
Selesai melakukan aktivitasnya di kamar mandi. Go Nana bergegas menuju ruang makan. Sampai di sana dia sudah melihat Kang Young menikmati makanan nya.
"Oh... Nona Go, kau sudah datang. Silahkan duduk."
Go Nana langsung duduk dan mulai menyantap makanannya. Mengingat dia tadi malam cuma makan sedikit. Kini badannya lemas perlu energi.
"Nona Go, ini ada sesuatu untukmu." Sambil menyerahkan tas dan ponsel kepada Go Nana.
Go Nana kaget, bukan kah itu benda kerap sekali di pakai oleh orang-orang modern. Di pernah melihat benda itu bisa berbicara. Karena Go Nana pintar, jadi dia tahu apa nama benda.
"Serius ini untuk ku. Terimakasih kek, kau sangat baik." Ujar Go Nana sambil meraih benda itu.
"Di tas itu ada sejumlah uang dan kartu gold. Kau bisa memakainya untuk keperluanmu."
"Kau baik sekali kek." Sambil melanjutkan makannya.
Daging sapi bakar di depan Go Nana semakin lezat, hatinya berbunga-bunga mendapatkan benda itu. Et... tunggu dulu. Ada yang kurang. Dimana Kang Joon. Kenapa dia tak bergabung untuk makan. Go Nana mengerutkan dahinya tanda keheranan , menoleh kesana-kemari. Di ingin bertanya kepada kakek Kang. Namun sebelum bertanya. Go Nana sudah mendapatkan jawabannya.
"Tenang saja, Kang Joon sedang menjalankan hukumannya, karena dia melanggar privasimu."
Astaga... jadi karena dirinya dan lari menuju perpustakaan. Buru-buru dia menghabiskan makanannya. Kang Young yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.
"Maaf aku harus pergi, terimakasih makanannya." Teriak Go Nana
"Dasar anak muda jaman sekarang." Sambil tersenyum dan melanjutkan makanannya.
--------
DI PERPUTAKAAN
Kang Joon sangat lelah mengatur semua buku yang tak ada habisnya. Dia kesal menggerutu tak jelas. Tanpa sadar dia menjatuhkan gulungan berwarna ungu. Karena penasaran, akhirnya dia membuka nya.
Matannya melotot keluar karena kaget.
"Bukan kah ini Go Nana, tapi kenapa di lukisan ini tertulis Kim Hye Rin." Gumam Kang Joon.
Tiba-tiba saja Go Nana sudah berada di sampingnya.
"Sedang apa kau Joon?" Sambil melirik ke arah gulungan.
Kang Joon sontak menyembunyikan gulungan itu.
"Ti...ti dak. Aku sedang menjalankan hukuman kakek." Sambil merapikan kembali.
"Bukan apa-apa, kembalilah ke kamar, nanti aku menyusulnya."
Karena penasaran Go Nana menggunakan kekuatan untuk merebut gulungan itu.
"Hei... kembalikan itu punyaku, sambil melompat-lompat.
"Tak akan, aku mendapatkannya Kang Joon."
"Sini!" Sambil merebut gulungan itu tapi nihil.
Go Nana memasang perisai untuk melihat gulungan itu secara pribadi. Kang Joon yang mendekati Go Nana karena perisai nya, membuat Kang Joon terpental.
Bruk...
"Au.. sakit sekali." Ucap Kang Joon.
Go Nana tak mendengar Kang Joon mengaduh, dia tetap ingin membuka gulungan itu.
Perlahan dia buka. Matannya melotot kaget, bukankah ini dirinya. Jadi sejak awal Kakek Kang tahu bahwa dirinya adalah putri raja. Dia ingat yang menggambar lukisan ini adalah Kang Jo Shi.
Go Nana tanpa sadar menjatuhkan gulungan itu. Dia tak mengira kakek Kang tahu siapa dirinya sebenarnya.
"Bodoh, seharusnya aku jujur padanya, pasti dia kecewa." Gumam Go Nana.
Kang Joon yang melihat Go Nana bergumam tak jelas pun menghampirinya.
"Kau tak apa." Sambil mengambil lukisan itu.
Go Nana hanya diam mematung. Dirinya harus bicara dengan Kakek Kang dan menjelaskan semua. Dia tak mau kehilangan kehangatan keluarga kakek Kang.
"Aku akan membantumu menyelesaikan hukumanmu." Ujar Go Nana.
Wus....
Semua buku berhamburan dan ke tempatnya masing-masing.
Kang Joon yang melihat itu hanya bengong. Tak lama kemudian Go Nana menghilang dengan membawa gulungan itu.
"Ada apa dengan Go Nana? apa itu benar dirinya.?" Gumam Kang Joon.