
Go Nana yang mendengar suara Kang Joon langsung menoleh dan menghamburkan dirinya ke tubuh Kang Joon.
" Hei.. Joon Aku merindukanmu." Sambil menggesek-gesek kepalanya.
Err... Kang Joon kaget di peluk oleh Go Nana. Bahkan kedua benda lembutnya menempel dengan sempurna. Membuat Kang Joon menikmatinya. Sungguh surga dunia yang indah. Dia tak kan melupakannya.
"Besar" Gumam Kang Joon
Go Nana yang mendengar itu mengernyitkan heran, dia masih menerka kata-kata Kang Joon.
Kalau di lihat, posisinya memeluk Kang Joon. Pasti miliknya menempel di dadanya. Yang benar saja. Go Nana langsung melepaskan pelukan nya.
"Ya.. kau mesum, dasar cari kesempatan." Sambil menunjuk telunjuk nya ke arah Kang Joon."
"Hei, aku bukan cari kesempatan. Tapi menikmati keadaan." Sambil menghampiri dan membungkuk setengah badan pas ke arah ke dua benda milik Go Nana.
"Apa yang kau lihat, enyahlah! Sambil melindungi dadanya.
Ehem..
Mendengar teguran sang kakek, dua sejoli itu menoleh. Kang Joon hanya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
" Kakek, sudah lama di sana".
Kang Young menghampiri Kang Joon dan menjewer telingan nya.
"Dasar cucu nakal, mana sopan santun mu hah!, aku tak pernah mengajarimu seperti itu. Ikut aku!." Sambil menjewer telinga Kang Joon dan mengajaknya ke perpustakaan.
Go Nana tersenyum penuh kemenangan, dia sangat terhibur melihat cucu dan kakek tersebut.
Kang Young melepas tangan nya dari sang cucu. Kang Joon yang kesakitan hanya meringis dan mengelus telingannya.
"Kakek sungguh keterlaluan, lihat telinga ku pasti merah, kenapa mengajak ku kesini. Aku lelah mau tidur."
"Kau ini selalu bikin aku naik pitam, sudah besar tapi kelakuan seperti bocah."
"Sudah cepat katakan, aku harus menemui Go Nana."
"Lindungi dia."
"Apa."
"Kau tidak dengar, buka telingamu lebar-lebar, lindungi dia. Itu tugasmu."
" Memangnya kenapa, tidak mungkin kan dia tinggal di sini selamanya."
"Dasar bocah ini, turuti kataku, atau kau tak akan dapat warisan sepersen pun."
Kang Joon mendengar itu langsung kaget, dia tak menyangka kakeknya akan mengancamnya dengan cara tak memberikan warisannya. Kang Joon akhirnya mengiyakan
Kang Joon melangkah keluar dengan gontai. Dia berencana mengajak keluar Go Nana untuk melihat festival budaya. Kang Joon membuka pintu kamarnya. Dia melihat Go Nana sedang berdiri di balkon kamarnya.
"Bersiaplah, aku akan mengajak mu keluar."
"Benarkah... aku sungguh sangat bosan." Sambil tersenyum manis.
"Astaga, manisnya. Aku tak tahan melihatnya."
Batin Kang Joon.
Ehem
Kang Joon berdehem mengusir kegugupannya.
"Kau jangan berubah jadi gumiho atau rubah seketika."
"Aku janji, asal kau memberiku daging."
"Baiklah, ini pakailah. Aku tadi membelinya setelah pulang kuliah". Sambil menyerahkan paper bag kepada Go Nana
"Terimakasih Kang Joon, kau sangat luar biasa." Sambil mengedipkan mata.
Wow lemas. seketika kaki Kang Joon. Jantung nya berdetak luar biasa. Pesona Go Nana masuk sampai hatinya. Daebak plus plus.
Karena tak tahan Kang Joon langsung keluar dari kamar, dia bersender di depan pintu kamarnya. Jika terus-terus berada di dalam bisa jantungan dia. Kang Joon akhirnya mutuskan untuk menunggu Go Nana di ruang tamu.
Go Nana menuruni tangga, dia terlihat sangat mempesona. Dres selutut berwarna merah menyala membuatnya tampil bak putri kerajaan. Kang Joon yang melihat itu tak berkedip sama sekali. Sampai dia tak sadar Go nana sudah ada di depannya.
"Ayo berangkat Joon, aku tak sabar melihat festival nya".
Tak ada respon dari Kang Joon, dia hanya diam mematung.
" Ayo.!" Sambil menggandeng Kang Joon
Kang Joon kaget tangannya di tarik oleh Go Nana. Dia seketika sadar dengan keterpakuan nya tadi.
-------
Di dalam mobil dua sejoli itu hanya diam membisu. Namun tiba-tiba Go Nana mengecup pipi Kang Joon dan berbisik.
"Terimakasih, aku senang.. Hari ini aku keluar pertama kali setelah ribuan tahun, ayo bantu aku menikmatinya, capat jalankan mobilnya Joon."
Kang Joon mendadak kaku, wajahnya memerah sampai telinga, jantungnya memompa keras.
"Tuhan, memang sangat adil padaku." Batin Kang Joon.