Beautiful Gumiho

Beautiful Gumiho
Ciuman



Go Nana telah sampai ke dalam kamarnya. Namun tiba-tiba...


"Lama sekali kau dari mana saja." Ucap Kang Joon sambil duduk di sofa.


"Astaga, kau mengagetkanku Joon!" Sambil mengelus dada.


"Kenapa kau kelihatan kehilangan tenaga."


"Aku tak ingin berdebat denganmu, jangan tanya."


"Sensitif sekali kau."


"Pergilah, jangan menggangu."


"Kau mengususirku lagi."


"Aku tidak mengusirmu."


"Apa yang di bicarakan kakekku sampai kau bermuka masam seperti jeruk." Ejek Kang Joon


"Kalau kau mengolok ku lebih baik kau enyah dari sini."


"Oke, aku tidak akan mengolokmu."


"Cepat katakan apa maumu." Ucap Go Nana.


"Nana... aku..."


"Jangan bertele-tele Joon!"


"Aku ... emm itu, sebenarnya, aku ingin tidur bersamamu."


"Apa."


"Ijinkan aku tidur bersamamu."


"Apa kau sudah gila, terakhir aku tidur bersamamu kau memegang dadaku."


"Hei... itu tak sengaja, ayolahh..., tidur denganmu sungguh nyaman." Bujuk Kang Joon.


Setelah Go Nana berpikir, tak ada salahnya jika dia tidur bersama dengan Kang Joon. Lagi pula hanya tidur bersama.


"Baiklah, aku menyetujuinya, tapi janji jangan berbuat macam-macam."


"Aku janji." Sambil menuju ranjang.


Dengan senang hati, Kang Joon merebahkan tubuhnya di ranjang milik Go Nana.


"Nyamannya, hei Go Nana.. cepat kemari."


Mau tak mau Go Nana menghampiri Kang Joon. Dia berjalan perlahan.


"Cih.. lama sekali seperti siput." Gumam Kang Joon sambil menarik Go Nana.


Posisi Go Nana dan Kang Joon sangatlah intim. Go Nana berada di atas tubuh Kang Joon. Tangan Kang Joon mendekap tubuh Go Nana. Jantung keduanya berpacu, aroma tubuh masing-masing sangatlah menggoda. Kang Joon memejamkan matanya menikmati momen mereka.


"Kang Joon lepaskan, aku tak bisa bernapas." Sambil mendongak menatap pada Kang Joon.


"Diam lah."


"Kenapa kau menutup mata."


"Aku sedang menikmati."


"Apa, jangan-jangan, kau."


"Sstt.. diamlah Go Nana." Sambil membuka mata.


Mata mereka beradu, ada rasa cinta dan juga sayang di mata masing-masing. Mereka saling mengaggumi satu sama lain.


"Dia sangat cantik, aku ingin menciumnya." Batin Kang Joon.


Tanpa mereka sadari. Mereka larut dalam pesona masing-masing. Karena tak tahan Kang Joon akhirnya membalikkan tubuh Go Nana.


"aaa... apa yang kau lakukan."


Dengan sigap Kang Joon memegang kedua tangan Go Nana. Namun Go Nana meronta-ronta.


Kang Joon meneguk saliva nya sendiri. Dia fokus menatap bibir alami yang berwarna pink milik Go Nana. Bibir Go Nana sangatlah menggoda di matannya. Tanpa sadar dia mendekatkan bibir nya ke bibir Go Nana.


Cup


Go Nana mematung.


"Apa yang kau lakukan Kang Joon, persetan aku ingin melakukannya lagi, sangat manis. Sungguh manis." Batin Kang Joon.


Karena tak ada reaksi. Kang Joon memberanikan dirinya untuk mencium Go Nana lebih dala. lagi. Kali ini bukan ciuman biasa tapi lumatan.


Seperti orang yang sudah berpengalaman Kang Joon mendominasi ciumannya. Dia mengabsen setiap bibir milik Go Nana. Dengan lihai dia mengecap dan melumatnya. Bunyi ciuman pun terdengar jelas. Go Nana sangat menikmati ciuman Kang Joon.


Tanpa Go Nana sadari, Go Nana mengikuti alur ciuman Kang Joon. Karena mendapat balasan Kang Joon semakin gencar memperdalam ciumannya.


Napas keduannya ter engah-engah tanda menghirup udara sebanyak-banyak nya. Setelah ciuman itu. Mata mereka beradu sayu. Merasa terhipnotis, Kang Joon melakukan ciuman lagi. Kali ini lebih lama. Karena kelamaan, Go Nana memukul bahu Kang Joon.


"Hah...hah.. Kau mau membunuhku." Ujar Go Nana.


Tak ada jawaban.


Terus terang Kang Joon sangatlah malu. Karena ini adalah ciuman pertamanya dengan seseorang.


"Tidurlah." Sambil menarik dan menutup semua kepalanya.


"Ada apa dengan dirinya, seharusnya aku yang begitu, karena ini pertama bagiku, dasar aneh." Batin Go Nana