
Kang Joon sedang berada dalam kelasnya. Dia tidak fokus sama sekali. Seharusnya tadi dia tidak meninggalkan Go Nana sendirian. Bagaimana jika Go Nana di penjara atau di rantai. Kang Joon tanpa sadar menggelengkan kepala.
Dosen yang mengajar kelas Kang Joon telah usai, tapi Kang Joon tidak beranjak dari kursinya. Dia melamun sepanjang pelajaran.
Oh Gil Han melihat sahabatnya dari tadi melamun. Dia berniat menghampirinya.
"Ya.. apa yang kau pikirkan?"
Tak ada jawaban
"Ya... Joon kau tuli."
Tak ada jawaban
"Terserah." Sambil menarik tangan Kang Joon.
Kang Joon hanya pasrah mengikuti sahabatnya. Mereka menuju ke kantin. Para perempuan histeris menyambut kedatangan mereka.
Oh Gil Han tersenyum manis, tapi tidak dengan Kang Joon. Dia hanya diam bak patung hidup. Walaupun dia hanya diam tak mengurangi kadar ketampananya.
Kang Joon sangatlah populer di kalangan para kaum hawa. Tak hanya tampan tapi juga kaya raya. Banyak gadis yang berlomba untuk mendapatkannya. Tapi tak ada yang berhasil meluluhkan hatinya.
"Ya... kau masih bengong." Bentak Gil Han sambil menyemprotkan air ke wajah Kang Joon.
"Apa yang kau lakukan?" Seketika Kang Joon sadar.
"Kau benar-benar, apa masalahmu?"
"Astaga kenapa aku bisa di sini?"
Kang Joon sangatlah bingung, tadi dia duduk di kelas, tapi kenapa sekarang jadi di kantin.
"Aku yang menyeretmu, jangan bingung, nyawamu sudah terkumpul. Ku pikir kau tak kembali."
"Sembarangan." Sambil menyentil dahi Oh Gil Han.
"Kau seperti sedang memikirkan sesuatu."
Kang Joon berpikir, memikirkan sesuatu. Oh ya benar. dia memikirkan nasib Go Nana. Dia sangat khawatir. Akhirnya Kang Joon menghubungi kakek nya.
"Halo kek."
"Kakek tidak menyiksa Go Nana kan, jangan bilang kakek mengurungnya di kandang."
"Dangkal sekali kau berpikir, jangan pikirkan nona Go, cepat selesaikan kuliah mu?"
tut tut...
"Halo kek, kakek, kenapa di tutup sih, sialan."
"Kau mengumpati kakek mu, astaga Joon, aku tak percaya ini."
"Diam lah Gil Han, kau membuatku tambah pusing saja." Sambil pergi begitu saja.
"Tunggu.. aku belum selesai bicara. Joon, Kang Joon, Hei....."
Kang Joon mengacuhkan Oh Gil Han, dia harus bergegas pulang ke rumah untuk memastikan keadaan Go Nana.
Bunyi ponsel milik Kang Joon bergetar. Di layarnya tertulis nama Oh Gil Han. Kang Joon mematikan panggilan itu.
ting...
Notikasi pesan muncul dari Oh Gil Han.
Hai Kang Joon, jika kau mau pergi ku pastikan kau tidak lulus. Apa kau lupa sebentar lagi buntalan karung karung yang mengajar.
Kang Joon menghela napas ketika pesan dari Oh Gil Han di baca. Dia lupa kalau buntalan karung akan mengajar. Tanpa pikir panjang dia kembali ke kelas dengan langkah yang berat.
-------
Hari sudah menjelang sore. Go Nana menunggu Kang Joon. Dia Khawatir dengan keadaan Kang Joon. Kang Young yang melihat Go Nana berada di dekat jendela hanya menghembuskan napasnya. Pasalnya sejak siang tadi Go Nana hanya menatap jendela itu.
Para pelayan pun heran dengan adanya Go Nana di rumah ini, tapi mereka tak berani mencampuri urusan majikan nya.
Go Nana sudah tak sabar, dia ingin keluar. Dengan menggunakan kekuatannya, Go Nana mulai mengeluarkan auranya. Kang Young yang melihat perubahan itu langsung memberi isyarat kepada para pelayannya. Mereka yang menerima perintah tersirat langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
Tiba-tiba pintu utama terbuka. Karena sangat kesal Go Nana tidak menyadari kedatangan Kang Joon.
"Aku pulang!"