Beautiful Gumiho

Beautiful Gumiho
Menggoda



Go Nana sangat lah kesal, dia menghenta-hentakkan kakinya sambil menuju ruang makan. Para pelayan yang melihat itu pun keheranan. Ada apa dengan Nona Go, kenapa dia terlihat kesal. Pelayan Jo pun mendekati Go Nana.


"Ada yang bisa saya bantu nona Go."


"Tolong siapkan aku daging sapi panggang dalam porsi besar." Titah Go Nana.


"Maaf kan aku Nona Go, saya belum bisa menyiapkan daging sapi yang anda minta, tapi nona Go tenang, karena saya sudah menyiapkan daging ayam panggang yang super besar dan besuk saya akan memberi apa yang nona minta."


Go Nana menimbang-nimbang tawaran pelayan Jo. Karena dia sangat lapar, dan cacingnya sudah berteriak minta di isi, akhirnya Go Nana mengiyakan tawaran pelayan Go.


"Baiklah, tapi besuk jangan lupa kau harus menyiapkan sebelum aku duduk di sini."


Pelayan Go mengiyakan permintaan Go Nana. Dia segera mengambil ayam panggang milik Go Nana.


Kenapa pelayan Go memperlakukan Go Nana seperti tuan di rumah ini, bukan seperti tamu. Itu adalah permintaan Kang Young. Kang Young meminta seluruh pelayannya untuk menghormati Go Nana. Karena kelak Go Nana akan menjadi tuan rumah ini.


Tidak berapa lama kemudian datanglah daging ayam panggang yang super besar. Go Nana menatap dengan sangat lapar, bahkan dia tak berkedip sampai makanan itu di letakkan di meja. Dia sangat bahagia karena mendapat daging ayam panggang yang sangat besar.


"Selamat makan, nyam...nyam.., enak." Sambil menggigit dagingnya.


Namun tak berapa lama ada seseorang datang. Dia adalah Kang Joon.


"Hei Go Nana, kau makan tak mengajakku."


Tak ada jawaban.


"Go Nana, kau mengabaikanku.


Tak ada jawaban


Karena jengkel, Kang Joon merebut makanan Go Nana dan memakannya. Go Nana hanya melongo. Dia sangat kesal. Padahal dirinya sangatlah lapar.


"Cih.. dasar pengganggu, ." Sambil pergi menuju kamar dan meninggalkan Kang Joon


"Apa kau bil... Hei Go Nana mau kamana Kau." Sambil mengejar Go Nana.


" Apa dia masih marah denganku, hais ... bodohnya kau Kang Joon."


Brak... Pintu ditutup kasar oleh Go Nana.


"Ya... Go Nana buka pintunya." Sambil mengetok pintu.


Hening


"Go Nana jika kau tak membuka pintu, akan ku dobrak."


Brak....


Kang Joon kaget melihat Go Nana sedang melayangkan semua benda yang ada di ruangan ini.


"Hei ... Apa yang kau lakukan, cepat turunkan barang-barang itu. Kau mau merusaknya."


Go Nana yang mendengar itu tambah kesal. Aura merahnya keluar. Kang Joon yang melihat itu mulai was-was. Dia segera menutup pintu kamar dan menghampiri Go Nana perlahan.


"Kau marah padaku."


"Tidak."


"Jangan berdalih, aku tahu kau marah padaku. Turunkan semua barang itu."


"Tidak mau."


"Apa jaminannya."


"Haiss kau mau bernego rupanya."


"Tak ada jaminan."


"Kalau begitu minta maaflah padaku."


"Apa."


"Kau tak mau minta maaf padaku."


"Oke, aku minta maaf padamu. Puas."


"Sangat puas."


"Kalau begitu turunkan semua benda itu."


Akhirnya Go Nana menurunkan semua benda itu. Kang Joon pun bernapas lega.


" Keluar."


"Apa, Kau mengusirku, kau tidak bisa mengusirku. Ini rumahku. Dan juga kamar ini adalah milikku."


"Rumah ini bukan milikmu, aku menumpang pada kakekmu." Ucap Go Nana dingin sambil melipat tangannya.


Mendengar itu Kang Joon sangat heran, kenapa mulut Go Nana jadi pedas gini dan perkataannya jadi terkesan acuh.


"Dia masih marah padaku, aku harus menggodanya." Batin Kang Joon.


Kang Joon mulai mendekati Go Nana yang berdiri di tepi ranjang.


"Rumah ini akan jadi milikku. Semua isinya milikku. Termasuk penghuninya. Dan kau juga milikku. Karena kau calon pendampingku. Bagaimana kalau kita menyatukan diri diatas ranjang ini." Goda Kang Joon dengan suara yang seksi dan serak di dekat telinga Go Nana


Sontak Go Nana yang mendengar itu melebarkan bola matanya. Dia membayangkan kejadian-kejadian err... yang sangat eksotis dan erotis. Menyatukan diri diatas ranjang berarti melakukan itu. Astaga dirinya sangatlah mesum. Sampai-sampai kedua telingannya keluar karena berpikiran mesum.


Melihat telinga Go Nana yang keluar bergerak kesana kemari membuat Kang Joon gemas dan memegangnya.


"Lucunya." Gumam Kang Joon.


Go Nana hanya malu dan menundukkan muka. Wajahnya merah merona.


Melihat reaksi Go Nana Kang Joon tersenyum. Tak di sangka reaksi Go Nana berlebihan.


"Apa yang kau pikirkan." Sambil menyentil kening Go Nana.


"Au sakit sekali."


"Ha...ha... Jangan-jangan kau berpikiran mesum." Ujar Kang Joon


"Hei aku tidak...!"


"Jangan berdalih Go Nana, kau lucu sekali. Aku sangat menyukai reaksimu."


"KELUAR DARI KAMARKU KANG JOON."


Kang Joon langsung keluar dari kamar Go Nana. Dia sangat deg-deg kan. Jantungnya memompa dengan cepat. Sepertinya menggoda Go Nana sangatlah membuat dia ketagihan.