Beautiful Gumiho

Beautiful Gumiho
So Inna



Kang Young menghampiri cucunya yang bersender di depan pintu kamar milik Go Nana.


"Sedang apa kau di sini."


"Ah... kakek. Aku baru saja menemui Go Nana." Sambil cengar-cengir tak jelas.


"Masuk kamar tidur!" Titah Kang Young.


Kang Joon berjalan penuh energi. Dia sangat bahagia. Go Nana adalah pengisi harinya yang kosong.


Tok..tok


Pintu kamar Go Nana di ketuk. Go Nana langsung menuju pintu untuk membukannya.


"Maaf mengganggu nona, mari kita ke perpustakaan sekarang."


"Oh iya, baiklah kakek. Maafkan aku kau jadi menghampiriku."


"Tak apa, sudah tugasku, mari.!"


Sambil menunjukkan jalan ke ruang perpustakan.


Sampai di ruang perpustakaan Go Nana terkejut, banyak sekali buku-buku disana. Bahkan ada beberapa buku kuno peninggalan kerajaannya.


"Duduklah."


Go Nana mengikuti perintah Kang Young


"Ini lihatlah, sambil menunjukkan gulungan."


Karena penasaran, Go Nana membuka gulungan itu. Dia melihat seorang rubah putih disana. Tunggu sepertinya dia pernah melihatnya.


"Dia.."


"Kau mengenalnya Nona Go."


"Aku seperti pernah melihatnya, tapi aku lupa."


"Wajar jika kau lupa, karena sudah ribuan tahun."


"Aku akan memberi tahumu, dia adalah So Inna. Gumiho terakhir. Dia pernah hidup pada masa raja Joseon." Ucap Kang Young.


"Aku ingat, dia rubah yang ada di pangkuan ayah." Batin Go Nana.


"So Inna adalah rubah putih, hatinya lembut, selembut kapas. Dia sangat peduli dengan sekitar. Raja sangat menyanyanginya. Maka dari itu raja menyuruh nenek moyangku untuk melindunginya." Ujar Kang Young.


"Lembut apanya, dia saja menggigitku."


Flashback


Kim Hye Rin saat itu sedang berada di salah satu taman kerajaan. Dia melihat sang ayah dan jendral pengganggu itu sedang duduk di pinggir danau. Tanpa pikir panjang Kim Hye Rin menghampirinya.


"Apa yang ayah lakukan disini, dan kenapa ada rubah di pangkuan ayah."


Raja yang mendengar suara putrinya pun menoleh.


"Kau di sini rupanya."


"Salam untuk ayah." Sambil membungkuk kan badan dan melirik ke arah jendral serta menjulurkan lidahnya.


Raja yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.


"Angkat kepalamu, kau bisa bungkuk kalau seperti itu terus." Sambil menahan tawa.


"Ayah."


"Maafkan aku ayah, tak bermaksud membentakmu."


"Tak apa kemarilah." Sambil mengelus rubah.


"Wah cantik sekali, berikan padaku." Sambil mengambil dengan paksa.


Raja pun kaget, Kim Hye Rin merebut rubah di pangkuannya. Karena kaget rubah itu menggigit tangan Kim Hye Rin sampai berdarah.


"Au... sakit." Sambil menjatuhkan rubah putih itu.


Sontak Raja dan Jendral Kim Jo Shi kaget. Padahal tidak pernah rubah itu menggigit. Atau jangan-jangan So Inna tak suka dengan Kim Hye Rin.


"Rubah sialan, sakit sekali." Sambil menghisap jarinya yang berdarah.


Rubah itu pun lari seketika.


"Jendral Kang, cepat kejar So Inna."


"Baik yang mulia."


"Kau tak apa-apa, apa masih sakit."


"Ayah, pokok nya aku tak mau tahu. Rubah itu harus mendapatkan hukumnya."


"Maafkan lah dia, biasannya dia tak seperti itu. Mungkin tidurnya terganggu. Karena kau mengejutkan dirinya.


Mendengar hal itu Kim Hye Rin hanya diam, tak mungkin dia melawan sang raja.


*Flashback And


" Hais.. menyebalkan*." Batin Go Nana


"Kenapa kau seperti memikirkan sesuatu nona Go." Tanya Kang Young.


"Aku tak habis pikir, kenapa rubah ini sangat di hormati, lagi pula dia seperti rubah biasa."


"Dia gumiho, seperti dirimu nona Go."


"Apa."


"Iya, dia Gumiho putih, kami menjaganya selama ribuan tahun."


"Kenapa kalian ingin menjaganya, bukankah dia bisa hidup sendiri."


"Banyak yang menginginkan para gumiho, mutiara dan ekor mereka adalah sumber kekuatan para gumiho."


"Mungkin apa yang kau katakan benar, tapi aku bukanlah gumiho asli. Aku di kutuk, Bukankah aku telah memberi tahu mu mengenai hal itu."


"Apa nona Go menganggap semua yang nona Go alami adalah bencana?"


"Kalau bukan karena kutukan ini pasti aku hidup bahagia, aku sudah berenkarnasi beberapa kali dan juga tidak kesepian."


"Nona Go, terkadang takdir pencipta membuat kita mengerti tentang bersyukurnya hidup."


Go Nana menghela napas kasar, dia sangat lelah. Akhirnya dia memutuskan kembali ke kamarnya dengan menggunakan portal.


"Aku tak mengerti, kenapa kau menceritakan tentang rubah putih itu, kau tahu aku sangat membencinya." Ujar Go Nana sambil menghilang.


Sepeninggalan Go Nana, Kang Young menghela napas kasar. Bemar-benar putri yang sulit untuk di mengerti. Dia kemudian membuka 1 gulungan berwarna ungu.


"Putri Kim Hye Rin, kapan kau akan memberitahukan dirimu kepadaku." Gumam Kang Young sambil melihat lukisan di gulungan itu.