hukuman seperti itu. Untung aja kamar mandinya jadi satu ruangan dengan kamar tidurnya. Nggak bingung deh kalau malam kebelet pipis.


Go Nana mencium bau harum makanan kesukaannya. Dia memejam kan mata dan menikmati aromanya. Tersajilah 1 ekor daging ayam besar di depan matanya. Akhirnya dia tergoda dan menoleh kearah makanannya. Tapi sebelum itu dia melirik Kang Joon.


"Ha...ha....Lihat matamu hitam seperti panda, kau terlihat sangat jelek Kang Joon". Sambil menunjuk Kang Joon.


Kang Joon kaget, padahal dia sudah menggunakan pelembab wajah agar kantung matanya tidak terlihat. Tapi nyatanya tetap kelihatan.


" Kalau kau tertawa lagi, aku akan ambil daging mu." Ancam Kang Joon.


Oh tidak, dagingnya akan melayang, belum di sentuh sudah akan menghilang. Ini tidak bisa. Dia harus cari cara.


"Maafkan aku." Sambil memasang wajah imutnya.


"Imutnya" Batin Kang Joon dengan wajah memerah.


Kang Joon salah tingkah, jantungnya bermaraton tak henti. Buru-buru dia mengubah ekspresinya. Dan memutuskan untuk pergi.


"Pelayan Jo, aku berangkat. Bilang pada kakek, aku pulang malam." Teriak Kang Joon sambil membawa roti selai yang ada di meja makan.


Kang Joon sengaja mengabaikan Go Nana, bukan mengabaikan karena marah tapi pura-pura marah. Karena tak kuasa menahan gejolak api cinta yang mulai tumbuh.


Melihat Kang Joon pergi begitu saja, membuat Go Nana kecewa. Pasti Kang Joon marah padanya, pasti dia akan di buang, pasti dia akan di masukkan kandang. Banyak lagi pikiran-pikiran negatif yang menguasai Go Nana. Karena kecewa tanpa sadar Go Nana makan dengan lahap tak tersiksa. Semua pelayan keheranan. Bagaimana gadis sekecil dan seimut Go Nana menghabiskan daging di depannya dengan sekali makan. Padahal porsinya besar.


Setelah kepergian Kang Joon, Go Nana melamun di dalam kamarnya. Pikirannya berkecamuk. Dia mengira kalau Kang Joon marah karena menertawakan dirinya.


Go Nana gelisah, mondar mandir tak jelas dengan menggigit kuku jarinya. Karena tak tahan akhirnya dia memutuskan untuk datang ke kampus Kang Joon.


"Ya... aku harus kesana dan minta maaf padanya, haisss.. bodohnya aku."Gumam Go Nana